CHEM UPRCHEM UPR

Jurnal Ilmiah Kanderang TingangJurnal Ilmiah Kanderang Tingang

Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan elemen vital dalam pendidikan vokasi untuk menjembatani kesenjangan antara teori di sekolah dan kebutuhan dunia industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pengelolaan PKL di SMK Provinsi Kalimantan Tengah, mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi pada tiga SMK sampel di Palangka Raya dan sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan PKL sudah berjalan baik namun pemetaan kompetensi industri lokal (perkebunan dan pertambangan) perlu dipertajam; (2) Pelaksanaan PKL terkendala pada monitoring yang kurang intensif akibat jarak geografis; dan (3) Evaluasi masih didominasi aspek teknis dan kurang menekankan pada soft skills. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlunya optimalisasi peran Pokja PKL dan digitalisasi sistem monitoring untuk meningkatkan efektivitas program di Kalimantan Tengah.

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa manajemen Praktik Kerja Lapangan (PKL) di SMK Provinsi Kalimantan Tengah belum sepenuhnya adaptif terhadap karakteristik geografis dan potensi industri daerah.Pada tahap perencanaan, ditemukan ketidakselarasan antara kompetensi keahlian siswa dengan pemetaan mitra industri, di mana dominasi lokasi magang masih terpusat pada sektor jasa perkantoran di wilayah perkotaan, bukan pada sektor unggulan daerah seperti pertambangan dan perkebunan.Pada aspek pelaksanaan dan pengawasan, faktor jarak dan aksesibilitas lokasi menjadi hambatan utama yang menyebabkan rendahnya intensitas monitoring guru pembimbing terhadap siswa di wilayah pedalaman.Minimnya supervisi ini berkorelasi langsung dengan ketidaksiapan mental dan soft skills siswa dalam menghadapi budaya kerja industri yang ketat.Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya transformasi manajemen PKL melalui adopsi sistem monitoring berbasis digital (tele-monitoring) dan revitalisasi peran Kelompok Kerja (Pokja) PKL untuk memperkuat kemitraan dengan industri sektor ekstraktif guna menjamin relevansi kompetensi lulusan.

Untuk meningkatkan efektivitas program PKL di Kalimantan Tengah, diperlukan optimalisasi peran Pokja PKL dan digitalisasi sistem monitoring. Transformasi model manajemen PKL dari konvensional menjadi berbasis teknologi digital dapat menjembatani jarak antara sekolah dan industri mitra di pedalaman. Selain itu, perlu dilakukan revitalisasi peran Kelompok Kerja (Pokja) PKL untuk memperkuat kemitraan dengan industri sektor ekstraktif guna menjamin relevansi kompetensi lulusan. Dengan demikian, program PKL dapat lebih adaptif terhadap karakteristik geografis dan potensi industri daerah, serta meningkatkan kesiapan mental dan soft skills siswa dalam menghadapi budaya kerja industri yang ketat.

Read online
File size223.39 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test