UMIUMI

Majalah Ilmiah METHODAMajalah Ilmiah METHODA

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam konstruksi, terutama dalam proyek konstruksi seperti Pembangunan pabrik Crude Palm Oil (CPO) Washing di PT Multimas Nabati Asahan. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) bertujuan untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja melalui penerapan kebijakan, prosedur, serta pengawasan yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi SMK3 pada proyek CPO Washing PT Multimas Nabati Asahan dengan mengidentifikasi tingkat kepatuhan terhadap regulasi K3, efektivitas prosedur keselamatan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaannya.

Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan Keselamatan dan Kesehetan Kerja pada Proyek Pembangunan Pabrik CPO Washing PT Multimas Nabati Asahan Kuala Tanjung menunjukkan beberapa kesimpulan sebagai berikut.Berdasarkan Undang-Undang yang menjadi acuan, dapat disimpulkan bahwa proyek ini telah memenuhi sembilan kriteria utama dalam Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dengan hasil yang masuk dalam kategori sangat baik (80% - 100%).10 Tahun 2021, proyek ini telah memenuhi beberapa kelengkapan berkas yang harus dipenuhi, termasuk Kebijakan Keselamatan Konstruksi, Pengadaan Alat Pelindung Diri dan Alat Pelindung Kerja, IBPRP Sederhana, Rambu Keselamatan, dan Jadwal Inspeksi.Pelaksanaan SMK3 pada proyek CPO Washing PT Multimas Nabati Asahan belum sepenuhnya sesuai, karena masih ditemukan pekerja yang lalai dalam menerapkan prosedur keselamatan kerja.Hal ini menunjukkan kurangnya pengawasan atau pemantauan yang konsisten terhadap aktivitas pekerja di lapangan.

Untuk meningkatkan efektivitas penerapan SMK3 pada proyek konstruksi, disarankan untuk:. 1. Memperkuat kesadaran dan komitmen pekerja terhadap keselamatan kerja melalui pelatihan dan sosialisasi yang lebih intensif. Hal ini dapat membantu mengurangi kelalaian dan meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.. 2. Meningkatkan pengawasan dan pemantauan aktivitas pekerja di lapangan. Pihak K3 dapat mempertimbangkan penggunaan teknologi atau sistem pengawasan yang lebih canggih untuk memastikan konsistensi penerapan prosedur keselamatan.. 3. Melakukan evaluasi dan perbaikan terus-menerus terhadap sistem manajemen keselamatan kerja. Dengan menganalisis data kecelakaan dan faktor-faktor penyebabnya, proyek dapat mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif.

Read online
File size356.05 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test