JURNALUGNJURNALUGN

JURNAL TRANSFORMASIJURNAL TRANSFORMASI

Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas menjadi faktor utama dalam pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa. Untuk meningkatkan SDM maka hadirlah Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai lembaga pelatihan vokasional untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja, khususnya bagi lulusan yang ingin masuk kedunia industri atau wirausaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan sumber daya manusia (SDM) dalam meningkatkan kualitas lulusan dan mengetahui faktor penghambat serta pendukung SDM di BLK Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus. Informan penelitian ini adalah seluruh pegawai yang ada di Balai Latihan Kerja (BLK) dan lulusan di UPTD Kabupaten Tapanuli Selatan. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, observasi dan analisis dokumen. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan sumber daya manusia terhadap peningkatan lulusan unit pelaksana teknis daerah balai latihan kerja Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki peranan yang cukup baik terhadap peningkatan kualitas lulusan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan sumber daya manusia terhadap peningkatan lulusan unit pelaksana teknis daerah balai latihan kerja Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki peranan yang cukup baik terhadap peningkatan kualitas lulusan.Instruktur yang berpengalaman, kompeten, dan memiliki sertifikat keahlian memberikan kontribusi dalam membentuk keterampilan teknis peserta.Meskipun BLK telah menjalin kerja sama dengan dunia industri, akses tersebut belum sepenuhnya dapat dirasakan oleh seluruh peserta, terutama bagi jurusan-jurusan yang belum memiliki mitra kerja sama langsung.Di sisi lain, sertifikat kompetensi yang diberikan menjadi salah satu faktor pendukung penting dalam melamar pekerjaan dan membangun usaha mandiri.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga arah utama. Pertama, mengembangkan kerja sama antara BLK dan industri untuk menyelaraskan kurikulum pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja. Kedua, memperluas akses informasi tentang peluang kerja melalui platform digital agar lulusan lebih mudah menemukan pekerjaan. Ketiga, memperkuat pelatihan soft skill dan pembinaan motivasi peserta pelatihan untuk meningkatkan adaptasi terhadap dinamika dunia kerja. Selain itu, dapat diteliti dampak penggunaan teknologi dalam pelatihan terhadap kesiapan kerja lulusan. Penelitian juga bisa mengeksplorasi perbedaan efektivitas pelatihan antara jurusan yang memiliki mitra industri dan yang tidak. Peningkatan kualitas instruktur melalui sertifikasi dan pelatihan berkelanjutan juga layak menjadi fokus. Peneliti bisa membandingkan hasil BLK di Tapanuli Selatan dengan daerah lain untuk menemukan best practices. Selain itu, penting untuk mengevaluasi peran sertifikat kompetensi dalam meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja. Dengan menggabungkan aspek-aspek tersebut, penelitian lanjutan dapat memberikan solusi lebih komprehensif untuk meningkatkan kualitas lulusan BLK.

Read online
File size281.7 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test