JURNALUGNJURNALUGN

JURNAL TRANSFORMASIJURNAL TRANSFORMASI

Di tengah persaingan global dan pertumbuhan ekonomi yang dinamis, peningkatan keterampilan tenaga kerja menjadi kebutuhan mutlak. Balai Latihan Kerja (BLK) hadir sebagai lembaga strategis yang berfungsi untuk memberikan pelatihan berbasis kompetensi kepada masyarakat, terutama bagi angkatan kerja yang belum terserap dalam dunia kerja formal. UPTD BLK Kota Padangsidimpuan merupakan salah satu lembaga pelatihan yang memiliki peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia lokal, terutama dalam mencetak tenaga kerja siap pakai dan produktif. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui peran balai latihan kerja Kota Padangsidimpuan dalam meningkatkan keterampilan dan produktivitas masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi jenis pendekatan kualitatif deskriptif dengan peneliti terlibat langsung kelapangan (Field Research). Dan teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis interaktif, yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan penerikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa peran UPTD. BLK Kota Padangsidimpuan sudah baik dapat dilihat bahwa terdapat 71,4% peserta pelatihan yang terserap oleh peserta balai latihan kerja. Oleh karena itu UPTD. BLK Kota Padangsidimpuan sudah membantu pemerintah dalam menekan angka pengangguran di kota padangsidimpuan, namun harus perlu ditingkatkan dikarenakan masih belum secara keseluruhan dalam melakukan penempatan atau penyaluran peserta yang telah melakukan pelatihan kerja.

BLK Kota Padangsidimpuan memiliki peran penting dalam meningkatkan keterampilan dan produktivitas masyarakat melalui pelatihan kerja.Meskipun telah berhasil menyerap 71,4% peserta pelatihan, masih ada tantangan seperti penyaluran kerja yang belum optimal.BLK juga perlu meningkatkan kualitas instruktur, sarana prasarana, dan kerjasama dengan pihak lain untuk menyerap peserta pelatihan secara lebih efektif.Selain itu, BLK harus terus memperbarui kurikulum sesuai kebutuhan pasar kerja.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan kurikulum BLK yang lebih relevan dengan kebutuhan industri 4.0, seperti pelatihan digital dan otomasi. Kedua, evaluasi sistem penyaluran kerja peserta BLK perlu dilakukan untuk meningkatkan daya serap tenaga kerja di daerah pedesaan. Ketiga, studi tentang dampak jangka panjang pelatihan BLK terhadap pendapatan dan kesejahteraan peserta bisa menjadi arah penelitian baru. Saran ini bertujuan untuk mengatasi kendala penyaluran kerja, kesenjangan kurikulum, dan dampak ekonomi jangka panjang yang masih terbatas dalam penelitian ini.

Read online
File size311.74 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test