IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN

El-Mu'Jam. Jurnal Kajian Al Qur'an dan Al-HadisEl-Mu'Jam. Jurnal Kajian Al Qur'an dan Al-Hadis

Ignaz Goldziher meyakini bahwa hadis bukanlah sesuatu yang murni berasal dari Nabi. Baginya, hadis lebih mencerminkan kepentingan politik dan sosial umat Islam di dua abad pertama. Pandangan ini kemudian memicu perdebatan panjang antara sarjana Barat dan Muslim. Goldziher meragukan sistem sanad. Ia menuduh banyak hadis lahir dari rekayasa penguasa, termasuk pemalsuan massal di masa Bani Umayyah. Tulisan ini mencoba menelusuri ulang argumen Goldziher. Metode yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif dengan pendekatan komparatif-evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skeptisisme Goldziher lemah secara metodologis. Ia terlalu fokus pada analisis matan, tetapi mengabaikan sistem sanad yang sudah tercatat sejak zaman sahabat. Tuduhan tentang pemalsuan massal oleh Bani Umayyah juga sulit dibuktikan jika kita melihat bukti manuskrip dari abad pertama dan kedua Hijriah. Jadi, meskipun kritik Goldziher telah memicu refleksi yang sehat dalam studi hadis, generalisasi besarnya tidak dapat diterima secara historis.

Goldzihers critique of hadith authenticity, though radical, reflects methodological biases rather than strong historical evidence.His neglect of the established sanad system and overemphasis on political interpretations undermine his claims.While his work spurred critical reflection, his broad generalizations about hadith fabrication remain historically unsustainable.The study underscores the need for balanced, evidence-based approaches integrating both matan and sanad analyses.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran sistem sanad dalam validasi otentisitas hadis, membandingkan metode Goldziher dengan pendekatan tradisional Islam, serta menganalisis dampak faktor politik pada pengembangan hadis. Studi lintas disiplin yang menggabungkan analisis sejarah dengan humaniora digital juga dapat memberikan wawasan baru tentang otentisitas kumpulan hadis. Selain itu, penelitian tentang evolusi kritik hadis dalam konteks modern dan pengaruh struktur masyarakat awal Islam terhadap transmisi hadis disarankan untuk memperkaya pemahaman akademik.

  1. The Problem of the Authenticity The Endless Debate Between Revisionist and Traditionalist New Perspectives... proceedings.uinsa.ac.id/index.php/ICMUST/article/view/1739The Problem of the Authenticity The Endless Debate Between Revisionist and Traditionalist New Perspectives proceedings uinsa ac index php ICMUST article view 1739
  2. ORIENTALISME DALAM KAJIAN HADIS: Telaah Historis, Ruang Lingkup, dan Pemikiran Kaum Orientalis terhadap... doi.org/10.62359/dirayah.v5i2.522ORIENTALISME DALAM KAJIAN HADIS Telaah Historis Ruang Lingkup dan Pemikiran Kaum Orientalis terhadap doi 10 62359 dirayah v5i2 522
  3. | Journal of Education for the Humanities. journal education humanities quick jump page content main... jeh.uomosul.edu.iq/index.php/jeh/en/article/view/53449Journal of Education for the Humanities journal education humanities quick jump page content main jeh uomosul edu iq index php jeh en article view 53449
  4. Membaca Ulang Studi Hadis Di Barat: Analisis Shifting Paradigm Terhadap Evolusi Kritik Orientalis | Al-Mu'tabar.... jurnal.stain-madina.ac.id/index.php/almutabar/en/article/view/2443Membaca Ulang Studi Hadis Di Barat Analisis Shifting Paradigm Terhadap Evolusi Kritik Orientalis Al Mutabar jurnal stain madina ac index php almutabar en article view 2443
  5. PERKEMBANGAN KAJIAN HADIS KESARJANAAN BARAT | Zuhri | Ulul Albab: Jurnal Studi Islam. kajian hadis kesarjanaan... ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/ululalbab/article/view/3182PERKEMBANGAN KAJIAN HADIS KESARJANAAN BARAT Zuhri Ulul Albab Jurnal Studi Islam kajian hadis kesarjanaan ejournal uin malang ac index php ululalbab article view 3182
Read online
File size670.1 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test