UINSAIZUUINSAIZU

Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum IslamAl-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam

Hubungan antara politik Islam dengan radikalisme telah menjadi narasi dominan dalam diskusi kontemporer mengenai agama dan politik di Indonesia. Studi-studi yang ada sejauh ini sebagian besar berfokus pada gerakan radikal, ekstremisme agama, dan Islam politik, sementara tradisi intelektual yang secara historis telah membentuk keterlibatan politik Islam yang moderat belum mendapat perhatian yang memadai. Penelitian ini mengkaji bagaimana fiqih Syafii menyediakan kerangka normatif dan adaptif bagi moderasi politik, serta mengeksplorasi relevansinya dalam menantang interpretasi politik Islam yang berpusat pada radikalisme.

Penelitian ini menunjukkan bahwa moderasi politik dalam tradisi Syafii dibangun melalui lima prinsip yang saling terkait.kepentingan umum (maṣlaḥah), musyawarah (shūrā), pemeliharaan ketertiban sosial (ḥifẓ al-niẓām), realisme hukum, dan akuntabilitas publik.Prinsip-prinsip ini memungkinkan pendekatan yang fleksibel dan peka terhadap konteks dalam tata kelola pemerintahan, sehingga para ulama Muslim Indonesia dapat secara selektif mengadaptasi doktrin-doktrin klasik sambil menolak unsur-unsur yang tidak sesuai dengan pluralisme demokratis.Studi ini berpendapat bahwa pengalaman Indonesia menunjukkan model adaptif pemikiran politik Syafii yang mendamaikan komitmen normatif Islam dengan konstitusionalisme, demokrasi, dan persatuan nasional.Artikel ini memberikan kontribusi terhadap khazanah literatur dengan mengusulkan Teori Politik Syafii Adaptif, sebuah kerangka teoretis yang diperkenalkan dalam studi ini, untuk menjelaskan bagaimana prinsip-prinsip politik Syafii klasik diadaptasi secara selektif guna mendukung konstitusionalisme, demokrasi, dan persatuan nasional di luar narasi radikalisme yang dominan.

Untuk memahami lebih dalam tentang bagaimana pemikiran politik Syafii dapat diadaptasi dalam konteks modern, penelitian lanjutan dapat berfokus pada analisis komparatif antara prinsip-prinsip politik Syafii dengan nilai-nilai demokrasi dan konstitusionalisme. Selain itu, studi ini dapat dieksplorasi lebih lanjut dengan meneliti bagaimana pengalaman Indonesia dalam menerapkan prinsip-prinsip ini dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dengan populasi Muslim yang signifikan. Akhirnya, penelitian dapat menyelidiki bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dalam konteks politik kontemporer, seperti dalam perdebatan tentang peran agama dalam pemerintahan dan bagaimana mereka dapat membantu mempromosikan moderasi dan toleransi dalam masyarakat yang beragam.

  1. Beyond the Radicalism Narrative: Reconstructing Islamic Political Moderation through Shafi'i Jurisprudence... doi.org/10.24090/mnh.v20i2.16354Beyond the Radicalism Narrative Reconstructing Islamic Political Moderation through Shafii Jurisprudence doi 10 24090 mnh v20i2 16354
  2. Cultured Meat for Indonesian Muslim Communities: A Review of Maslahah and Prospect | Al-Istinbath: Jurnal... doi.org/10.29240/jhi.v7i2.5476Cultured Meat for Indonesian Muslim Communities A Review of Maslahah and Prospect Al Istinbath Jurnal doi 10 29240 jhi v7i2 5476
Read online
File size457.42 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test