IAISAMBASIAISAMBAS

Archipelago Journal of Southeast Asia Islamic StudiesArchipelago Journal of Southeast Asia Islamic Studies

Penelitian ini didorong karena saya ingin mengetahui sejarah hukum Islam di Iran, dengan fokus mempelajari ide reformasi figur Ayatullah Khomeini dalam kerangka sejarah hukum Islam di Iran. Perkembangan hukum Islam yang terjadi di Iran yang dipengaruhi oleh Ayatollah Khomeini dapat memberikan dorongan bagi pemikiran politik Islam di seluruh dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah hukum Islam di Iran dengan mempelajari bagaimana ide peremajaan Ayatollah Khomeini memimpin negara Iran dengan para ulama. Penelitian ini adalah penelitian historis dengan metode mengumpulkan dan mengungkapkan realitas historis yang terjadi. Dalam mempelajari sejarah, penelitian ini dilakukan dengan cara penelitian pustaka. Penelitian historis, yaitu data historis adalah sumber dalam proses interpretasi gejala atau ide yang muncul di masa lalu. Temuan dalam penelitian ini, puncak perubahan besar dalam sejarah hukum Islam di Iran terjadi pada periode setelah revolusi besar dalam runtuhnya rezim penguasa bernama Muhammad Reza Pahlevi pada tahun 1979. Ide reformasi Ayatullah Khomaeni, dikenal oleh wilayah al-Faqih sebagai kekuasaan tertinggi di tangan seorang ulama yang saleh, adil, mampu memimpin dan disetujui oleh mayoritas rakyat. Wali al-faqih pertama adalah almarhum Ayatullah Khomeini (1979-1989). Kemudian dipegang oleh Ayatollah Ali Khomeeni. Namun, seorang Wali al-Faqih tidak duduk di dewan eksekutif, melainkan bertindak sebagai panduan atau pengendali. Untuk cabang eksekutif, kekuasaan tertinggi berada di tangan presiden yang langsung dipilih oleh rakyat.

Sejarah hukum Islam modern di Iran terjadi setelah revolusi besar dengan runtuhnya rezim penguasa, yaitu Muhammad Reza Pahlevi pada tahun 1979.Sebelum revolusi, pemerintahannya masih sangat kuat karena dukungan beberapa negara Barat, terutama Amerika Serikat, berhasil digulingkan oleh beberapa ulama pada masa Muhammad Reza Pahlevi, yang pada saat itu rakyat diperlakukan sangat kasar, sehingga menggerakkan para ulama untuk melakukan protes yang dianggap sangat merugikan dan menyedihkan bagi rakyat dan ulama, karena pada saat itu banyak kebijakan yang sangat menyengsarakan rakyat sehingga dengan peran ulama, revolusi dapat terwujud.Ide terkenal reformasi Ayatullah Khomeeni adalah wilayah al-Faqih, di mana kekuasaan tertinggi berada di tangan seorang ulama yang saleh, adil, mampu memimpin dan disetujui oleh mayoritas rakyat.Pemegang kekuasaan ini disebut Wali al-Faqih atau rahbas (Persia = pemimpin).Wali al-faqih pertama adalah almarhum Ayatullah Khomeini (1979-1989).Namun, seorang Wali al-Faqih tidak duduk di dewan eksekutif, melainkan bertindak sebagai panduan atau pengendali.Untuk cabang eksekutif, kekuasaan tertinggi berada di tangan presiden yang langsung dipilih oleh rakyat.Slogan tidak ada Timur, tidak ada Barat, yang dicetuskan oleh Khomaeni, sangat populer selama masa-masa goncangan tahun 1978-1979.Slogan ini menjadi dampak dari ide reformasi Ayatollah Khomeini dalam fondasi kebijakan luar negeri Republik Hukum Islam di Iran.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. . 1. Mengkaji lebih lanjut pengaruh ide-ide reformasi Ayatullah Khomeini terhadap perkembangan hukum Islam di Iran, khususnya dalam hal penerapan konsep wilayah al-Faqih dan peran Wali al-Faqih dalam sistem pemerintahan.. . 2. Meneliti dampak revolusi Islam Iran terhadap dinamika politik dan sosial di negara-negara Timur Tengah lainnya, serta bagaimana ide-ide Khomeini mempengaruhi pemikiran politik dan sosial di wilayah tersebut.. . 3. Menganalisis bagaimana ide-ide Khomeini tentang hubungan internasional, khususnya prinsip tidak bergantung pada Timur atau Barat, diterapkan dalam kebijakan luar negeri Iran pasca-revolusi, dan bagaimana hal ini mempengaruhi hubungan Iran dengan negara-negara lain di dunia.

Read online
File size322.06 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test