UMUSUMUS

JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUSJAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu intervensi strategis nasional untuk meningkatkan status gizi dan pemenuhan nutrisi peserta didik. Namun, efektivitas program ini sangat bergantung pada kapabilitas pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menyajikan menu yang sesuai standar gizi seimbang serta menjaga integritas pengelolaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengelola SPPG dalam penyusunan menu berbasis gizi seimbang serta menginternalisasi nilai integritas dalam tata kelola pelayanan MBG. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahapan: persiapan (need assessment dan pemetaan standar menu), pelaksanaan (edukasi interaktif, diskusi partisipatif, dan workshop penyusunan menu), serta evaluasi (pre-test dan post-test). Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada rerata nilai pemahaman peserta dari 62,45 (skor pre-test) menjadi 88,50 (skor post-test). Evaluasi juga mencatat 100% peserta berhasil menyusun simulasi menu variatif yang memenuhi kaidah gizi seimbang serta menandatangani komitmen bersama penjaminan integritas pelayanan. Pendekatan edukatif ini terbukti efektif mengawal kualitas menu MBG dan memperkuat komitmen tata kelola SPPG yang akuntabel.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan edukatif berbasis gizi seimbang dan integritas pengelolaan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola SPPG.Terjadi peningkatan rerata pemahaman peserta sebesar 41,71% setelah intervensi diberikan.Peserta berhasil menyusun simulasi siklus menu MBG yang memenuhi kriteria gizi seimbang serta berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip integritas dalam seluruh rantai pengelolaan pangan di SPPG.Untuk menjaga keberlanjutan program, disarankan agar dilakukan pemantauan dan pendampingan berkala (monitoring and evaluation) secara periodik oleh dinas atau instansi terkait.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang pendekatan edukatif berbasis gizi seimbang terhadap kualitas pangan di SPPG. Selanjutnya, penelitian perlu mengembangkan model integrasi pelatihan integritas dengan pendidikan gizi untuk meningkatkan tanggung jawab profesi pengelola. Terakhir, studi komparatif tentang strategi pemantauan yang paling efektif dalam menjaga konsistensi standar pelayanan MBG di berbagai wilayah dapat menjadi arah penelitian baru. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan program dan mengukur efektivitas inovasi metode pengawasan. Hasilnya dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan nasional tentang tata kelola pangan sekolah yang transparan dan akuntabel. Peneliti juga perlu mengeksplorasi peran teknologi dalam mempermudah proses evaluasi kualitas menu dan integritas pengelolaan. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pendekatan sistemik dalam meningkatkan kualitas layanan gizi sekolah secara berkelanjutan.

Read online
File size298.66 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test