YARSIYARSI
Jurnal Kedokteran YARSIJurnal Kedokteran YARSIAntihipertensi merupakan obat yang diberikan pada pasien terdiagnosis hipertensi. Pada sebagian pasien terdapat pula gagal ginjal sebagai komplikasi dari hipertensi yang sudah lama berada pada tubuh pasien. Sehingga terdapat obat antihipertensi yang memiliki efek melindungi ginjal (renoprotektif) berupa ACEI dan ARB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat antihipertensi pada pasien gangguan fungsi ginjal rawat inap di RSUD Pasar Rebo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis. Populasi dan sampel penelitian ini menggunakan total sampling dengan kriteria inklusi pasien dewasa dengan diagnosa gangguan fungsi ginjal dengan hipertensi di instalasi rawat inap yang mendapat terapi obat anti hipertensi golongan obat, jenis obat, serta penggunaan obat sebagai monoterapi maupun terapi kombinasi di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo periode tahun 2016. Penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Pasar Rebo diperoleh jumlah pasien sebanyak 123 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Persentase penggunaan obat berdasarkan pasien gangguan fungsi ginjal didapatkan laki-laki (61%), dan perempuan (39%). Persentase pasien gangguan fungsi ginjal berdasarkan usia 18-34 tahun didapat (5%), usia 35-44 tahun (12%), usia 45-54 tahun (39%), dan usia 55-64 tahun (44%). Persentase pasien terdiagnosis gangguan fungsi ginjal berdasarkan CKD yaitu (83%) dan AKI (17%). Persentasi nilai GFR pada pasien hipertensi dengan gangguan fungsi ginjal yaitu ≥ 90 ml/min/1,73 m2 (1%), 60-89 ml/min/1,73 m2 (7%), 30-59 ml/min/1,73 m2 (21%), 15-29 ml/min/1,73 m2 (26%), dan ≤ 15 ml/min/1,73 m2 (45%). Presentase jenis obat pada pasien gangguan fungsi ginjal yaitu ACEi (7%), ARB (17%), Beta Blocker (15%), CCB (26%), dan Diuretik ( 39%). Presentase golongan obat menurut variasi penggunaan obat antihipertensi yaitu monoterapi sebanyak (25%), Kombinasi 2 obat (18,8%), kombinasi 3 obat (16,8%), kombinasi >3 obat (30,4).
Penelitian ini mengkaji pola penggunaan obat antihipertensi pada 123 pasien rawat inap dengan gangguan fungsi ginjal dan hipertensi di RSUD Pasar Rebo pada tahun 2016, menunjukkan dominasi pasien usia lanjut dengan CKD stadium lanjut.Mayoritas pasien adalah laki-laki dan kelompok usia 55-64 tahun, dengan hampir separuh memiliki GFR ≤ 15 ml/min/1,73 m2.Penggunaan diuretik merupakan yang paling sering ditemukan, baik sebagai monoterapi maupun kombinasi, meskipun pedoman menyarankan ACEi atau ARB sebagai lini pertama untuk pasien hipertensi dengan gangguan fungsi ginjal.
Mengingat temuan penelitian ini menunjukkan pola penggunaan obat antihipertensi di mana diuretik banyak diresepkan pada pasien gangguan fungsi ginjal, padahal pedoman klinis sering merekomendasikan golongan ACEi atau ARB sebagai lini pertama, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat penting untuk dieksplorasi. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi prospektif yang lebih mendalam mengenai efektivitas dan profil keamanan penggunaan furosemid atau diuretik lain pada pasien hipertensi dengan gangguan fungsi ginjal di lingkungan rumah sakit serupa. Penelitian ini dapat membandingkan luaran klinis, seperti kontrol tekanan darah, perkembangan fungsi ginjal (misalnya perubahan GFR dan kadar albuminuria), serta kejadian efek samping yang tidak diinginkan, antara pasien yang menerima diuretik sebagai terapi utama versus mereka yang diobati dengan ACEi atau ARB sesuai pedoman. Kedua, diperlukan penelitian yang mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan dokter dalam memilih regimen antihipertensi, terutama ketika pilihan tersebut menyimpang dari pedoman yang berlaku. Studi ini dapat menggunakan metode kualitatif atau survei untuk memahami persepsi, pengalaman, dan tantangan yang dihadapi para klinisi, seperti ketersediaan obat, biaya, komorbiditas pasien, atau pengalaman klinis pribadi, yang mungkin berkontribusi pada pola peresepan yang diamati. Ketiga, untuk melengkapi data penggunaan obat yang deskriptif ini, studi kohort jangka panjang dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak berbagai regimen antihipertensi terhadap progresivitas penyakit ginjal kronis, angka kejadian kardiovaskular, dan kualitas hidup pasien dalam jangka waktu yang lebih panjang. Pendekatan ini akan memberikan pemahaman komprehensif tentang implikasi klinis jangka panjang dari pola peresepan obat antihipertensi yang saat ini diterapkan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal.
| File size | 185.74 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
YARSIYARSI Kesimpulan bahwa Skor Alvarado mudah, sederhana, dan non‑invasif sehingga dapat membantu mengurangi operasi negatif dan komplikasi. Skor Alvarado terbuktiKesimpulan bahwa Skor Alvarado mudah, sederhana, dan non‑invasif sehingga dapat membantu mengurangi operasi negatif dan komplikasi. Skor Alvarado terbukti
YARSIYARSI MSCs diisolasi dari adiposit hasil sedot lemak, lalu disentrifugasi untuk diambil lapisan paling bawah dan dikonfirmasi secara berkala sebelum dikulturMSCs diisolasi dari adiposit hasil sedot lemak, lalu disentrifugasi untuk diambil lapisan paling bawah dan dikonfirmasi secara berkala sebelum dikultur
YARSIYARSI Dalam pandangan Islam, menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksi adalah kewajiban untuk mencegah gangguan kesehatan. Penelitian ini menyimpulkan pentingnyaDalam pandangan Islam, menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksi adalah kewajiban untuk mencegah gangguan kesehatan. Penelitian ini menyimpulkan pentingnya
YARSIYARSI Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,02). Hasil uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan yang nyata pada kelompok K- dan KHasil uji Kruskal Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,02). Hasil uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan yang nyata pada kelompok K- dan K
YARSIYARSI Menurut penelitian yang dilakukan oleh Kartini di Pekanbaru, prevalensi infeksi cacing STHs pada anak balita adalah 12,7%. Penelitian terhadap infeksi cacing pada anak lebih banyak pada anak usia sekolah dasar daripada usia balita. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Kartini di Pekanbaru, prevalensi infeksi cacing STHs pada anak balita adalah 12,7%. Penelitian terhadap infeksi cacing pada anak lebih banyak pada anak usia sekolah dasar daripada usia balita.
YARSIYARSI Latar belakang penelitian ini menunjukkan bahwa remaja putri memiliki kebutuhan tidur yang signifikan terhadap pembentukan hemoglobin, yang berperan pentingLatar belakang penelitian ini menunjukkan bahwa remaja putri memiliki kebutuhan tidur yang signifikan terhadap pembentukan hemoglobin, yang berperan penting
UHTUHT Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, proporsi pemanfaatan upaya kesehatan tradisional di Indonesia sebesar 32,5% dan proporsi pemanfaatan tamanBerdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, proporsi pemanfaatan upaya kesehatan tradisional di Indonesia sebesar 32,5% dan proporsi pemanfaatan taman
STIKESNHSTIKESNH Hasil uji analisis diperoleh nilai p sistolik = 0,000 dan nilai p diastolik = 0,000, yang berarti terapi rendam kaki dengan air hangat efektif dalam menurunkanHasil uji analisis diperoleh nilai p sistolik = 0,000 dan nilai p diastolik = 0,000, yang berarti terapi rendam kaki dengan air hangat efektif dalam menurunkan
Useful /
YARSIYARSI Gejala yang didapat pada emosi bisa berupa depresi, gejala depresi ini biasanya menutupi penderita demensia. Kami melaporkan seorang wanita berusia 76Gejala yang didapat pada emosi bisa berupa depresi, gejala depresi ini biasanya menutupi penderita demensia. Kami melaporkan seorang wanita berusia 76
YARSIYARSI Hasil analisa bivariat didapatkan hubungan antara umur ibu dengan kejadian abortus di RS Yarsi tahun 2023. Kejadian abortus pada multipara memiliki risikoHasil analisa bivariat didapatkan hubungan antara umur ibu dengan kejadian abortus di RS Yarsi tahun 2023. Kejadian abortus pada multipara memiliki risiko
ALMAATAALMAATA Metode: Penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional dengan rancangan penelitian potong lintang pada 68 siswa SMP di Kota Yogyakarta yangMetode: Penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional dengan rancangan penelitian potong lintang pada 68 siswa SMP di Kota Yogyakarta yang
ALMAATAALMAATA Teh herbal umumnya campuran dari beberapa bahan yang biasa disebut infusi/tisane. Infusi/tisane terbuat dari kombinasi daun kering, biji, kayu, buah, bungaTeh herbal umumnya campuran dari beberapa bahan yang biasa disebut infusi/tisane. Infusi/tisane terbuat dari kombinasi daun kering, biji, kayu, buah, bunga