YARSIYARSI

Jurnal Kedokteran YARSIJurnal Kedokteran YARSI

COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang pertama kali ditemukan di Wuhan-Tiongkok pada Desember 2019 sampai 21 September 2021 telah dilaporkan >219 juta positif dan >4,55 juta kematian. Walaupun sudah dinyatakan sembuh namun fungsi organ yang terinfeksi tidak bisa kembali optimal seperti semula. Terapi stem cells menjadi salah satu upaya yang sedang dikembangkan dan memiliki potensi untuk membantu regenerasi paru-paru penyintas COVID-19 dengan memperbaiki kerusakan sel akibat infeksi virus SARS-CoV-2. Tujuan penulisan ini adalah menjelaskan strategi mekanisme pengarahan dan optimalisasi mesenchymal stem cells (MSCs) dari derivat adiposa sedot lemak untuk terapi regenerasi paru-paru pasca terpapar COVID-19. Metode penulisan penelitian ini menggunakan studi litelatur, penelusuran data dengan cara komparasi studi pustaka jurnal, artikel, e-book berbahasa Indonesia dan Inggris, dilakukan secara skrining kata kunci. MSCs diisolasi dari adiposit hasil sedot lemak, lalu disentrifugasi untuk diambil lapisan paling bawah dan dikonfirmasi secara berkala sebelum dikultur pada flask dengan medium kultur sampai tahap konfluensi dan siap dipanen untuk digunakan sebagai sumber terapi. Sebelum dilakukan injeksi MSCs pasien diberikan injeksi intramuscular sebanyak 25mg promethazine hydrochloride untuk mencegah alergi, MSCs diinjeksikan dengan interval 2 kali selang 5 hari dengan dosis standar 1x106 sel mononuklear per kilogram berat badan. Hasil CT scan yang dilakukan pada 25 pasien terapi MSCs, 16 pasien menunjukkan paru-parunya beregenerasi sehingga aman efikasi dan tidak menimbulkan efek samping, Disimpulkan bahwa terapi MSCs derivat adiposa menjadi harapan baru dalam regenerasi paru-paru pasca terpapar COVID-19.

Limbah sedot lemak diarahkan menjadi ADM-stem cells meliputi tahapan pemurnian masa stem cell, kultur jaringan, dan identifikasi kepastian precursor sel alveolar dan endotel paru untuk siap digunakan sebagai sumber terapetik regenerasi paru-paru paska terpapar COVID-19.Strategi keberhasilan terapetik stem cell dari limbah sedot lemak adalah pasien diberikan injeksi intramuscular sebanyak 25 mg promethazine hydrochloride untuk mencegah alergi, ADM-stem cells diinjeksikan dengan interval 2 kali selang 5 hari dengan dosis standar 1x106 stem cells per kilogram berat badan.

Mengingat bahwa terapi sel punca adiposa yang berasal dari limbah sedot lemak (ADM-stem cells) telah menunjukkan harapan dalam regenerasi paru-paru pasca-COVID-19, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dieksplorasi. Pertama, perlu adanya studi jangka panjang yang mengevaluasi seberapa efektif dan aman terapi ini dalam memulihkan fungsi paru-paru pasien secara berkelanjutan. Penelitian ini harus mencakup pengamatan terhadap kemungkinan efek samping yang mungkin muncul di kemudian hari, serta durasi manfaat regeneratif yang diberikan oleh ADM-stem cells. Selain itu, penting juga untuk memahami secara lebih detail bagaimana ADM-stem cells bekerja di dalam tubuh manusia pada tingkat molekuler dan seluler. Walaupun efek anti-inflamasi dan parakrin telah teridentifikasi, penelitian mendalam tentang jalur sinyal spesifik yang terlibat dalam perbaikan jaringan paru pada pasien pasca-COVID-19 akan sangat berharga untuk meningkatkan efektivitas terapi. Kedua, optimalisasi protokol pengobatan masih menjadi area krusial. Perlu diuji lebih lanjut mengenai dosis ADM-stem cells yang paling tepat, berapa kali injeksi harus diberikan, dan jalur pemberian terbaik—apakah intravena sudah yang paling ideal atau ada rute lain yang lebih efektif, terutama untuk kasus kerusakan paru yang spesifik. Penelitian ini dapat mengarah pada panduan terapi yang lebih personal, disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan kerusakan paru setiap individu. Ketiga, untuk menjadikan terapi ini lebih mudah dijangkau, perlu dicari cara-cara inovatif untuk menyederhanakan dan menekan biaya proses produksi ADM-stem cells dari limbah sedot lemak. Bagaimana teknik ekstraksi, pemurnian, dan pengembangan sel dapat dilakukan secara massal tanpa mengurangi kualitas, sehingga terapi ini tidak hanya efektif tetapi juga ekonomis dan dapat diakses oleh lebih banyak orang di seluruh dunia.

  1. Comparative Analysis of Mesenchymal Stem Cells from Bone Marrow, Umbilical Cord Blood, or Adipose Tissue... stemcellsjournals.onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1634/stemcells.2005-0342Comparative Analysis of Mesenchymal Stem Cells from Bone Marrow Umbilical Cord Blood or Adipose Tissue stemcellsjournals onlinelibrary wiley doi abs 10 1634 stemcells 2005 0342
  2. A Novel Coronavirus from Patients with Pneumonia in China, 2019 | New England Journal of Medicine. novel... nejm.org/doi/full/10.1056/nejmoa2001017A Novel Coronavirus from Patients with Pneumonia in China 2019 New England Journal of Medicine novel nejm doi full 10 1056 nejmoa2001017
  3. Cell Proliferation | Cell Biology Journal | Wiley Online Library. cell biology journal wiley library... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/cpr.12939Cell Proliferation Cell Biology Journal Wiley Online Library cell biology journal wiley library onlinelibrary wiley doi 10 1111 cpr 12939
  4. Adipose Tissue-Derived Stem Cells: Immunomodulatory Effects and Therapeutic Potential | Physiology |... journals.physiology.org/doi/full/10.1152/physiol.00021.2019Adipose Tissue Derived Stem Cells Immunomodulatory Effects and Therapeutic Potential Physiology journals physiology doi full 10 1152 physiol 00021 2019
  5. The novel coronavirus 2019 (2019-nCoV) uses the SARS-coronavirus receptor ACE2 and the cellular protease... biorxiv.org/lookup/doi/10.1101/2020.01.31.929042The novel coronavirus 2019 2019 nCoV uses the SARS coronavirus receptor ACE2 and the cellular protease biorxiv lookup doi 10 1101 2020 01 31 929042
Read online
File size470.94 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test