UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry

Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran MatematikaAl Khawarizmi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika

Adversity Quotient (AQ) adalah konsep yang sering digunakan untuk memprediksi keterlibatan siswa dalam belajar matematika yang menantang, tetapi asumsi bahwa sifat psikologis ini secara langsung tercermin dalam perilaku kelas yang dapat diamati jarang diuji dengan data observasi langsung, terutama di kalangan populasi madrasah aliyah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memetakan profil AQ siswa kelas X di sekolah menengah atas Islam negeri berdasarkan tiga kategori Stoltz dan empat dimensi CO₂RE, dan (2) menyelidiki apakah kategori AQ tercermin dalam aktivitas yang dapat diamati selama Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL). Desain kuantitatif deskriptif diterapkan pada 20 siswa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui Profil Respons Adversity (ARP) yang disesuaikan (21 item; validitas konten Gregory = 0,952; alpha Cronbach = 0,90) dan lembar pengamatan indikator 17 yang mencakup lima fase sintaksis PBL (skala 1-5). Tiga temuan muncul. Pertama, distribusi AQ didominasi oleh profil ketahanan rendah dan sedang (50% Quitters, 45% Campers, 5% Climber), yang konvergen secara mencolok dengan survei ARP-ML yang lebih besar (Gradini & Noviani, 2025) dan menunjukkan pola berulang ketahanan rendah di antara pembelajar matematika Indonesia dalam konteks regional ini. Kedua, meskipun dimensi CO₂RE secara seragam diklasifikasikan sebagai Tinggi hingga Sangat Tinggi, tetapi berkembang tidak merata. Kontrol dan Capai adalah yang terkuat (81,25%), sedangkan Asal dan Kepemilikan tertinggal (75,38%), dengan item terlemah yang mencerminkan kecemasan tentang tanggung jawab kepemimpinan kelompok. Ketiga, kategori AQ pada dasarnya tidak berkorelasi dengan aktivitas PBL yang dapat diamati (r = 0,156; p = 0,511; 95% CI [-0,30, 0,56]; dilaporkan sebagai eksplorasi mengingat n = 20). Seorang Quitter mencatat skor aktivitas kedua tertinggi, sedangkan Climber satu-satunya mencatat di bawah rata-rata aktivitas. Disosiasi antara sifat dan proses ini menunjukkan bahwa AQ beroperasi pada skala waktu pembelajaran kumulatif daripada dalam sesi tunggal, dan bahwa PBL berbasis kelompok dapat berfungsi sebagai pengayoman sosial yang mengkompensasi keterbatasan sifat individu.

Studi ini bertujuan untuk memetakan profil Adversity Quotient (AQ) siswa Madrasah Aliyah dan menyelidiki apakah kategori AQ tercermin dalam aktivitas yang dapat diamati selama Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL).Temuan utama menunjukkan dominasi profil ketahanan rendah dan sedang, konvergensi dengan penelitian sebelumnya, dan ketidakberkaitan antara kategori AQ dengan aktivitas PBL yang diamati.Studi ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang perilaku AQ dalam konteks pembelajaran matematika di Indonesia, mengidentifikasi dimensi Asal dan Kepemilikan sebagai target pedagogis prioritas, dan menyarankan bahwa PBL dapat berfungsi sebagai pengayoman sosial yang mengkompensasi keterbatasan sifat individu.

Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki bagaimana dimensi Asal dan Kepemilikan dapat ditingkatkan dalam konteks pembelajaran matematika di madrasah aliyah. Studi ini mengidentifikasi dimensi ini sebagai target pedagogis prioritas, dan penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan dimensi ini. Kedua, penelitian longitudinal yang melacak trajektori AQ siswa selama satu atau lebih tahun akademik dapat memberikan wawasan tentang apakah paparan PBL kumulatif membangun AQ atau hanya mengungkapkan perbedaan individu yang stabil. Ketiga, studi yang menggabungkan Profil Respons Adversity dalam Pembelajaran Matematika (ARP-ML) dengan pengamatan kelas dan penilaian hasil, dalam desain silang penuh, dapat memungkinkan pemisahan empiris rantai sifat-proses-hasil yang dimulai dalam penelitian ini. Keempat, studi kualitatif pendamping yang mengeksplorasi bagaimana siswa sendiri menjelaskan pola partisipasi mereka dapat memberikan kedalaman interpretatif yang diperlukan untuk memahami mekanisme yang tidak terungkap oleh data observasi saja. Akhirnya, studi perbandingan antara sampel madrasah aliyah dan sekolah menengah atas umum di wilayah yang sama dapat mengklarifikasi apakah dominasi Quitter dan Camper adalah fitur pendidikan matematika Indonesia secara luas, konteks madrasah aliyah secara khusus, atau persimpangan antara keduanya.

  1. Malikussaleh Journal of Mathematics Learning (MJML). students thinking process solving mathematical problems... ojs.unimal.ac.id/index.php/mjml/article/view/1468Malikussaleh Journal of Mathematics Learning MJML students thinking process solving mathematical problems ojs unimal ac index php mjml article view 1468
  2. Systematic Literature Review: MATHEMATICAL CONNECTIONS THROUGH PROBLEM-BASED LEARNING IN TERMS OF ADVERSITY... usnsj.id/index.php/JME/article/view/1922Systematic Literature Review MATHEMATICAL CONNECTIONS THROUGH PROBLEM BASED LEARNING IN TERMS OF ADVERSITY usnsj index php JME article view 1922
  3. Exploring the students’ adversity quotient in online mathematics learning during the Covid-19 pandemic... doi.org/10.23917/jramathedu.v6i3.13617Exploring the studentsAo adversity quotient in online mathematics learning during the Covid 19 pandemic doi 10 23917 jramathedu v6i3 13617
Read online
File size498.54 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test