PUBLICATION CENTERPUBLICATION CENTER

Indonesian Journal of Elementary and Childhood EducationIndonesian Journal of Elementary and Childhood Education

Transformasi digital menuntut pembaruan strategi pembelajaran di sekolah dasar (SD), namun praktik masih menunjukkan kesenjangan antara ketersediaan teknologi dan pemanfaatan pedagogisnya. Penelitian ini memetakan jenis, dampak, dan tantangan implementasi media pembelajaran modern di jenjang SD melalui sintesis literatur nasional dan internasional. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis mengacu PRISMA 2020, dengan penelusuran pada Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, ERIC, SINTA/Garuda, dan ProQuest. Dari 142 rekaman awal, disaring menjadi 29 studi primer dan tinjauan sejenis yang memenuhi kriteria inklusi (2018-2025), dilengkapi empat rujukan teoretis-metodologis. Hasil menunjukkan sepuluh kategori media, meliputi multimedia interaktif presentasi, e-book digital, gamifikasi, augmented reality, aplikasi mobile, platform video berbasis web, dan e-learning, yang konsisten berdampak positif terhadap motivasi, hasil belajar, dan literasi siswa, meski bervariasi menurut konteks dan kesiapan guru. Kompetensi TPACK guru dan kesenjangan infrastruktur digital antarwilayah menjadi determinan utama keberhasilan integrasi. Simpulan menegaskan perlunya sinergi antara inovasi teknologi dan penguatan kapasitas pedagogis guru agar pemanfaatan media pembelajaran modern di SD berdampak optimal dan berkeadilan.

Tinjauan pustaka sistematis terhadap 29 studi primer dan tinjauan sejenis periode 2018-2025 menunjukkan bahwa media pembelajaran modern di sekolah dasar telah berkembang pesat dan beragam, mencakup multimedia interaktif presentasi, e-book digital, gamifikasi, Augmented Reality, aplikasi mobile, platform video berbasis web, dan e-learning.Seluruh kategori media tersebut secara konsisten berdampak positif terhadap motivasi, hasil belajar, dan literasi siswa SD, dengan mekanisme dampak yang dapat dijelaskan melalui prinsip cognitive theory of multimedia learning, meskipun besaran dampaknya bervariasi menurut jenis media, mata pelajaran, dan konteks implementasi.Kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) guru dan kesenjangan infrastruktur digital antarwilayah teridentifikasi sebagai dua determinan utama yang membedakan keberhasilan integrasi media di berbagai satuan pendidikan.Sinergi antara inovasi teknologi dan penguatan kapasitas pedagogis guru menjadi kunci agar pemanfaatan media pembelajaran modern di SD tidak berhenti pada tataran pengadaan perangkat, melainkan benar-benar meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar secara berkeadilan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan program pelatihan TPACK untuk guru di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) untuk mengatasi kesenjangan kompetensi pedagogis. Selanjutnya, studi tentang efektivitas gamifikasi dalam meningkatkan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis pada siswa berprestasi rendah juga layak dieksplorasi. Terakhir, penelitian perlu mengembangkan kerangka evaluasi keamanan digital untuk siswa usia SD, terutama dalam konteks penggunaan media berbasis AR dan aplikasi mobile. Ketiga arah penelitian ini bertujuan memperkuat integrasi teknologi di SD dengan memperhatikan aspek kompetensi guru, efektivitas metode pembelajaran inovatif, serta perlindungan siswa dari risiko digital.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/article/10.1007/s10639-019-10040-2Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer article 10 1007 s10639 019 10040 2
  2. PERAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL PADA PEMBELAJARAN IPS... doi.org/10.32585/jp.v31i1.1977PERAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL PADA PEMBELAJARAN IPS doi 10 32585 jp v31i1 1977
Read online
File size422.29 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test