NEOLECTURANEOLECTURA

Intelektium JournalIntelektium Journal

Menulis menjadi semakin penting saat ini. Itu harus dikuasai untuk menjadi melek huruf. Namun, sebagian besar siswa Indonesia di tingkat sekolah menengah atas umumnya mengalami kesulitan dalam tugas menulis. Akibatnya, mereka memiliki sedikit semangat untuk menulis. Padahal keterampilan menulis penting untuk dikuasai siswa sebelum memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, keterampilan menulis juga akan mempersiapkan siswa untuk dunia akademik dan profesional masa depan mereka. Banyak masalah yang ditemukan dalam proses belajar mengajar di SMK Negeri 1 Namohalu Esiwa khususnya di kelas X, khususnya dalam menulis teks recount. Para siswa tidak mampu memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk menulis teks recount. Terkait dengan penggunaan simple past tense, memiliki masalah dalam membedakan bentuk kata kerja. Siswa cenderung menggunakan verb 1 untuk menulis simple past tense. Mereka tidak dapat membedakan menjadi dalam bentuk lampau yang sederhana, tidak dapat menerapkan kata keterangan waktu yang sesuai, dan tidak dapat menyusun pertanyaan dalam bentuk lampau yang sederhana. Analisis kesalahan sangat penting karena peneliti mengidentifikasi kesalahan yang dilakukan siswa dalam menggunakan simple past tense dalam teks recount dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesalahan mereka. Untuk melakukan penelitian, peneliti menggunakan Metode Kualitatif. Sumber datanya adalah teks recount pribadi yang ditulis oleh siswa dan juga transkrip wawancara terstruktur dari siswa dan dilengkapi dengan foto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang paling sering terjadi adalah kesalahan penghilangan, diikuti kesalahan malformasi, dan terakhir kesalahan penambahan. Sumber utama kesalahan siswa dalam menggunakan simple past tense adalah intralingual yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan siswa tentang verba 2, kemudian diikuti oleh interlingua, strategi komunikasi, dan konteks pembelajaran.

Siswa kelas X-TKJ 2 SMK Negeri 1 Namohalu Esiwa masih melakukan kesalahan dalam menggunakan simple past tense dalam menulis teks recount.Kesalahan yang paling sering terjadi adalah kesalahan penghilangan (48,4%), diikuti oleh kesalahan malformasi (39,6%) dan kesalahan penambahan (12%).Sumber utama kesalahan adalah intralingual (46,6%) yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman siswa tentang verba 2.Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi guru untuk meningkatkan metode pengajaran dan strategi pembelajaran, serta membantu siswa meminimalkan kesalahan melalui refleksi dan latihan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh pengajaran tata bahasa terhadap pengurangan kesalahan simple past tense. Selain itu, penelitian perlu mengeksplorasi peran faktor interlingual dalam pola kesalahan siswa. Terakhir, studi tentang lingkungan pembelajaran kontekstual yang memengaruhi penggunaan tenses dalam teks recount dapat memberikan wawasan baru untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa.

Read online
File size423.53 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test