UNIMEDUNIMED

JURNAL IKATAN ALUMNI FISIKAJURNAL IKATAN ALUMNI FISIKA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi pokok momentum dan impuls. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI jurusan IPA/MIA SMA Negeri dan SMA Swasta. Sampel yang diambil sebanyak dua sekolah, masing-masing satu SMA Negeri dan satu SMA Swasta. Untuk SMA Negeri yang dijadikan sebagai sampel adalah MAN 2 Model Medan untuk SMA Swasta adalah MAS Muallimin UNIVA Medan. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes tertulis berbentuk soal uraian. Berdasarkan hasil dari analisis penelitian, rata-rata siswa yang mengalami kesulitan melakukan pemecahan masalah pada materi momentum dan impuls berada dalam kategori kurang mampu. Hal ini dapat dilihat pada tahap memahami masalah diperoleh persentase sebesar 57%, pada tahap menyusun rencana pemecahan masalah 48%, untuk tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah sebesar 43%, dan pada tahap mengecek dan mengevaluasi solusi sebesar 32%. Kesulitan terbanyak yang dialami siswa dalam memecahkan masalah untuk soal momentum dan impuls adalah pada tahap mengecek dan mengevaluasi solusi.

Berdasarkan analisis data yang dilakukan, disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi momentum dan impuls masih rendah.Hal ini dapat dilihat pada tahap memahami masalah dengan persentase 57%, tahap menyusun rencana pemecahan masalah sebesar 48%, tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah 43%, dan tahap mengecek dan mengevaluasi solusi sebesar 32%.Kesulitan terbanyak yang dialami siswa dalam memecahkan masalah untuk soal momentum dan impuls adalah pada tahap mengecek dan mengevaluasi solusi.

Untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas model pembelajaran berbasis masalah yang lebih terintegrasi dengan konteks kehidupan sehari-hari. Selain itu, perlu dikembangkan strategi pembelajaran konstruktivis yang membantu siswa membangun konsep fisika secara sistematis melalui aktivitas eksplorasi dan refleksi. Penelitian juga dapat fokus pada penggunaan teknologi pendidikan untuk memvisualisasikan konsep momentum dan impuls agar siswa lebih mudah memahami hubungan antara teori dan aplikasi praktis. Ketiga saran ini dapat saling melengkapi untuk menciptakan pendekatan pembelajaran yang lebih holistik dan relevan dengan kebutuhan siswa era digital.

Read online
File size528.08 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test