UNIMEDUNIMED

JURNAL IKATAN ALUMNI FISIKAJURNAL IKATAN ALUMNI FISIKA

Imunitas tubuh yang kuat didukung oleh asupan Vitamin D yang cukup. Sedangkan Vitamin D dapat diproduksi oleh tubuh kita sendiri melalui bantuan paparan radiasi UVB. Namun orang cenderung malas berjemur di bawah sinar matahari langsung. Masalah yang diangkat pada penelitian ini adalah bagaimana sebaran intensias UVB di beberapa tempat yang berbeda. Dengan mengetahui sebaran intensitas radiasi UVB ini, diharapkan pembaca dapat memilih tempat yang nyaman dalam melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan produksi vitamin D pada tubuh. Hasil penelitian menunjukkan intensitas radiasi UVB paling tinggi adalah di tempat yang terpapar langsung oleh sinar matahari. Namun, tempat ini biasanya kurang disukai. Tempat lain yang nyaman namun masih dapat diperoleh paparan radiasi UVB adalah tempat teduh/terhalang dari sinar matahari langsung namun tidak terhalang kearah langit. Sebaiknya hindari aktivitas yang terlalu lama atau bahkan sehari penuh di ruangan tertutup dan tempat yang terhalang kearah atas/kearah langit, karena di tempat seperti ini tidak diperoleh intensitas radiasi UVB. Melalui penelitian ini diketahui tempat untuk melakukan aktivitas dengan nyaman dan masih mendapat kesempatan untuk tubuh memproduksi vitamin D.

Intensitas UVB paling besar berada di tempat yang terkena sinar matahari langsung.Namun tempat seperti ini cenderung kurang diminati orang.Tempat lain dimana kita masih bisa mendapat paparan UVB dan nyaman adalah di tempat teduh namun tidak terhalang ke arah langit.Aktivitas kita sebaiknya dikurangi di tempat yang terhalang ke arah langit dan ruang tertutup namun dialihkan pada aktivitas di tempat teduh tanpa penghalang ataupun aktivitas tubuh kita dibawah paparan matahari agar mendapat manfaat dari sinar matahari.Pada penelitian ini belum dihitung kira-kira berapa banyak vitamin D yang dapat diperoleh dari intensitas UVB yang mengenai kulit.Dengan demikian pada penelitian berikutnya disarankan untuk melakukan perhitungan tersebut.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji hubungan antara intensitas UVB dengan jumlah Vitamin D yang dihasilkan tubuh secara kuantitatif. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang efek paparan UVB jangka panjang terhadap kesehatan kulit dan sistem imun manusia. Selanjutnya, peneliti dapat mengembangkan metode alternatif untuk meningkatkan produksi Vitamin D tanpa bergantung sepenuhnya pada paparan sinar matahari, seperti penggunaan lampu UVB terkontrol atau suplemen berbasis sinar UVB. Penelitian ini juga dapat membandingkan efektivitas berjemur di berbagai lokasi geografis dengan kondisi cuaca berbeda. Dengan mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi penyerapan Vitamin D, penelitian lanjutan dapat memberikan rekomendasi praktis untuk masyarakat dalam mengoptimalkan kesehatan melalui paparan sinar matahari yang aman dan efektif.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1186/s12937-019-0507-6Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1186 s12937 019 0507 6
  2. 0. web page protected decrypted medicahospitalia.rskariadi.co.id/index.php/mh/article/view/4740 web page protected decrypted medicahospitalia rskariadi index php mh article view 474
Read online
File size234.83 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test