STTKAOSTTKAO

ShiftKey Jurnal Teologi dan PelayananShiftKey Jurnal Teologi dan Pelayanan

Masalah dalam penelitian ini melihat apakah ada pengaruh kecerdasan spiritual terhadap motivasi belajar anak, dikarenakan kondisi lapangan siswa kurang memiliki motivasi belajar padahal sekolah telah berusaha membentuk kecerdasan spiritual anak melalui kegiatan-kegiatan kerohanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur menganalisis pengaruh kecerdasan spiritual dengan motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif-korelasional. Jumlah populasi dalam penelitian ini berjumlah 32 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner/angket. Kemudian data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment untuk menemukan korelasi yang positif dan koefisien determinasi untuk melihat kontribusi kecerdasan spiritual terhadap motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang positif antara kecerdasan spiritual dengan motivasi belajar pada siswa SD Negeri Jatisari Semarang, dengan kontribusi sebesar 55,3% terhadap motivasi belajar. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa setiap peserta didik dengan kecerdasan spiritualnya mampu menggali/menemukan makna dan tujuan dalam setiap kegiatan yang dilakukan sehingga hal ini dapat meningkatkan motivasi dalam diri setiap peserta didik untuk belajar.

Berdasarkan hasil analisis penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara Kecerdasan Spiritual terhadap motivasi belajar pada Siswa SD Negeri Jatisari.Semakin positif kecerdasan spiritual, maka semakin tinggi motivasi belajar siswa.Hasil analisis koefisien determinan menunjukkan sumbangan/kontribusi yang baik dari variabel kecerdasan spiritual terhadap hasil belajar, yaitu sebesar 55,3%.Ini menunjukkan tingginya motivasi belajar siswa di SD Negeri Jatisari Semarang diprediksi karena kecerdasan spiritual yang siswa miliki.pertama, memperkuat teori bahwa kecerdasan spiritual merupakan salah satu faktor internal yang berpengaruh terhadap motivasi belajar anak.Kedua, bagi guru tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik saja, tetapi juga pengembangan kecerdasan spiritual dalam proses pembelajaran.Ketiga, bagi sekolah dapat merancang program pengembangan kecerdasan spiritual siswa, seperti ibadah sekolah, renungan pagi, pembinaan karakter kristen, dan kegiatan sosial yang positif.Kebaruan penelitian ini terletak pada ditemukannya peran kecerdasan spiritual sebagai faktor yang memberikan kontribusi signifikan terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar sebesar 55,3%.Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan kecerdasan spiritual tidak hanya berfungsi membentuk karakter religius siswa, tetapi juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di era perkembangan teknologi dan digitalisasi pendidikan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan metode pengukuran kecerdasan spiritual yang lebih komprehensif, seperti mengintegrasikan aspek emosional dan moral dalam instrumen penelitian. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi hubungan antara kecerdasan spiritual dengan faktor eksternal seperti lingkungan keluarga dan komunitas, yang mungkin memengaruhi motivasi belajar siswa secara tidak langsung. Penelitian juga bisa mengkaji pengaruh kecerdasan spiritual terhadap prestasi akademik jangka panjang, khususnya dalam konteks pendidikan inklusif atau sekolah dengan keragaman latar belakang budaya. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat memperluas pemahaman tentang peran kecerdasan spiritual dalam pembelajaran sekaligus memberikan rekomendasi praktis untuk pendidikan yang lebih holistik dan berkelanjutan.

Read online
File size415.69 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test