STIETRIBHAKTISTIETRIBHAKTI

JURNAL KEWIRAUSAHAAN, AKUNTANSI DAN MANAJEMEN TRI BISNISJURNAL KEWIRAUSAHAAN, AKUNTANSI DAN MANAJEMEN TRI BISNIS

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio keuangan terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia pada periode pasca-transisi 2022–2024. Variabel independen yang diuji meliputi Capital Adequacy Ratio (CAR), Non-Performing Financing (NPF), Financing to Deposit Ratio (FDR), dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dengan Return on Equity (ROE) sebagai variabel dependen. Penelitian menggunakan metode regresi data panel Random Effect Model (REM) pada 10 Bank Umum Syariah dengan 30 unit observasi selama periode 2022–2024. Hasil menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap ROE (F-stat = 28,4512; p = 0,0000) dengan koefisien determinasi sebesar 87,71%. Secara parsial, hanya BOPO yang berpengaruh negatif signifikan (β = −0,5594; p = 0,0000), sementara CAR, NPF, dan FDR tidak menunjukkan pengaruh signifikan pada periode ini. Temuan ini memberikan implikasi strategis bagi manajemen bank untuk memprioritaskan efisiensi operasional melalui digitalisasi layanan guna menjaga stabilitas laba ekuitas di era pasca-konsolidasi perbankan syariah Indonesia.

Penelitian ini menganalisis pengaruh rasio keuangan terhadap profitabilitas 10 Bank Umum Syariah di Indonesia periode pasca-transisi 2022–2024 menggunakan metode regresi data panel Random Effect Model dengan 30 unit observasi.Empat temuan utama dihasilkan dari penelitian ini.CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE, mencerminkan peran modal sebagai capital buffer regulasi bukan pengungkit laba pada fase stabilisasi pascakonsolidasi.BOPO berpengaruh negatif dan signifikan sebagai determinan dominan profitabilitas, dengan koefisien −0,5594 yang menegaskan bahwa efisiensi operasional adalah kunci keberlanjutan return ekuitas BUS.NPF tidak berpengaruh signifikan, mengkonfirmasi efektivitas manajemen risiko prudential pasca-pandemi yang didukung CKPN memadai.FDR tidak berpengaruh signifikan, mencerminkan fase konsolidasi di mana prioritas stabilitas likuiditas mendahului ekspansi intermediasi.Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan terhadap ROE dengan koefisien determinasi R² = 87,71% dan F-statistik = 28,4512.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak digitalisasi terhadap efisiensi operasional BUS secara lebih mendalam, khususnya dalam konteks penggunaan teknologi kecerdasan buatan dan platform digital. Selain itu, penelitian tentang korelasi antara kebijakan regulasi OJK dan struktur modal BUS dengan profitabilitas jangka panjang sangat relevan, terutama dalam menghadapi volatilitas ekonomi global. Terakhir, studi komparatif antara BUS dan Bank Umum Konvensional di Indonesia dapat memberikan wawasan tentang perbedaan pola pengelolaan risiko dan efisiensi operasional yang memengaruhi profitabilitas di era pasca-transisi.

  1. ANALISIS KINERJA PERBANKAN SYARIAH INDONESIA SEBELUM DAN SESUDAH MERGER | Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi,... doi.org/10.31955/mea.v7i3.3328ANALISIS KINERJA PERBANKAN SYARIAH INDONESIA SEBELUM DAN SESUDAH MERGER Jurnal Ilmiah Manajemen Ekonomi doi 10 31955 mea v7i3 3328
  2. Analysis of Financial Ratios on the Profitability of Islamic Commercial Banks in Indonesia: An Empirical... ejurnal.stietribhakti.ac.id/index.php/TRIBISNIS/article/view/754Analysis of Financial Ratios on the Profitability of Islamic Commercial Banks in Indonesia An Empirical ejurnal stietribhakti ac index php TRIBISNIS article view 754
  3. Analisis Determinan Atas Profitabilitas Bank Syariah Di Indonesia | Iman | Jurnal Akuntansi dan Keuangan... doi.org/10.35836/jakis.v10i1.280Analisis Determinan Atas Profitabilitas Bank Syariah Di Indonesia Iman Jurnal Akuntansi dan Keuangan doi 10 35836 jakis v10i1 280
Read online
File size356.02 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test