UBTUBT
Borneo Engineering: Jurnal Teknik SipilBorneo Engineering: Jurnal Teknik SipilPembangunan Base Transceiver Station berperan penting dalam memperluas konektivitas digital dan mendukung transformasi ekonomi, namun proses konstruksinya menghadirkan berbagai risiko mulai dari aspek teknis, finansial, hingga keselamatan kerja. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan memprioritaskan risiko pada proyek pembangunan Base Transceiver Station dengan metode Analytical Hierarchy Process berdasarkan data dari tinjauan pustaka, wawancara, dan kuesioner. Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko fisik memiliki bobot dominan, diikuti risiko desain, ekonomi, dan bencana alam, dengan hasil penilaian risiko dalam tingkat sedang ke tinggi. Analisis keselamatan kerja mengungkapkan bahwa risiko tertinggi terdapat pada pekerjaan pondasi, struktur menara, pabrikasi, serta elektrikal, di mana faktor sumber daya manusia dan metode kerja menjadi penyumbang dominan potensi kecelakaan. Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan Base Transceiver Station sangat ditentukan oleh efektivitas pengelolaan risiko fisik dan penerapan standar keselamatan kerja secara konsisten sehingga proyek dapat mencapai target waktu, biaya, kualitas, serta menjamin keselamatan tenaga kerja.
Studi ini menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dalam penilaian risiko pembangunan Base Transceiver Station (BTS) yang pada praktiknya merupakan proyek kompleks dengan tingkat risiko tinggi terhadap biaya, jadwal, mutu, serta keselamatan kerja.Untuk memperoleh pemetaan yang terukur, metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan dalam mengklasifikasikan sekaligus memprioritaskan risiko berdasarkan kajian literatur serta masukan pakar yang berpengalaman di bidang konstruksi telekomunikasi.Pendekatan ini memungkinkan setiap kategori risiko dianalisis secara sistematis sehingga dapat ditentukan tingkat urgensinya dalam proses pengendalian.Risiko terbagi ke dalam empat kategori utama, yaitu fisik, desain, ekonomi, dan bencana alam.Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko fisik memiliki bobot dominan, diikuti risiko desain, ekonomi, dan bencana alam, dengan hasil penilaian risiko dalam tingkat sedang ke tinggi.Risiko fisik terkait dengan aspek sumber daya manusia, material, metode, serta finansial.Kondisi ini menuntut adanya pengendalian konstruksi yang ketat, keandalan rantai pasok, serta peningkatan kapasitas tenaga kerja melalui pelatihan yang berkesinambungan.Selanjutnya, risiko desain dapat terjadi karena spesifikasi yang tidak lengkap, kesalahan dalam rancangan, maupun perubahan desain di tengah pelaksanaan.Hal tersebut memerlukan perencanaan awal yang matang, kolaborasi lintas pemangku kepentingan, serta mekanisme peer review sebelum implementasi.Risiko ekonomi perlu diperhatikan karena dampaknya terhadap stabilitas proyek akibat inflasi, kenaikan harga material, dan fluktuasi nilai tukar.Strategi mitigasi dapat dilakukan melalui klausul eskalasi harga, buffer keuangan, serta langkah-langkah hedging.Sementara itu, risiko bencana alam, meski tercatat dengan bobot terkecil, tetapi berpotensi menimbulkan kerugian besar, sehingga strategi respons yang tepat mencakup seleksi lokasi pembangunan, rekayasa ketangguhan struktur, serta penyediaan asuransi komprehensif.Analisis keselamatan memperlihatkan bahwa risiko tertinggi terjadi pada pekerjaan struktur menara, pekerjaan pondasi, proses pabrikasi, dan pekerjaan elektrikal.Karena faktor manusia menjadi aspek dominan, integrasi sistem keselamatan kerja menjadi keharusan mutlak.Upaya yang dilakukan antara lain penerapan alat pelindung diri (APD), briefing harian, inspeksi peralatan, penggunaan safety harness, penerapan prosedur lock-out/tag-out, serta pengaturan jalur kendaraan dan alat berat.Dengan strategi respons yang terstruktur, pengalokasian tanggung jawab yang jelas pada Project Manager maupun Project Director, serta penanaman budaya keselamatan yang konsisten, pembangunan BTS dapat terlaksana lebih terjamin dalam aspek waktu, biaya, mutu, dan terutama keselamatan pekerja.
Berdasarkan hasil studi, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi risiko fisik, khususnya terkait dengan sumber daya manusia, material, dan metode konstruksi. Kedua, studi lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi mitigasi risiko desain yang efektif, termasuk dalam menangani perubahan desain dan kesalahan perencanaan. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi strategi-strategi hedging dan manajemen risiko finansial yang dapat diterapkan dalam proyek pembangunan BTS untuk mengurangi dampak inflasi dan fluktuasi nilai tukar. Dengan demikian, studi lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko dan keselamatan kerja pada proyek pembangunan Base Transceiver Station.
- A Scientometric Analysis of Studies on Risk Management in Construction Projects. analysis studies risk... mdpi.com/2075-5309/12/9/1342A Scientometric Analysis of Studies on Risk Management in Construction Projects analysis studies risk mdpi 2075 5309 12 9 1342
- Studi Pengelolaan Risiko dan Keselamatan Kerja pada Proyek Pembangunan Base Transceiver Station | Borneo... doi.org/10.35334/be.v9i3.251Studi Pengelolaan Risiko dan Keselamatan Kerja pada Proyek Pembangunan Base Transceiver Station Borneo doi 10 35334 be v9i3 251
- A Hierarchical Analysis Method for Evaluating the Risk Factors of Pile Foundation Construction for Offshore... doi.org/10.3390/su16187906A Hierarchical Analysis Method for Evaluating the Risk Factors of Pile Foundation Construction for Offshore doi 10 3390 su16187906
- Risk Management Practices in the Purchasing System of an Automotive Company | MDPI. risk management practices... doi.org/10.3390/systems13060444Risk Management Practices in the Purchasing System of an Automotive Company MDPI risk management practices doi 10 3390 systems13060444
- Study on determining priority of Base Transceiver Station (BTS) constr. study determining priority base... doi.org/10.1201/9781003131465-35Study on determining priority of Base Transceiver Station BTS constr study determining priority base doi 10 1201 9781003131465 35
| File size | 519.81 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
UNSULBARUNSULBAR Metode multidimensional scaling pada pemetaan karakteristik di wilayah Provinsi Kalimantan Utara berada dalam kriteria baik, berdasarkan nilai STREES yaituMetode multidimensional scaling pada pemetaan karakteristik di wilayah Provinsi Kalimantan Utara berada dalam kriteria baik, berdasarkan nilai STREES yaitu
STKIPSILIWANGISTKIPSILIWANGI Faktor pendukung meliputi dukungan kelembagaan, kompetensi pendidik, sarana prasarana, dan kolaborasi peserta didik, sedangkan faktor penghambat mencakupFaktor pendukung meliputi dukungan kelembagaan, kompetensi pendidik, sarana prasarana, dan kolaborasi peserta didik, sedangkan faktor penghambat mencakup
STKIPSILIWANGISTKIPSILIWANGI Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, danPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan
STIKESPAMENANGSTIKESPAMENANG Beberapa penyebab terjadinya gempa bumi adalah adanya sumber panas bumi, meletusnya gunung berapi, dan pergerakan lempeng. Oleh karena itu kegiatan praBeberapa penyebab terjadinya gempa bumi adalah adanya sumber panas bumi, meletusnya gunung berapi, dan pergerakan lempeng. Oleh karena itu kegiatan pra
UNESAUNESA Teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan validasi media oleh ahli. Sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII-ATeknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan validasi media oleh ahli. Sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII-A
UNISANUNISAN Strategi ini bertujuan menciptakan desa wisata yang berkelanjutan, memberdayakan masyarakat, menjaga lingkungan, dan melestarikan budaya. Desa Wisata SukunanStrategi ini bertujuan menciptakan desa wisata yang berkelanjutan, memberdayakan masyarakat, menjaga lingkungan, dan melestarikan budaya. Desa Wisata Sukunan
LPPM UNBAJALPPM UNBAJA Hasil analisis HOR fase 1 mengidentifikasi lima strategi mitigasi risiko terbaik yaitu: memberitahu dengan jelas persyaratan dan format dokumen penawaranHasil analisis HOR fase 1 mengidentifikasi lima strategi mitigasi risiko terbaik yaitu: memberitahu dengan jelas persyaratan dan format dokumen penawaran
UNDIPUNDIP Perancangan MWS ini menggunakan mikrokontroler Arduino ATMega 2560. Parameter cuaca yang diukur pada MWS meliputi suhu dan kelembaban udara menggunakanPerancangan MWS ini menggunakan mikrokontroler Arduino ATMega 2560. Parameter cuaca yang diukur pada MWS meliputi suhu dan kelembaban udara menggunakan
Useful /
UNESAUNESA Respon guru dan siswa menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis lingkungan di luar kelas memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna.Respon guru dan siswa menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis lingkungan di luar kelas memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna.
UNESAUNESA Oleh sebab itu penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) mempunyai kelebihan dalam proses pembelajaran akan lebih menarik, karenaOleh sebab itu penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) mempunyai kelebihan dalam proses pembelajaran akan lebih menarik, karena
UNESAUNESA Penelitian ini menegaskan bahwa aplikasi Mabar IPS efektif meningkatkan keterlibatan dan semangat belajar pada mata pelajaran IPS, serta dapat menjadiPenelitian ini menegaskan bahwa aplikasi Mabar IPS efektif meningkatkan keterlibatan dan semangat belajar pada mata pelajaran IPS, serta dapat menjadi
UNESAUNESA Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran ex-situ (problem based learning) dengan kemampuan literasi baca tulis memberikan hasil yangPenelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran ex-situ (problem based learning) dengan kemampuan literasi baca tulis memberikan hasil yang