UNSULBARUNSULBAR

SAINTIFIKSAINTIFIK

Upaya penanggulangan kemiskinan tidak cukup hanya berorientasi pada penurunan jumlah penduduk miskin tetapi juga harus mempertimbangkan karakteristik kemiskinan yang berbeda pada setiap wilayah. Di Provinsi Kalimantan Utara, karakteristik kemiskinan pada masing-masing kabupaten/kota menunjukkan variasi yang cukup signifikan. Hal ini dikarenakan, Kalimantan Utara merupakan provinsi yang terdiri atas kawasan perkotaan, pedesaan, pesisir serta daerah perbatasan dan pedalaman yang memiliki tingkat aksebilitas dan pembangunan yang berbeda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di setiap kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara, dengan menerapkan metode multidimensional scaling (MDS).

Metode multidimensional scaling pada pemetaan karakteristik di wilayah Provinsi Kalimantan Utara berada dalam kriteria baik, berdasarkan nilai STREES yaitu 5,264% dan nilai 𝑅𝑆𝑄 > 0,6 yaitu 0,99134 yang berarti model penskalaan layak untuk mewakili data input.Pemetaan karakteristik indikator-indikator yang mempengaruhi kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara berdasarkan kedekatan posisi antara beberapa wilayah dengan indikator menunjukan bahwa Kabupaten Bulungan memiliki karakteristik kemiskinan yang lebih berkaitan dengan persalinan oleh tenaga kesehatan (𝑋10).Kota Tarakan memiliki karakteristik kemiskinan dengan pekerja sektor formal (𝑋6), pekerja sektor pertanian (𝑋7), dan akses air bersih(𝑋12).Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tanah Tidung memiliki kemiripan karakteristik kemiskinan yakni cenderung berkaitan dengan penggunaan alat KB (𝑋9).Sedangkan Kabupaten Nunukan meskipun berada relatif dekat dengan Kabupaten Malinau dan Tanah Tidung, tetapi posisinya lebih rendah pada dimensi dua yang mengindikasikan bahwa karakteristik kemiskinan di Kabupaten Nunukan masih memiliki kemiripan dengan kedua wilayah tersebut, namun terdapat perbedaan pada beberapa indikator yang menyebabkan posisinya terpisah pada dimensi kedua.Karakteristik kemiskinan yang lebih berkaitan dengan Kabupaten Nunukan adalah rendahnya pendidikan (𝑋1) dan tingginya pekerja sektor informal (𝑋5).Hasil ini menunjukkan bahwa kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara memiliki pola yang beragam antarwilayah sehingga kebijakan penanggulangan kemiskinan perlu dirancang berdasarkan karakteristik daerah dengan mempertimbangkan faktor dominan yang mempengaruhi kemiskinan di masing-masing kabupaten/kota.Hasil pemetaan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan prioritas program dan mengarahkan alokasi sumber daya agar kebijakan dapat lebih terarah sesuai kondisi lokal.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi karakteristik kemiskinan di setiap kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara. Selain itu, studi komparatif antara provinsi-provinsi lain di Indonesia dapat dilakukan untuk memahami pola-pola kemiskinan yang berbeda dan mengembangkan strategi penanggulangan yang lebih efektif. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak kebijakan penanggulangan kemiskinan yang telah diterapkan di Provinsi Kalimantan Utara dan mengevaluasi efektivitasnya dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Read online
File size482.88 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test