UINMADURAUINMADURA

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: GhancaranJurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Ghancaran

Penelitian ini mengkaji nilai-nilai ekologis dalam cerpen digital berbasis web dan implementasinya dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Data penelitian diambil dari tiga cerpen berjudul Penyumbang Sampah ke Sungai, Rumahku Kebanjiran, dan Banjir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan ekologi sastra untuk mengidentifikasi nilai-nilai ekologis yang terkandung dalam cerpen tersebut. Hasil penelitian secara efektif menunjukkan bahwa cerpen-cerpen menggambarkan dampak perilaku manusia terhadap lingkungan, seperti pencemaran, deforestasi, dan banjir. Nilai-nilai ekologis dalam cerpen dapat diimplementasikan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kesadaran siswa, memperkuat keterampilan berpikir kritis, dan mendorong tindakan nyata dalam menjaga kelestarian alam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sastra digital berbasis ekologi dapat menjadi media yang relevan dan efektif dalam pembelajaran bahasa dan sastra, sekaligus mendukung pendidikan lingkungan di sekolah.

Cerpen digital berbasis web berhasil menggambarkan dampak negatif perilaku manusia terhadap lingkungan, seperti pencemaran, banjir, dan deforestasi.Cerpen-cerpen ini tidak hanya menggambarkan kerusakan fisik tetapi juga dampak emosional dan sosial yang dirasakan oleh tokoh-tokohnya, sehingga mampu meningkatkan kesadaran ekologis pembaca.Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen digital memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai media edukasi dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, khususnya dalam membangun kesadaran lingkungan siswa.Implementasi nilai-nilai ekologis dalam cerpen digital berbasis web dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia memberikan dampak signifikan dalam membangun kesadaran lingkungan siswa dan mendorong generasi muda untuk lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap alam.

1) Membangun platform interaktif berbasis digital untuk mengajak siswa menciptakan cerita pendek ekologis yang menggambarkan isu lingkungan lokal, sehingga meningkatkan keterlibatan dan pemahaman mereka. 2) Mengintegrasikan teknologi augmented reality (AR) dalam pembelajaran sastra untuk memvisualisasikan dampak ekologis secara dinamis, seperti simulasi banjir akibat polusi atau deforestasi. 3) Mengembangkan program kolaborasi antara sekolah dan komunitas setempat untuk menerapkan solusi lingkungan berdasarkan cerita yang dipelajari, misalnya melalui proyek penanaman pohon atau kampanye kebersihan sungai.

Read online
File size262.48 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test