UINMADURAUINMADURA

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: GhancaranJurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Ghancaran

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekolinguistik kritis dalam video Pandawara Group pembersih sampah dalam perspektif Teun A. van Dijk. Penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis metode analisis isi. Sumber data yang digunakan adalah ujaran anggota Pandawara di Instagram. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan teknik catat. Kemudian, untuk teknik analisis data yang digunakan terdiri dari lima tahapan, yakni menonton video di instagram Pandawara Group, menyimak video, mengidentifikasi (penentuan data), mengklasifikasi data (pengelompokan), mendeskripsikan (penggambaran data disertai referensi yang sesuai). Hasil dari penelitian ini adalah berupa tiga data dalam dimensi teks diantarnya, (1) Struktur Makro (Tematik), (2) Superstruktur (Skematik) dan (3) Struktur Mikro (Semantik). Ketiga data tersebut yaitu, (1) “Percaya atau tidak masih banyak oknum warga masyarakat yang membuang sampah sembarangan terutama ke sungai, (2) “orang-orang jangan buang sampah sembarangan dong hei! Trashbarrier jadi jebol dan (3) Banyak masyakarat yang menjadikan sungai ini sebagai tempat membuang limbah atau sampah rumah tangga mereka itu sendiri.

Penelitian ini menunjukkan bahwa analisis ekolinguistik kritis dalam video Pandawara Group pembersih sampah dapat mengungkap struktur teks yang mencerminkan kesadaran lingkungan.Temuan menunjukkan bahwa pesan lingkungan disampaikan melalui struktur makro, superstruktur, dan mikro yang saling terkait.Penelitian ini juga membuktikan bahwa pendekatan Teun A.Van Dijk efektif dalam mengidentifikasi hubungan antara bahasa, kekuasaan, dan lingkungan.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengkaji dampak video lingkungan lainnya dengan pendekatan ekolinguistik kritis untuk membandingkan strategi komunikasi yang digunakan. Kedua, studi tentang peran media sosial dalam memperkuat kesadaran lingkungan dapat dilakukan dengan fokus pada interaksi antara konten video dan audiens. Ketiga, penelitian dapat mengembangkan model analisis ekolinguistik kritis yang lebih terperinci untuk mengevaluasi efektivitas pesan lingkungan dalam berbagai format media. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang bagaimana bahasa dan struktur naratif dalam media digital dapat memengaruhi perilaku masyarakat terhadap isu lingkungan.

Read online
File size569.09 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test