IPDNIPDN

TRANSFORMASI: Jurnal Manajemen PemerintahanTRANSFORMASI: Jurnal Manajemen Pemerintahan

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah bergeser dari agenda inovasi teknis menjadi isu tata kelola yang memengaruhi pengambilan keputusan publik, penyelenggaraan layanan, kapasitas organisasi, akuntabilitas, dan hak warga negara. Namun, literatur yang berkembang masih tersebar pada bidang sistem informasi, administrasi publik, ilmu komputer, hukum, dan studi kebijakan. Penelitian ini memetakan struktur intelektual dan evolusi tematik riset global mengenai AI dalam tata kelola sektor publik melalui analisis bibliometrik terhadap 263 artikel jurnal berbahasa Inggris yang terindeks Scopus pada periode 2021-2025. Bibliometrix/Biblioshiny dan VOSviewer digunakan untuk menganalisis dinamika publikasi, frekuensi kata kunci, ko-occurence, posisi tematik, dan hubungan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bidang yang berkembang cepat dan semakin terdiferensiasi. AI menjadi jangkar konseptual utama, sedangkan sektor publik, kebijakan publik, administrasi publik, teknologi etis, tata kelola, dan pengambilan keputusan menjadi tema penghubung utama. Peta tematik menunjukkan digital transformation, decision making, dan public sector sebagai motor themes; public policy dan ethical technology sebagai arus tata kelola yang semakin maju; sementara algorithmic accountability, automation, dan decision-support systems masih merupakan tema yang berkembang atau belum terintegrasi kuat. Artikel ini berpendapat bahwa bidang ini bergerak dari literatur yang berpusat pada adopsi menuju literatur tata kelola institusional. Empat ketegangan analitis diidentifikasi untuk agenda penelitian mendatang: kapasitas versus kontrol, efisiensi versus keadilan, otomatisasi versus diskresi, serta inovasi versus legitimasi demokratis.

Studi ini memetakan lanskap penelitian terkini tentang kecerdasan buatan dalam tata kelola sektor publik menggunakan corpus bibliometrik yang terdiri dari 263 artikel jurnal terindeks Scopus yang diterbitkan antara tahun 2021 dan 2025.Hasilnya menunjukkan bahwa bidang ini berkembang dengan cepat dan semakin terdiferensiasi.Kecerdasan buatan tetap menjadi jangkar konseptual utama, tetapi tema-tema utama yang mengelilinginya adalah sektor publik, kebijakan publik, administrasi publik, tata kelola, teknologi etis, dan pengambilan keputusan.Studi ini menunjukkan transisi dari literatur yang berpusat pada adopsi teknologi menuju literatur yang lebih fokus pada tata kelola institusional.Empat ketegangan analitis diidentifikasi sebagai fokus penelitian mendatang.kapasitas versus kontrol, efisiensi versus keadilan, otomatisasi versus diskresi, dan inovasi versus legitimasi demokratis.Kesimpulannya, kecerdasan buatan dapat menciptakan nilai publik, tetapi hanya jika kinerja teknis diimbangi dengan kapasitas organisasi, jaminan hukum, pengawasan manusia, dan aksesibilitas bagi warga negara untuk memperoleh perbaikan.

Berdasarkan analisis bibliometrik dan temuan dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan:. . 1. Pengembangan model kemampuan AI sektor publik: Penelitian mendatang dapat fokus pada pengembangan model kemampuan AI yang komprehensif untuk sektor publik. Model ini harus mencakup definisi masalah, pengelolaan data, kompetensi pengadaan, penilaian hukum dan etika, literasi staf, pengawasan manusia, dan kapasitas perbaikan bagi warga negara. Model ini akan membantu mengidentifikasi agensi yang tidak hanya memiliki kemampuan AI, tetapi juga dapat menggunakannya secara bertanggung jawab.. . 2. Bukti kausal tentang hasil: Penelitian selanjutnya harus berfokus pada bukti kausal tentang hasil penggunaan AI dalam sektor publik. Studi longitudinal, studi kasus komparatif, penelusuran proses, dan eksperimen lapangan dapat digunakan untuk menyelidiki bagaimana AI mengubah kinerja. Hasil penelitian harus mencakup tidak hanya waktu pemrosesan dan biaya, tetapi juga distribusi kesalahan, pengalaman warga negara dan pegawai, diskresi, dan hasil banding. Nilai publik harus diukur di berbagai dimensi.. . 3. Penelitian adaptasi organisasi: Para peneliti dapat menyelidiki bagaimana organisasi publik beradaptasi dengan sistem AI. Studi ini harus menyelidiki bagaimana peran baru diciptakan, alur kerja diubah, keterampilan dikembangkan, koordinasi antar unit dilakukan, dan hubungan dengan vendor dinegosiasikan. Pertanyaan kunci adalah bagaimana organisasi publik belajar untuk mengendalikan sistem algoritmik sambil mempertahankan akuntabilitas dan memori institusional.. . Dengan menggabungkan metode bibliometrik, studi komparatif, survei, wawancara, eksperimen, dan analisis data administratif, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman kita tentang tata kelola AI dalam sektor publik dan membantu mengembangkan praktik-praktik yang bertanggung jawab dan efektif.

  1. Artificial Intelligence in Public Sector Governance: A Bibliometric Analysis of Global Research Trends... ejournal.ipdn.ac.id/JTP/article/view/6473Artificial Intelligence in Public Sector Governance A Bibliometric Analysis of Global Research Trends ejournal ipdn ac JTP article view 6473
Read online
File size738.44 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test