PHARMACONMWPHARMACONMW

Jurnal Pharmacia Mandala WaluyaJurnal Pharmacia Mandala Waluya

Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tanaman lokal yang kaya protein dan berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kadar protein pada serbuk daun kelor dan produk protein bar berbasis daun kelor menggunakan metode Kjeldahl. Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu konsentrasi serbuk daun kelor pada formulasi protein bar yang terdiri atas F0 (0%), F1 (10%), F2 (15%), dan F3 (20%) dengan tiga kali replikasi. Analisis kadar protein dilakukan melalui tahapan destruksi, destilasi, dan titrasi metode Kjeldahl, kemudian data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk daun kelor memiliki kadar nitrogen sebesar 3,17% dan kadar protein sebesar 19,82%. Pada protein bar, kadar protein meningkat seiring penambahan konsentrasi serbuk daun kelor, yaitu F0 sebesar 7,12%, F1 sebesar 8,2%, F2 sebesar 8,61%, dan F3 sebesar 9,14%. Hasil organoleptik menunjukkan bahwa penambahan serbuk daun kelor memengaruhi warna dan aroma produk, namun tidak memengaruhi tekstur. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, sedangkan uji homogenitas menunjukkan data tidak homogen sehingga analisis lanjut menggunakan metode Games-Howell. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar perlakuan (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian, penambahan serbuk daun kelor terbukti meningkatkan kadar protein protein bar dan berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional tinggi protein berbasis bahan lokal.

Penelitian ini menunjukkan bahwa serbuk daun kelor mengandung kadar protein yang tinggi dan dapat meningkatkan kandungan protein pada produk protein bar.Penambahan serbuk daun kelor berpengaruh terhadap warna dan aroma produk, tetapi tidak mengubah tekstur.Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antar perlakuan, membuktikan efektivitas metode Kjeldahl dalam mengevaluasi kadar protein.Hasil ini mendukung pengembangan pangan fungsional berbasis bahan lokal untuk meningkatkan nilai gizi.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut tentang pengaruh konsentrasi serbuk daun kelor yang lebih tinggi pada sifat fisikokimia produk protein bar, seperti kelembaban dan stabilitas selama penyimpanan. Kedua, penelitian tentang potensi penggunaan bahan pengganti lokal lainnya dalam formulasi protein bar untuk meningkatkan variasi nutrisi dan daya terima sensorik. Ketiga, studi tentang dampak jangka panjang konsumsi protein bar berbasis daun kelor terhadap kesehatan masyarakat, termasuk efek pada kadar hemoglobin dan fungsi pencernaan. Penelitian ini dapat memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan produk pangan fungsional yang lebih berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi.

  1. FORMULASI SNACK BAR BERBASIS TEPUNG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca Linn) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG DAUN... doi.org/10.30602/pnj.v2i1.476FORMULASI SNACK BAR BERBASIS TEPUNG PISANG KEPOK Musa paradisiaca Linn DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG DAUN doi 10 30602 pnj v2i1 476
  2. ANALISIS KADAR NITROGEN DALAM PUPUK UREA PRILL DAN GRANULE MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL DI PT PUPUK ISKANDAR... ejurnalunsam.id/index.php/JQ/article/view/2639ANALISIS KADAR NITROGEN DALAM PUPUK UREA PRILL DAN GRANULE MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL DI PT PUPUK ISKANDAR ejurnalunsam index php JQ article view 2639
  3. Evaluasi Kadar Protein Proses Produksi Protein Bar Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Dengan Metode Kjeldahl... doi.org/10.54883/jpmw.v5i3.682Evaluasi Kadar Protein Proses Produksi Protein Bar Daun Kelor Moringa oleifera L Dengan Metode Kjeldahl doi 10 54883 jpmw v5i3 682
Read online
File size1.37 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test