PHARMACONMWPHARMACONMW

Jurnal Pharmacia Mandala WaluyaJurnal Pharmacia Mandala Waluya

Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% kulit jeruk Gerga Lebong ke dalam bentuk sediaan gel serta mengevaluasi sifat fisiknya. Kulit jeruk Gerga Lebong merupakan limbah pertanian yang mengandung flavonoid dan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai bahan aktif topikal. Ekstrak diformulasikan dalam empat formula dengan konsentrasi 0% (F0), 1% (F1), 1,5% (F2), dan 2% (F3) menggunakan HPMC sebagai basis gel. Evaluasi fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki bentuk semi padat, homogen, pH, daya sebar, dan daya lekat yang memenuhi persyaratan sediaan gel topikal. Nilai viskositas seluruh formula masih berada dalam rentang yang dapat diterima untuk sediaan gel, meskipun mengalami penurunan seiring peningkatan konsentrasi ekstrak. Perbedaan konsentrasi ekstrak memengaruhi warna, aroma, viskositas, dan daya sebar sediaan. Berdasarkan hasil evaluasi fisik dan uji hedonik, formula F3 merupakan formula terbaik karena memenuhi seluruh parameter fisik yang dipersyaratkan serta menunjukkan tingkat kesukaan panelis tertinggi pada parameter bentuk/tekstur, warna, dan aroma.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ekstrak etanol 70% kulit jeruk Gerga Lebong berhasil diformulasikan menjadi sediaan gel topikal berbasis HPMC dengan karakteristik fisik yang baik.Seluruh formula memenuhi persyaratan homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas yang dapat diterima untuk sediaan gel topikal.Variasi konsentrasi ekstrak etanol 70% kulit Jeruk Gerga Lebong berpengaruh terhadap karakteristik fisik sediaan, terutama warna, aroma, viskositas dan daya lekat.Berdasarkan hasil evaluasi fisik dan uji hedonik F3 (2%) merupakan formula terbaik karena memenuhi seluruh parameter fisik yang disyaratkan serta menunjukkan tingkat kesukaan panelis tertinggi pada parameter bentuk/tekstur, warna, dan bau.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada penggunaan pelarut alternatif seperti air atau campuran air-etanol untuk mengurangi dampak lingkungan dari etanol 70%. Selain itu, formulasi gel dengan variasi konsentrasi ekstrak yang lebih tinggi (di atas 2%) dapat diuji untuk mengevaluasi stabilitas jangka panjang dan efektivitas penghantaran senyawa bioaktif. Penelitian juga bisa menggabungkan ekstrak kulit jeruk Gerga Lebong dengan bahan alami lain, seperti minyak atsiri atau ekstrak daun obat, untuk meningkatkan aktivitas antioksidan dan efek terapeutik sediaan gel. Selanjutnya, studi tentang pengaruh suhu penyimpanan terhadap stabilitas fisik dan kimia sediaan gel juga penting untuk memastikan kualitas produk. Dengan pendekatan ini, formulasi gel berbasis bahan alami dapat dikembangkan menjadi produk farmasi yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

  1. Pengembangan dan Evaluasi Stabilitas Formulasi Gel yang Mengandung Etil p-metoksisinamat | Pharmaceutical... journal.uinjkt.ac.id/index.php/pbsj/article/view/12688Pengembangan dan Evaluasi Stabilitas Formulasi Gel yang Mengandung Etil p metoksisinamat Pharmaceutical journal uinjkt ac index php pbsj article view 12688
  2. Formulasi dan Evaluasi Gel Ekstrak Etanol 70% Kulit Jeruk Gerga Lebong | Jurnal Pharmacia Mandala Waluya.... jurnal-pharmaconmw.com/jpmw/index.php/jpmw/article/view/706Formulasi dan Evaluasi Gel Ekstrak Etanol 70 Kulit Jeruk Gerga Lebong Jurnal Pharmacia Mandala Waluya jurnal pharmaconmw jpmw index php jpmw article view 706
Read online
File size849.39 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test