PHARMACONMWPHARMACONMW

Jurnal Pharmacia Mandala WaluyaJurnal Pharmacia Mandala Waluya

Kebutuhan parfum berbasis air dan menggunakan bahan pewangi minyak atsiri alami sangat diperlukan karena parfum berbasis alkohol dan bahan pewangi sintetis cenderung membuat kulit kering dan iritasi. Namun, minyak atsiri alami bersifat hidrofobik sehingga tidak larut dalam air. Untuk mengatasi masalah ini teknologi nanopartikel telah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi nanopartikel minyak atsiri apel merah yang dikembangkan untuk formulasi nanoparfum berbasis air. Sintesis dilakukan dengan menggunakan teknik atomisasi dan polimer PEG-40 HCO digunakan sebagai surfaktan. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa konsentrasi minyak atsiri yang digunakan saat sintesis sangat mempengaruhi banyaknya populasi nanopartikel yang dihasilkan, mempengaruhi distribusi ukurannya, diameter rata-rata dan potensial zeta. Diameter rata-rata nanopartikel yang dihasilkan adalah ≤ 296,7 nm. Potensial zetanya terentang dari -1,4 mV sampai -5,4 mV, yang tergolong sangat rendah dan mengindikasikan stabilitas elektrostatik yang lemah. Pada sebagian formula, ditemukan terbentuknya dua populasi nanopartikel dengan ukuran yang berbeda secara signifikan, yang merupakan temuan penting dalam penelitian ini. Penelitian ini berada pada tahap sintesis dan karakterisasi nanopartikel, belum mencakup evaluasi performa parfum seperti stabilitas aroma atau uji sensorik.

Pada penelitian ini, nanoparfum berbasis air berbahan nanopartikel minyak atsiri apel merah yang dienkapsulasi polimer PEG-40 HCO, telah berhasil disintesis.Diameter rata-rata dan potensial zeta nanopartikel yang dihasilkan, masing-masing adalah ≤ 296,7 nm dan -1,4 mV sampai -5,4 mV.Pengaruh empat ragam konsentrasi minyak atsiri apel merah yang digunakan pada saat sintesis (4 mL, 6 mL, 8 mL, dan 10 mL, yang masing-masing dicampur ke dalam 1 mL polimer PEG-40 HCO) terhadap karakteristik nanopartikel yang dihasilkan, telah diinvestigasi.Konsentrasi minyak atsiri apel merah yang digunakan mempengaruhi populasi nanopartikel yang terbentuk.Ketika konsentrasi minyak atsiri yang digunakan rendah, 4 mL, nanopartikel yang dihasilkan berpopulasi tunggal, sementara ketika menggunakan konsentrasi 6 mL, 8 mL, dan 10 mL, nanopartikel yang dihasilkan berpopulasi ganda.Ditemukan juga bahwa konsentrasi minyak atsiri yang digunakan sangat mempengaruhi besar diameter rata-rata dan standar deviasi nanopartikel.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi stabilitas jangka panjang nanoparfum berbasis air untuk memastikan daya tahan aroma dan kinerja dalam kondisi lingkungan berbeda. Selain itu, eksplorasi alternatif surfaktan non-ionik yang lebih efektif dalam meningkatkan potensial zeta dan stabilitas koloid nanopartikel juga perlu dilakukan. Terakhir, penelitian dapat mengkaji aplikasi nanopartikel minyak atsiri apel merah dalam produk kosmetik lain seperti losion atau pelembap untuk mengeksplorasi potensi penggunaan yang lebih luas.

Read online
File size1.4 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test