CENDEKIA UTAMA KUDUSCENDEKIA UTAMA KUDUS
Cendekia Journal of PharmacyCendekia Journal of PharmacySediaan krim tabir surya keefektifitasannya dapat dilihat pada nilai Sun Protection factor (SPF) yang tertera pada label produknya, dimana nilai SPF diartikan sebagai hasil bagi dari jumlah energi UV yang dibutuhkan untuk mencapai minimal erythema dose (MED) pada kulit yang dilindungi oleh suatu tabir surya dengan jumlah energi UV yang dibutuhkan untuk mencapai MED pada kulit yang tidak diberikan perlindungan. Oleh karena itu, penentuan efikasi sediaan yang mengandung tabir surya sangat penting untuk melihat kepatuhan produsen kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kadar nilai SPF pada kosmetik krim yang beredar di Kota Pati. Sampel A, B, C, D, E diuji denganspektrofotometer secara in vitro dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dari panjang gelombang 290-320 nm tiap 5 nm dan diukur absorbsinya, dilakukan replikasi tiga kali berturut-turut, selanjutnya dihitung dengan persamaan Mansur. Diikuti dengan uji stabilitas fisik krim yaitu organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan daya lekat.Uji sifat fisik krim pada pada uji organoleptis dan uji homogenitas memenuhi syarat yang uji yang ditetapkan. Hasil uji daya sebar krim, sediaan krim yang memiliki daya sebar paling besar berturut-turut krim B, krim A, krim D, krim E, terakhir krim C. Hasil uji daya lekat krim, sediaan krim yang memiliki daya lekat paling besar berturut-turut krim D, C, B, E dan A. Pada uji SPF didapatkan produk A pelarut etanol dan etil asetat mendekati nilai SPF label, pada pelarut kloroform melebihi SPF label. Sedangkan pada krim B, C, D dan E hasil percobaan dibawah nilai label SPF sediaan.Krim tabir surya yang beredar di Kota Pati mempunyai hasil nilai SPF yang berbeda dengan yang tertera pada kemasan saat dilakukan uji nilai SPF dengan spektrofotometri UV-Vis.
Pada uji organoleptis dan uji homogenitas memenuhi syarat yang uji yang ditetapkan.Pada uji daya sebar krim pada krim A dan krim B memenuhi syarat uji daya sebar yang baik sedangkan krim C, D, E tidak memenuhi syarat uji daya sebar yang baik, dan pada uji daya lekat krim semua krim sampel tidak memenuhi syarat uji daya lekat yang baik.Kelima produk krim yang diuji yaitu krim A, B, C, D, dan E mencantumkan nilai SPF yang tidak sesuai dengan SPF label.
Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada identifikasi kandungan bahan aktif tabir surya pada krim yang beredar di pasaran untuk memastikan kesesuaian dengan klaim pada label. Selain itu, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh formulasi krim terhadap efektivitas SPF, termasuk pengaruh jenis pelarut dan konsentrasi bahan aktif. Pengembangan metode analisis yang lebih akurat dan sensitif, seperti metode diffuse transmittance, juga penting untuk memastikan hasil pengukuran SPF yang lebih tepat dan dapat diandalkan. Terakhir, penelitian mengenai stabilitas SPF krim tabir surya dalam kondisi penyimpanan yang berbeda dapat memberikan informasi penting bagi produsen untuk memastikan kualitas produk selama masa simpan.
| File size | 178.7 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UnwahasUnwahas Review ini bertujuan menentukan konsentrasi ekstrak dan gelling agent yang paling efektif pada formula emulgel. Metode yang digunakan adalah studi literaturReview ini bertujuan menentukan konsentrasi ekstrak dan gelling agent yang paling efektif pada formula emulgel. Metode yang digunakan adalah studi literatur
UnwahasUnwahas Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi mempengaruhi daya sebar dan daya lekat sediaan. Hasil uji aktivitas antioksidan dan antibakteriHasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi mempengaruhi daya sebar dan daya lekat sediaan. Hasil uji aktivitas antioksidan dan antibakteri
UnwahasUnwahas Asam lemak tak jenuh terutama asam oleat dan asam palmitat, yang terdapat pada minyak alpukat bermanfaat untuk penyembuhan luka, melembabkan kulit, antioksidanAsam lemak tak jenuh terutama asam oleat dan asam palmitat, yang terdapat pada minyak alpukat bermanfaat untuk penyembuhan luka, melembabkan kulit, antioksidan
CENDEKIA UTAMA KUDUSCENDEKIA UTAMA KUDUS Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas anti-penuaan dari fraksi n-heksan, etil asetat, butanol, dan air dari ekstrak etanol 60% rumput lautPenelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas anti-penuaan dari fraksi n-heksan, etil asetat, butanol, dan air dari ekstrak etanol 60% rumput laut
UNSOEDUNSOED Pelarut untuk fraksinasi menggunakan n-heksana, etil asetat, dan air. Aktivitas tabir surya sampel diuji secara in vitro menggunakan spektrofotometri UVPelarut untuk fraksinasi menggunakan n-heksana, etil asetat, dan air. Aktivitas tabir surya sampel diuji secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV
STIK SAMSTIK SAM Sediaan lotion tabir surya dibuat sebanyak 8 run dengan rentang konsentrasi setil alkohol 2-5% dan propilen glikol 7-10%. Komposisi setil alkohol dan propilenglikolSediaan lotion tabir surya dibuat sebanyak 8 run dengan rentang konsentrasi setil alkohol 2-5% dan propilen glikol 7-10%. Komposisi setil alkohol dan propilenglikol
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Ekstraksi dilakukan dengan metanol, dilanjutkan fraksinasi menggunakan n-heksana dan diklorometana. Fraksi diklorometana dipilih untuk tahap pemisahanEkstraksi dilakukan dengan metanol, dilanjutkan fraksinasi menggunakan n-heksana dan diklorometana. Fraksi diklorometana dipilih untuk tahap pemisahan
UNSRATUNSRAT Uji stabilitas dilakukan menggunakan metode cycling test selama 6 siklus dengan menguji kembali sifat fisiknya. Hasil pengujian sifat fisik (siklus 0)Uji stabilitas dilakukan menggunakan metode cycling test selama 6 siklus dengan menguji kembali sifat fisiknya. Hasil pengujian sifat fisik (siklus 0)
Useful /
CENDEKIA UTAMA KUDUSCENDEKIA UTAMA KUDUS Karakteristik fisik sediaan facial wash gel ekstrak etanol 96% wortel (Daucus carota L. Perlu dilakukan pengujian aktivitas antibakteri pada sediaan facialKarakteristik fisik sediaan facial wash gel ekstrak etanol 96% wortel (Daucus carota L. Perlu dilakukan pengujian aktivitas antibakteri pada sediaan facial
UNSOEDUNSOED Aktivitas antibakteri dievaluasi dengan metode difusi agar terhadap Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, Bacillus subtilis, Shigella flexneri, dan EscherichiaAktivitas antibakteri dievaluasi dengan metode difusi agar terhadap Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, Bacillus subtilis, Shigella flexneri, dan Escherichia
CENDEKIA UTAMA KUDUSCENDEKIA UTAMA KUDUS Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara statistik Chi square dan dilanjutkan dengan mengetahui kekuatan hubungan. Hasil penelitian bahwa SIFITAData yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara statistik Chi square dan dilanjutkan dengan mengetahui kekuatan hubungan. Hasil penelitian bahwa SIFITA
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD The application of the Molymod-assisted CORE learning model demonstrably improved student learning outcomes in affective, psychomotor, and cognitive domains.The application of the Molymod-assisted CORE learning model demonstrably improved student learning outcomes in affective, psychomotor, and cognitive domains.