IPDNIPDN

TRANSFORMASI: Jurnal Manajemen PemerintahanTRANSFORMASI: Jurnal Manajemen Pemerintahan

Keberlanjutan inovasi publik tetap menjadi tantangan kritis dalam reformasi tata kelola kontemporer, karena banyak inisiatif gagal bertahan melampaui fase implementasi awalnya. Literatur mainstream administrasi publik secara dominan menjelaskan keberlanjutan melalui pendekatan manajerial dan institusional formal yang berakar pada paradigma Barat, dengan menekankan pada regulasi, stabilitas kepemimpinan, kapasitas organisasi, dan mekanisme akuntabilitas. Namun, perspektif tersebut tidak memadai untuk menjelaskan variasi daya tahan inovasi di berbagai sistem tata kelola yang dicirikan oleh hibriditas institusional, dinamika legitimasi kontekstual, dan hubungan negara-masyarakat yang kompleks. Berdasarkan eksplorasi literatur secara sistematis dan sintesis interpretatif terhadap karya ilmiah dari tahun 2000 hingga 2025, yang dilengkapi dengan teori institusional dasar, studi ini menggunakan desain konseptual kualitatif untuk merekonseptualisasi keberlanjutan sebagai proses sosio-institusional dan konfigurasional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa daya tahan inovasi muncul dari penyelarasan dinamis antara institusionalisasi kontekstual, kapasitas manajerial yang adaptif, dukungan sumber daya yang berkelanjutan, dan tata kelola kolaboratif, yang dimediasi oleh legitimasi sosial dan keterikatan (embeddedness). Oleh karena itu, keberlanjutan bukan sekadar stabilisasi administratif, melainkan sebuah proses reproduksi institusional yang berkelanjutan dalam suatu ekologi tata kelola. Dengan mengintegrasikan mekanisme mediasi relasional dan kontekstual ke dalam pendekatan institusional, studi ini memperluas teori inovasi publik dan menawarkan model analisis yang lebih sensitif terhadap konteks untuk menjelaskan variasi keberlanjutan di berbagai sistem tata kelola yang beragam.

Keberlanjutan inovasi publik tidak hanya bergantung pada struktur institusional formal, tetapi juga pada legitimasi sosial, kapasitas manajerial adaptif, dukungan sumber daya, dan tata kelola kolaboratif.Studi ini menunjukkan bahwa inovasi yang berkelanjutan muncul dari interaksi dinamis antara faktor-faktor kontekstual dan relasional.Untuk meningkatkan keberlanjutan, penting untuk memperkuat keterlibatan masyarakat, memperluas sumber daya, serta membangun hubungan yang saling mendukung antara pemerintah dan aktor lainnya.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh nilai lokal terhadap keberlanjutan inovasi publik, analisis perbedaan model tata kelola kolaboratif di berbagai wilayah, serta evaluasi dampak kepemimpinan berkelanjutan dalam konteks non-Barat. Selain itu, penelitian dapat mengkaji bagaimana mekanisme mediasi relasional memengaruhi adaptasi inovasi dalam lingkungan administratif yang kompleks. Terakhir, studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana kebijakan yang berbasis konteks dapat meningkatkan ketahanan inovasi publik di tengah perubahan politik dan ekonomi.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/10.1007/s10961-024-10101-wClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer 10 1007 s10961 024 10101 w
  2. Institutionalisation of urban climate adaptation: three municipal experiences in Spain | Buildings &... journal-buildingscities.org/articles/10.5334/bc.208Institutionalisation of urban climate adaptation three municipal experiences in Spain Buildings journal buildingscities articles 10 5334 bc 208
Read online
File size624.12 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test