STIAMISTIAMI
Reformasi AdministrasiReformasi AdministrasiDirektorat Prasarana Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan merupakan instansi vital yang mengelola prasarana sektor perkeretaapian. Untuk melaksanakan tugas tersebut, dibutuhkan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Disiplin Kerja, dan Kompensasi bagi pegawai. Namun, observasi menunjukkan bahwa Pengembangan Sumber Daya Manusia, Disiplin Kerja, dan Kompensasi bagi pegawai belum optimal, diduga mengakibatkan kinerja pegawai belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia, Disiplin Kerja, dan Kompensasi, baik secara parsial maupun simultan, terhadap kinerja pegawai pada Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif, dilakukan di Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dari April hingga Juli 2024, dengan sampel sebanyak 59 responden menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda dengan bantuan SPSS version 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pengembangan Sumber Daya Manusia, Disiplin Kerja, dan Kompensasi secara signifikan memengaruhi kinerja pegawai.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pengembangan Sumber Daya Manusia, Disiplin Kerja, dan Kompensasi memiliki pengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian.Pengembangan SDM berpengaruh sebesar 30,2%, disiplin sebesar 25,7%, dan kompensasi sebesar 13,1% terhadap kinerja pegawai.Secara simultan, ketiga variabel tersebut memiliki pengaruh positif sebesar 47,2% terhadap kinerja pegawai.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan lebih fokus pada peningkatan kualitas pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan organisasi. Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang memengaruhi kinerja pegawai, seperti motivasi kerja, kepemimpinan, dan lingkungan kerja. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan membandingkan pengaruh variabel-variabel tersebut pada berbagai unit kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan area yang perlu ditingkatkan. Studi lebih lanjut juga dapat mengeksplorasi bagaimana implementasi kebijakan kompensasi yang lebih adil dan kompetitif dapat meningkatkan kinerja dan retensi pegawai.
- How the Impact of Work Discipline, Work Environment and Transformational Leadership on Employee Performance:... iiste.org/Journals/index.php/EJBM/article/view/50796How the Impact of Work Discipline Work Environment and Transformational Leadership on Employee Performance iiste Journals index php EJBM article view 50796
- PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN | Farhah | Jurnal Online Program... ojs.uho.ac.id/index.php/JOPSPE/article/view/13326PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN Farhah Jurnal Online Program ojs uho ac index php JOPSPE article view 13326
| File size | 661.24 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
STMIKIBASTMIKIBA Secara simultan, motivasi dan supervisi mempengaruhi kinerja petugas parkir. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan motivasi kerja dan penguatan supervisiSecara simultan, motivasi dan supervisi mempengaruhi kinerja petugas parkir. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan motivasi kerja dan penguatan supervisi
DJOURNALSDJOURNALS Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem pendukung keputusan (SPK) sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan untuk proses pemilihan ketua BKMPenelitian ini bertujuan untuk membangun sistem pendukung keputusan (SPK) sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan untuk proses pemilihan ketua BKM
UNISSULAUNISSULA Evaluasi efektivitas sistem penghargaan secara berkala untuk memastikan pencapaian tujuannya. Untuk memotivasi karyawan untuk mencapai kinerja optimal,Evaluasi efektivitas sistem penghargaan secara berkala untuk memastikan pencapaian tujuannya. Untuk memotivasi karyawan untuk mencapai kinerja optimal,
UNCMUNCM Namun dalam perjalanan manajemen sumber daya manusia dalam pendidikan memiliki begitu banyak tantangan yang harus diberika solusi konkret sehingga terjadiNamun dalam perjalanan manajemen sumber daya manusia dalam pendidikan memiliki begitu banyak tantangan yang harus diberika solusi konkret sehingga terjadi
LITERASISAINSLITERASISAINS Perencanaan peningkatan mutu pendidikan di SMA Muhammadiyah Selong dilakukan melalui program, langkah perencanaan, dan indikator mutu. Faktor yang mempengaruhiPerencanaan peningkatan mutu pendidikan di SMA Muhammadiyah Selong dilakukan melalui program, langkah perencanaan, dan indikator mutu. Faktor yang mempengaruhi
STIAMISTIAMI Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai sebagai organisasi pendidikan juga berkomitmen untuk mengembangkan sumber daya manusia, dalam hal ini dosen, agar menjadiUniversitas Sang Bumi Ruwa Jurai sebagai organisasi pendidikan juga berkomitmen untuk mengembangkan sumber daya manusia, dalam hal ini dosen, agar menjadi
TRANSPUBLIKATRANSPUBLIKA Iklim organisasi dan motivasi kerja masing‑masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (t‑hit > t‑tabel). Secara simultan,Iklim organisasi dan motivasi kerja masing‑masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (t‑hit > t‑tabel). Secara simultan,
TRANSPUBLIKATRANSPUBLIKA Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Binjai dengan thitung > ttabel (2. 030) danBudaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Binjai dengan thitung > ttabel (2. 030) dan
Useful /
STMIKIBASTMIKIBA Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kompetensi dan disiplin kerja sangat penting untuk mengoptimalkan kepuasan pasien di Rumah Sakit Taman HarapanPenelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kompetensi dan disiplin kerja sangat penting untuk mengoptimalkan kepuasan pasien di Rumah Sakit Taman Harapan
STMIKIBASTMIKIBA Penelitian ini menyimpulkan bahwa era otomasi telah menimbulkan krisis kemanusiaan di tempat kerja digital, di mana teknologi telah berubah dari alat menjadiPenelitian ini menyimpulkan bahwa era otomasi telah menimbulkan krisis kemanusiaan di tempat kerja digital, di mana teknologi telah berubah dari alat menjadi
TRANSPUBLIKATRANSPUBLIKA Sedangkan nilai t tabel untuk jumlah observasi sebanyak 40 dengan tingkat signifikansi 5% dan derajat kebebasan (dk) = 37 diperoleh 2,02619, sehingga diperolehSedangkan nilai t tabel untuk jumlah observasi sebanyak 40 dengan tingkat signifikansi 5% dan derajat kebebasan (dk) = 37 diperoleh 2,02619, sehingga diperoleh
TRANSPUBLIKATRANSPUBLIKA Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari hasil perhitungan diperoleh nilai thitung > t tabel (5. 354 > 1. 687) dan nilai signifikasi 0,000 < 0,05, sehinggaHasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari hasil perhitungan diperoleh nilai thitung > t tabel (5. 354 > 1. 687) dan nilai signifikasi 0,000 < 0,05, sehingga