UINSAIDUINSAID

JENIUS: Journal of Education Policy and Elementary Education IssuesJENIUS: Journal of Education Policy and Elementary Education Issues

Perkembangan teknologi digital telah mengubah praktik pendidikan, khususnya di pendidikan menengah, dengan mendorong integrasi alat audio-visual ke dalam instruksi kelas. Studi ini mengeksplorasi persepsi guru sekolah menengah terhadap alat audio-visual dan membandingkan instruksi berbasis proyektor multimedia dengan metode papan tulis tradisional di Distrik Kot Addu, Pakistan Selatan. Desain penelitian kuantitatif digunakan dengan kuesioner struktural yang diberikan kepada 500 guru sekolah menengah. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji t independen, dan analisis ukuran efek Cohens d. Hasil menunjukkan bahwa guru secara umum menganggap alat audio-visual sebagai sumber daya berharga untuk meningkatkan instruksi kelas, meskipun persepsi bervariasi antar distrik. Instruksi berbasis proyektor multimedia mendapat penilaian signifikan lebih tinggi daripada metode papan tulis tradisional (t(138) = –2.88, p = .005, d = 0.73), menunjukkan preferensi bermakna untuk pembelajaran didukung teknologi. Perbedaan signifikan juga ditemukan berdasarkan jenis kelamin, dengan guru perempuan melaporkan persepsi lebih positif terhadap alat audio-visual dibandingkan guru laki-laki (t(118) = –2.45, p = .016, d = 0.80). Kesimpulan menekankan pentingnya media instruksi digital dalam memfasilitasi transisi dari pengajaran konvensional ke lingkungan pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian merekomendasikan memperkuat kompetensi digital guru, pengembangan profesional berkelanjutan, dan memastikan akses setara ke teknologi pendidikan di seluruh sekolah.

Studi ini menunjukkan bahwa guru sekolah menengah secara umum menganggap alat audio-visual sebagai sumber daya berharga untuk meningkatkan instruksi kelas.Meskipun persepsi bervariasi antar distrik, guru secara konsisten mengakui manfaat integrasi media digital ke dalam pengajaran.Instruksi berbasis proyektor multimedia mendapat penilaian signifikan lebih tinggi daripada metode papan tulis tradisional, menunjukkan preferensi untuk pembelajaran didukung teknologi.Guru perempuan juga melaporkan persepsi lebih positif terhadap alat audio-visual dan penggunaan proyektor multimedia dibandingkan guru laki-laki, dengan analisis ukuran efek menunjukkan perbedaan bermakna secara pendidikan.Temuan ini menekankan pentingnya memperkuat pembelajaran berbasis teknologi melalui fasilitas multimedia yang memadai, akses setara ke sumber daya digital, dan pengembangan profesional berkelanjutan yang meningkatkan kompetensi digital dan keterampilan pedagogis guru.Sebaliknya, proyektor multimedia sebaiknya melengkapi metode konvensional untuk mendorong pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang penggunaan proyektor multimedia terhadap pencapaian akademik siswa dan literasi digital. Selain itu, studi tentang perbedaan gender dalam adopsi teknologi pendidikan di wilayah dengan infrastruktur yang berbeda dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi persepsi guru. Penelitian juga dapat memfokuskan pada peran dukungan institusional dalam pengembangan kompetensi digital guru, termasuk evaluasi program pelatihan profesional yang efektif. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, peneliti dapat memahami lebih baik tantangan praktis dan solusi inovatif dalam integrasi teknologi pendidikan. Selain itu, penelitian tentang penggunaan alat audio-visual dalam konteks pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran berbasis masalah dapat menunjukkan potensi baru dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman konseptual.

Read online
File size380.74 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test