SIBERPUBLISHERSIBERPUBLISHER

Jurnal Humaniora, Ekonomi Syariah dan MuamalahJurnal Humaniora, Ekonomi Syariah dan Muamalah

Tari Zapin merupakan bentuk seni pertunjukan Melayu yang memperlihatkan kuatnya hubung antara masyarakat Melayu dengan tradisi Arab-Islam. Hubungan tersebut terlihat pada cara Gerak tubuh, repetisi, kostum, dan ruang pertunjukan dimaknai sebagai bagian dari sistem spiritual dan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses akulturasi spiritualitas Sufi dalam tari Zapin Melayu serta menjelaskan bagaimana unsur-unsur mistik dan transendental yang menekankan adab, kesopanan, keteraturan, dan harmoni kolektif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif melalui studi pustaka dan wawancara dengan seniman, budayawan, serta akademisi yang memiliki pengetahuan mengenai tari Melayu dan tari Sufi. Data diolah melalui analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara tari Sufi dan Zapin tidak terletak pada kesamaan bentuk gerak secara langsung, tetapi pada penggunaan tubuh, ritme, repetisi, musik, dan kostum sebagai media pembentukan pengalaman dan makna. Dalam tari Sufi, repetisi gerak berfungsi sebagai teknologi spiritual menuju ekstase, pelepasan ego, dan kedekatan dengan Tuhan. Dalam Zapin, prinsip tersebut mengalami seleksi, lokalisasi, dan reinterpretasi menjadi mekanisme disiplin tubuh, keteraturan sosial, kesopanan, dan identitas Melayu-Islam. Proses ini disebut sebagai epistemic translation, yaitu penerjemahan pengalaman metafisik Sufi ke dalam kode sosial-estetis Melayu. Dengan demikian, tari Zapin merupakan hasil akulturasi yang mentransformasikan zikir tubuh menjadi adab sosial tanpa sepenuhnya menghilangkan pondasi spiritual Islam.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan antara spiritualitas Sufi dan tari Zapin Melayu terletak pada penggunaan tubuh, gerak repetitif, ritme, musik, dan kostum sebagai media pengalaman spiritual dan sosial.Akulturasi ini menggeser orientasi mistik-transendental Sufi menjadi nilai sosial-estetis Melayu yang menekankan adab, kesopanan, keteraturan, dan harmoni kolektif, sebuah proses yang disebut epistemic translation, tercermin pada gerak dan kostum Zapin.Selain itu, tari Zapin juga berfungsi multidimensional sebagai sistem budaya yang mengintegrasikan aspek religius, edukatif, sosial, identitas, estetika, politik, ekonomi, dan transformasi psikologis dalam masyarakat Melayu.

Penelitian lanjutan dapat secara mendalam menelaah bagaimana konsep epistemic translation – yaitu penerjemahan pengalaman metafisik Sufi ke dalam kode sosial-estetis Melayu – benar-benar dihayati dan dipahami oleh penari dan penonton tari Zapin di era modern. Studi ini bisa menggunakan pendekatan etnografi mendalam dan wawancara partisipatif untuk menggali perspektif subyektif mereka, melihat apakah kesadaran akan nilai spiritual dan adab sosial dari tarian tersebut masih kuat di tengah generasi muda yang terpapar berbagai budaya. Selanjutnya, penting juga untuk mengkaji bagaimana perkembangan digitalisasi, pariwisata, dan industri ekonomi kreatif memengaruhi integritas dan pemaknaan spiritual tari Zapin. Apakah adaptasi untuk tujuan komersial atau promosi di media sosial justru mengikis nilai-nilai asli yang menekankan kesopanan dan keteraturan tubuh, atau justru menciptakan bentuk ekspresi baru yang relevan? Penelitian ini dapat menganalisis konten digital tari Zapin serta persepsi pelaku budaya dan pasar. Terakhir, untuk melengkapi pemahaman tentang akulturasi spiritual dalam seni pertunjukan Melayu, disarankan untuk melakukan studi komparatif dengan bentuk seni pertunjukan Islam lainnya di kawasan Asia Tenggara. Dengan membandingkan bagaimana tradisi spiritual, seperti Sufisme, diakulturasi dan diterjemahkan ke dalam bentuk seni tari atau pertunjukan lain di luar Zapin, kita bisa mengidentifikasi pola-pola umum dan kekhasan lokal dalam pembentukan identitas seni-budaya Islam di wilayah ini, serta memahami potensi dan tantangan pelestariannya di masa depan.

  1. Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Humaniora, Ekonomi Syariah dan Muamalah (Juli - September 2026) | Jurnal... siberpublisher.org/JHESM/issue/view/60Vol 4 No 3 2026 Jurnal Humaniora Ekonomi Syariah dan Muamalah Juli September 2026 Jurnal siberpublisher JHESM issue view 60
  2. Tafsir Tari Zapin Arab dan Melayu dalam Masyarakat Melayu | Hidajat | Journal of Education, Humaniora... mahesainstitute.web.id/ojs2/index.php/jehss/article/view/935Tafsir Tari Zapin Arab dan Melayu dalam Masyarakat Melayu Hidajat Journal of Education Humaniora mahesainstitute ojs2 index php jehss article view 935
Read online
File size186.89 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test