BTPBTP

JURNAL MATA PARIWISATAJURNAL MATA PARIWISATA

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program konservasi mangrove terhadap kualitas lingkungan dalam destinasi ekowisata Kabupaten Bintan. Dengan pertumbuhan pariwisata yang cepat, menjaga keseimbangan ekologis menjadi sangat penting. Menggunakan pendekatan kuantitatif kausal asosiatif, penelitian ini melibatkan sampel 76 responden dari populasi total 304 pengunjung dan pemangku kepentingan. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan diproses menggunakan regresi linier sederhana. Temuan menunjukkan efek positif yang signifikan, seperti yang ditunjukkan oleh persamaan regresi Y = 25,763 0,299X. Analisis statistik menghasilkan nilai t sebesar 4,149, melebihi ambang nilai t tabel sebesar 1,990 (p < 0,05), yang mengonfirmasi bahwa inisiatif konservasi secara efektif meningkatkan kualitas habitat. Selain itu, koefisien determinasi (R²) sebesar 0,189 menunjukkan bahwa upaya konservasi menjelaskan 18,9% peningkatan kualitas lingkungan, dengan faktor eksternal lainnya bertanggung jawab atas sisanya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mengintegrasikan penanaman kembali dengan pendidikan ekowisata sangat penting untuk menjaga ekosistem pesisir Bintan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Program Konservasi Mangrove memiliki pengaruh yang nyata dan signifikan terhadap peningkatan kualitas lingkungan di Kabupaten Bintan.Berdasarkan hasil uji t (4,149) dan nilai koefisien determinasi (R² = 0,189), setiap upaya pelestarian yang dilakukan berkontribusi langsung pada pemulihan ekosistem pesisir.Rekomendasi strategis untuk meningkatkan kualitas lingkungan di Bintan meliputi.(1) Penguatan kelembagaan, membentuk UPTD khusus untuk pengelolaan kawasan konservasi perairan guna meningkatkan proses manajemen.(2) Integrasi teknologi, menggunakan teknologi pemantauan polusi dan rehabilitasi yang lebih maju di area bekas tambang.(3) Pemberdayaan ekonomi, mengembangkan program Planting Tourism (wisata menanam) yang menggabungkan rekreasi dengan kontribusi terhadap lingkungan.(4) Kepastian tenurial dilakukan dengan pemetaan spasial lahan untuk mengurangi konflik pemanfaatan dan memastikan keberlanjutan area konservasi.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan model pengelolaan kunjungan yang lebih berkelanjutan di destinasi skala lokal, seperti desa/kampung wisata atau kawasan pantai yang berpotensi mengalami kepadatan pada musim puncak. Penelitian ini dapat mengestimasi daya tampung fisik destinasi (physical carrying capacity/PCC) sebagai batas awal berbasis ruang, menyesuaikan PCC dengan faktor pembatas lingkungan dan operasional, menilai aspek sosial melalui persepsi kepadatan, kualitas pengalaman, dan penerimaan warga terhadap pariwisata, serta merumuskan rekomendasi penjadwalan kunjungan, penyebaran arus wisata, dan penguatan tata kelola/partisipasi yang berbasis bukti. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi dampak sosial dan ekonomi dari program konservasi mangrove, serta mengukur keberlanjutan ekosistem pesisir Bintan dalam jangka panjang.

  1. Nilai Ekonomi Ekosistem Mangrove di Kelurahan Kawal Kabupaten Bintan | Jurnal Akuatiklestari. nilai ekonomi... doi.org/10.31629/akuatiklestari.v5i2.4300Nilai Ekonomi Ekosistem Mangrove di Kelurahan Kawal Kabupaten Bintan Jurnal Akuatiklestari nilai ekonomi doi 10 31629 akuatiklestari v5i2 4300
  2. Sage Research Methods - Doing Focus Groups. sage research methods doing focus groups skip main content... doi.org/10.4135/9781849208956Sage Research Methods Doing Focus Groups sage research methods doing focus groups skip main content doi 10 4135 9781849208956
Read online
File size463.95 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test