UNIAUNIA

Maharot : Journal of Islamic EducationMaharot : Journal of Islamic Education

Pembelajaran hybrid di era digital ini dipandang sebagai alternatif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang fleksibel dan menyenangkan namun belum ada sebuah model pembelajarannya yang menjelaskan langkah-langkah (sintak) pembelajaran hybrid yang nantinya berpengaruh kepada pemilihan strategi, metode dan aspek penilaian. Salah satu model pembelajaran hybrid ialah UFL (Undika Futuristic Learning) yang memiliki sintak secara spesifik sehingga diharapkan implementasi pembelajaran hybrid bisa terarah secara jelas. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan implementasi dari model UFL pada mata kuliah pendidikan agama Islam di Universitas Dinamika Surabaya. Metode penelitian pada artikel ini menggunakan studi kasus, dengan teknik analisa dan penyusunan temuan secara sistematis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran UFL berbasis hybrid dengan strategi PBL dan metode pembelajaran case-based learning didukung dengan sintak UFL pada mata kuliah pendidikan agama Islam memberikan kesan dan dampak positif bagi perkembangan kognitif, afektif dan psikomotorik mahasiswa, sehingga secara pengetahuan mereka mampu berpikir kritis, dan inovatif. Secara afektif mereka mampu bekerjasama, tanggungjawab, belajar mandiri serta percaya diri. Dan secara psikomotorik mereka mampu berpikir kreatif dan terampil dalam menyusun dan menyampaikan solusinya secara maksimal. Dalam konteks ini maka pembelajaran dengan model UFL secara teori dan fakta sudah dapat mencakup ketiga ranah tersebut, sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai sesuai dengan kebutuhan era sekarang yang memang menetikberatkan kepada kemampuan pemecahan masalah sehingga mampu berpikir kritis, kreatif dan inovatif dalam bingkai kolaborasi.

Dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran UFL menekankan pada pembelajaran berbasis campuran (hybrid), dengan dukungan kelas beserta sarana prasarananya, LMS, sintak terdiri atas lima tahap, penentuan metode berbasis masalah, dan pembelajaran kontekstual berlandaskan paradigma konstruktivistik memberikan warna tersendiri kepada mahasiswa baik terhadap kompetensinya, maupun kesannya.Model pembelajaran UFL berhasil mencakup tiga ranah kompetensi mahasiswa (afektif, kognitif, dan psikomotorik) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai, tentu hal ini didukung dengan penerapan sintak UFL yang terdiri atas briefing, brainstorming, elaborating, constructing dan evaluating dengan didukung metode case-based learning dan strategi PBL.Kemudian, ditambah dengan pemberian kasus secara faktual, sehingga mahasiswa memiliki gambaran nyata bagaimana kasus itu terjadi, kenapa bisa terjadi, bagaimana penyebabnya, dan bagaimana solusinya serta rekomendasinya seperti apa.Dengan proses pembelajaran demikian, maka mahasiswa mampu berpikir kritis, kreatif dan inovatif dalam bingkai kolaborasi, akhirnya mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan, efektif serta efisien.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut dampak model pembelajaran UFL terhadap motivasi belajar mahasiswa. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas model UFL dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah mahasiswa. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis peran teknologi dalam mendukung implementasi model UFL dan bagaimana teknologi dapat meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa.

  1. The Role of Nizamiyah in the Development of Early Islamic Education | Romzi | Maharot : Journal of Islamic... ejournal.unia.ac.id/index.php/maharot/article/view/1652The Role of Nizamiyah in the Development of Early Islamic Education Romzi Maharot Journal of Islamic ejournal unia ac index php maharot article view 1652
Read online
File size814.42 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test