IAINGAWIIAINGAWI

Al-Mabsut : Jurnal Studi Islam dan SosialAl-Mabsut : Jurnal Studi Islam dan Sosial

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan faktor pendorong konflik manusia-gajah pasca bencana, serta merumuskan strategi mitigasi yang terintegrasi dengan Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif, penelitian ini dilakukan di Desa Karang Ampar, Kabupaten Aceh Tengah, sebuah wilayah yang mengalami isolasi parah akibat dampak Siklon Tropis Senyar pada November 2025. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan masyarakat terdampak dan pemangku kepentingan kunci, serta dokumentasi pendukung, dan dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa intensifikasi konflik manusia-gajah pasca bencana didorong oleh empat faktor utama: degradasi habitat dan kelangkaan pakan alami, perubahan koridor migrasi gajah, kerusakan infrastruktur mitigasi konflik, dan peningkatan kerentanan sosial-ekonomi masyarakat setempat. Bencana hidrometeorologis berfungsi sebagai peristiwa pemicu yang mempercepat pergeseran pola pergerakan gajah menuju permukiman manusia, sekaligus mengurangi kapasitas masyarakat untuk merespons konflik dengan aman dan adaptif. Penelitian ini merekomendasikan strategi mitigasi terintegrasi yang mencakup rehabilitasi habitat melalui Solusi Berbasis Alam, penguatan infrastruktur mitigasi tangguh bencana, pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi dan ketangguhan bencana, serta penguatan kerangka kebijakan institusional dan spasial. Pendekatan terintegrasi ini penting tidak hanya untuk mengurangi intensitas konflik manusia-gajah, tetapi juga untuk meningkatkan ketahanan sosial-ekologis pasca bencana di Aceh Tengah.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa intensifikasi konflik manusia-gajah pasca bencana hidrometeorologis di Kabupaten Aceh Tengah dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu degradasi habitat dan kelangkaan pakan, perubahan koridor migrasi, kerusakan infrastruktur mitigasi, dan peningkatan kerentanan sosial-ekonomi masyarakat.Bencana berfungsi sebagai peristiwa pemicu yang mempercepat pergerakan gajah ke permukiman manusia, sekaligus mengurangi kemampuan masyarakat untuk merespons konflik dengan aman dan adaptif.Oleh karena itu, pengelolaan konflik membutuhkan pendekatan terintegrasi yang mencakup rehabilitasi habitat berbasis Solusi Berbasis Alam, penguatan infrastruktur tangguh bencana, pemberdayaan masyarakat yang berakar pada konservasi dan ketangguhan, serta penguatan kebijakan institusional dan spasial untuk meningkatkan ketahanan sosial-ekologis secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan studi komparatif lintas wilayah untuk meningkatkan validitas dan generalisasi temuan, serta mengevaluasi efektivitas strategi mitigasi yang diusulkan. Kedua, penelitian selanjutnya dapat memanfaatkan teknologi seperti GPS tracking dan citra satelit untuk mendukung pengumpulan data dan pemantauan hewan. Ketiga, penting untuk mengintegrasikan pendekatan konservasi dan pengurangan risiko bencana dalam strategi mitigasi konflik manusia-gajah, dengan fokus pada rehabilitasi habitat, penguatan infrastruktur tangguh bencana, dan pemberdayaan masyarakat yang holistik.

Read online
File size301.06 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test