IIQIIQ
Al-Fanar : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan TafsirAl-Fanar : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan TafsirPenelitian tentang ulama di Kalimantan Barat penting dilakukan, karena penelitian tentang hal tersebut belum banyak diungkap atau diteliti oleh para peneliti. Berdasarkan alasan tersebut, maka peneliti tertarik untuk meneliti tema ini lebih jauh. Penelitian ini menggunakan teori genealogi pengetahuan dan dengan pendekatan sejarah. Kesimpulan dari artikel ini adalah pemikiran Muhammad Basiuni Imran banyak dipengaruhi oleh Muhammad Rasyid Ridha, terutama ide pembaharuan Islam, dan ide-ide tersebut diterapkannya di wilayah Sambas, khususnya pembaharuan dalam dunia pendidikan.
Muhammad Basiuni Imran merupakan tokoh legendaris Islam dari kabupaten Sambas, Kalimantan Barat yang cukup fenomenal di abad ke-20 M.Beliau hidup pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Syafiuddin II.Selama masa hidupnya beliau pernah mengenyam pendidikan di Timur Tengah, yaitu Makkah dan Mesir, dan ketika beliau pulang ke kampung halamannya Sambas, beliau diberikan sejumlah amanah penting baik dalam dunia akademik maupun kalangan kerajaan.Di dunia akademik, Muhammad Basiuni Imran pernah diberikan kepercayaan untuk mengelola Madrasah Sultaniyah yang kemudian dari madrasah ini melahirkan sejumlah sekolah lainnya.Dan melalui dunia akademik inilah beliau berusaha memvisualisasikan ide-ide pembaharuan Islam dari Muhammad Rasyid Ridha ke Kalimantan Barat.Sedangkan di Kesultanan Sambas, beliau – di antaranya diberikan amanah sebagai maharaja imam yang bertugas mengelola segala aktivitas keagamaan yang termasuk dalam ruang lingkup kesultanan Sambas.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang pengaruh pemikiran Muhammad Rasyid Ridha terhadap Muhammad Basiuni Imran dan bagaimana ide-ide pembaharuan Islam tersebut diterapkan di wilayah Sambas. Kedua, penting untuk menelusuri lebih lanjut bagaimana Muhammad Basiuni Imran menyuarakan dan merealisasikan gagasan reformasi pendidikan di Sambas, termasuk strategi dan tantangan yang dihadapi. Ketiga, penelitian lanjutan dapat berfokus pada kontribusi Muhammad Basiuni Imran dalam pengembangan lembaga-lembaga pendidikan Islam di Sambas, seperti Madrasah Sultaniyah, Sekolah Tarbiatoel Islam, dan Kulliyat al-Muballighin, serta dampaknya terhadap perkembangan pendidikan Islam di Kalimantan Barat.
| File size | 339.64 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
IIQIIQ Tulisan ini membahas konsep pendidikan iman dalam QS. Al-Mukminun. Fokus kajian dalam tulisan ini adalah penelusuran konsep pendidikan iman yang terkandungTulisan ini membahas konsep pendidikan iman dalam QS. Al-Mukminun. Fokus kajian dalam tulisan ini adalah penelusuran konsep pendidikan iman yang terkandung
UIN SGDUIN SGD Analisis naratif melacak bagaimana elemen ritual membentuk motivasi karakter dan pengembangan plot. Analisis semiotik menguraikan fungsi simbolis objek-objekAnalisis naratif melacak bagaimana elemen ritual membentuk motivasi karakter dan pengembangan plot. Analisis semiotik menguraikan fungsi simbolis objek-objek
UNISKA BJMUNISKA BJM Akhirnya Konstantinopel menyerah pada tanggal 28 Mei 1453. Keberhasilan Islam dalam Penaklukan Konstantinopel membawa Turki Usmani semakin maju dalam menguasaiAkhirnya Konstantinopel menyerah pada tanggal 28 Mei 1453. Keberhasilan Islam dalam Penaklukan Konstantinopel membawa Turki Usmani semakin maju dalam menguasai
ALHIKMAHJKTALHIKMAHJKT Implementasi pendekatan ini dalam pendidikan agama dan kebijakan publik berpotensi mengurangi sikap intoleran serta memperkuat kohesi sosial. Oleh karenaImplementasi pendekatan ini dalam pendidikan agama dan kebijakan publik berpotensi mengurangi sikap intoleran serta memperkuat kohesi sosial. Oleh karena
IIQIIQ Sedangkan telah jamak diketahui bahwa jumlah agama lokal jauh lebih banyak dari pada agama resmi di Indonesia. Hal ini sekaligus mempertegas bahwa semangatSedangkan telah jamak diketahui bahwa jumlah agama lokal jauh lebih banyak dari pada agama resmi di Indonesia. Hal ini sekaligus mempertegas bahwa semangat
IIQIIQ Penelitian ini juga mengungkapkan eksplanasi dari kitab tersebut dan menggali dari perspektif intertektualitas terhadap kitab al-kasyaf sebagai sumberPenelitian ini juga mengungkapkan eksplanasi dari kitab tersebut dan menggali dari perspektif intertektualitas terhadap kitab al-kasyaf sebagai sumber
IIQIIQ dan (3) menjadi bahan acuan untuk meningkatkan kreatifitas penafsir. Secara normatif, landasan hukum kritisisme penafsiran dapat dilacak dalam Al-Qurandan (3) menjadi bahan acuan untuk meningkatkan kreatifitas penafsir. Secara normatif, landasan hukum kritisisme penafsiran dapat dilacak dalam Al-Quran
IIQIIQ Kehadiran Nabi Muhammad juga menandai keberhasilan mengubah peradaban Jahiliyah pra-Islam yang Badawah menuju peradaban Hadharah yang lebih maju, sebagaimanaKehadiran Nabi Muhammad juga menandai keberhasilan mengubah peradaban Jahiliyah pra-Islam yang Badawah menuju peradaban Hadharah yang lebih maju, sebagaimana
Useful /
UNISKA BJMUNISKA BJM Air gambut yang seringkali menjadi sumber utama kebutuhan air di daerah tersebut memiliki karakteristik kandungan asam tinggi dan kualitas yang tidak memenuhiAir gambut yang seringkali menjadi sumber utama kebutuhan air di daerah tersebut memiliki karakteristik kandungan asam tinggi dan kualitas yang tidak memenuhi
UNISKA BJMUNISKA BJM Kepala sekolah juga menjalin kerja sama dengan tokoh masyarakat dan lembaga pendidikan lain untuk memperluas sumber daya dan jaringan dukungan. DenganKepala sekolah juga menjalin kerja sama dengan tokoh masyarakat dan lembaga pendidikan lain untuk memperluas sumber daya dan jaringan dukungan. Dengan
IIQIIQ 29 mengandung pesan utama untuk menjaga perdamaian dan dalam menyelesaikan masalah harus mengutamakan jalan damai dari pada berperang. Sikap keras para29 mengandung pesan utama untuk menjaga perdamaian dan dalam menyelesaikan masalah harus mengutamakan jalan damai dari pada berperang. Sikap keras para
IIQIIQ Ketiga unsur ini, baik îjâz, ithnâb, maupun musâwah, masing-masing memberikan implikasi makna yang berbeda-beda sesuai konteks pembicaraan dan kehendakKetiga unsur ini, baik îjâz, ithnâb, maupun musâwah, masing-masing memberikan implikasi makna yang berbeda-beda sesuai konteks pembicaraan dan kehendak