IIQIIQ
Al-Fanar : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan TafsirAl-Fanar : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan TafsirTulisan ini membahas konsep pendidikan iman dalam QS. Al-Mukminun. Fokus kajian dalam tulisan ini adalah penelusuran konsep pendidikan iman yang terkandung dalam QS. Al-Mukminun. Metode penulisan yang diterapkan dalam penulisan ini adalah metode tafsir maudhu`i (tematik), dengan menganalisis ayat-ayat Al-Quran yang terdapat dalam QS. Al-Mukminun untuk menemukan konsep pendidikan iman yang terkandung di dalamnya. Langkah-langkah metode tafsir maudhu`i yang dirumuskan oleh Abdul Hay Al-Farmawi. Dalam rumusan tersebut terdapat tujuh langkah dalam tafsir maudhui, yaitu dimulai dengan menentukan tema, dan mengumpulkan ayat yang berhubungan dengan tema, kemudian mengurutkan ayat berdasarkan konteks historis nya, lalu memahami munasabah ayat terkait dengan ayat lainnya, dan menyusun kerangka pembahasan yang sempurna, dan melengkapi pembahasan melalui kutipan hadits terkait, dan langkah terakhir mengkaji ayat-ayat terkait secara keseluruhan untuk menemukan satu konsep yang dikaji. Sumber data dalam artikel ini adalah al-Quran dan beberapa sumber sekunder, seperti kitab Al-Mujam al-Mufahras li alfaadzi Al Quran karya Muhammad Fuad Al-Baqi, beberapa buku dan artikel. Tulisan ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu berusaha untuk menggambarkan tentang suatu variable, gejala atau keadaan “apa adanya, dan tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu. Hasil dari tulisan ini adalah menemukan konsep pendidikan iman yang terkandung pada QS. Al-Mukminun.
Al-Mukminun yang menjadi tujuan dari pembahasan dalam penelitian ini disajikan berdasarkan susunan kerangka berpikir yang mencakup pandangan umum tentang iman, ayat tentang iman dalam al-Quran, dan analisis ayat tentang iman.Berdasarkan pandangan umum tentang iman diketahui bahwa iman berarti iman adalah membenarkan dalam hati, mengikrarkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan.Ciri-ciri orang beriman yang terdapat dalam QS.Al-Mukminun berjumlah sebanyak enam sifat, yaitu khusyu` dalam menunaikan shalat, tidak melakukan hal-hal yang sia-sia, menunaikan zakat, menjaga kehormatan, menunaikan amanah dan janji, serta memelihara shalatnya.
Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut konsep iman dalam QS. Al-Mukminun dengan menggunakan metode tafsir maudhu`i (tematik) dan membandingkan hasil analisis dengan metode-metode tafsir lainnya. (2) Melakukan penelitian kualitatif untuk memahami lebih dalam tentang konsep pendidikan iman dalam QS. Al-Mukminun dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. (3) Mengembangkan penelitian tentang hubungan antara iman dan pendidikan, serta bagaimana iman dapat menjadi dasar dalam pengembangan kurikulum pendidikan yang lebih holistik dan komprehensif.
- Konsep Amanah dalam Perspektif Pendidikan Islam | QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama. konsep... doi.org/10.37680/qalamuna.v12i2.389Konsep Amanah dalam Perspektif Pendidikan Islam QALAMUNA Jurnal Pendidikan Sosial dan Agama konsep doi 10 37680 qalamuna v12i2 389
- Fungsi Al-Qur'an bagi Manusia | Al-I’jaz : Jurnal Studi Al-Qur’an, Falsafah dan Keislaman.... doi.org/10.53563/ai.v1i2.21Fungsi Al Quran bagi Manusia Al IAojaz Jurnal Studi Al QurAoan Falsafah dan Keislaman doi 10 53563 ai v1i2 21
- PENERAPAN METODE MEMBACA ALQURAN PADA TPA DI KECAMATAN AMUNTAI UTARA (Studi pada metode Iqra dan metode... doi.org/10.35931/aq.v0i0.12PENERAPAN METODE MEMBACA ALQURAN PADA TPA DI KECAMATAN AMUNTAI UTARA Studi pada metode Iqra dan metode doi 10 35931 aq v0i0 12
- PENDIDIKAN KARAKTER PERSPEKTIF HAMKA | QATHRUNÂ. pendidikan karakter perspektif hamka qathrun tela... jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/qathruna/article/view/3534PENDIDIKAN KARAKTER PERSPEKTIF HAMKA QATHRUNyC pendidikan karakter perspektif hamka qathrun tela jurnal uinbanten ac index php qathruna article view 3534
| File size | 377.27 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
LITERASIKITAINDONESIALITERASIKITAINDONESIA Dan faktor dari luar siswa (eksternal) yaitu managemen waktu yang kurang tepat dan kurangnya guru dalam menggunakan metode belajar. Faktor penyebabnyaDan faktor dari luar siswa (eksternal) yaitu managemen waktu yang kurang tepat dan kurangnya guru dalam menggunakan metode belajar. Faktor penyebabnya
STISASABANGSTISASABANG Mufassir, who was an expert in the science of naḥwu, showed tendencies towards certain ideologies, but without winning over either side. The interpretationMufassir, who was an expert in the science of naḥwu, showed tendencies towards certain ideologies, but without winning over either side. The interpretation
STAI MASSTAI MAS Selain itu, kegiatan PkM ini memberikan inspirasi kepada pendidik untuk memberikan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Pada dasarnyaSelain itu, kegiatan PkM ini memberikan inspirasi kepada pendidik untuk memberikan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Pada dasarnya
UNIAUNIA Pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada para ustaz dan ustazah berhasil meningkatkan kemampuan mereka dalam menerapkan strategi mengajar yangPelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada para ustaz dan ustazah berhasil meningkatkan kemampuan mereka dalam menerapkan strategi mengajar yang
STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkanDengan menggunakan metode penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan
IAINFMPAPUAIAINFMPAPUA Dalam Islam, hadis, sebagai sumber ajaran kedua setelah al-Quran, menyajikan pedoman etika, moralitas, dan pedagogi yang berpotensi menjadi landasan bagiDalam Islam, hadis, sebagai sumber ajaran kedua setelah al-Quran, menyajikan pedoman etika, moralitas, dan pedagogi yang berpotensi menjadi landasan bagi
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Maka manusia tidak akan mampu untuk menggapainya. Sedangkan barat memandang bahwa ilmu itu bersumber dari akal dan panca indra manusia, selagi manusiaMaka manusia tidak akan mampu untuk menggapainya. Sedangkan barat memandang bahwa ilmu itu bersumber dari akal dan panca indra manusia, selagi manusia
ALJAMIAHALJAMIAH Perpaduan antara pelaksanaan ibadah secara intensif dan kontemplasi secara intuitif menghasilkan suatu pemikiran yang dialiri oleh penghayatan batin. DiaPerpaduan antara pelaksanaan ibadah secara intensif dan kontemplasi secara intuitif menghasilkan suatu pemikiran yang dialiri oleh penghayatan batin. Dia
Useful /
IIQIIQ an-Nahl [16]: 78, dalam tafsir al-Jawahir menitik beratkan kedudukannya sebagai qulūbun yaqilūna, yang pada dasarnya sudah masuk dalam penelitian inian-Nahl [16]: 78, dalam tafsir al-Jawahir menitik beratkan kedudukannya sebagai qulūbun yaqilūna, yang pada dasarnya sudah masuk dalam penelitian ini
IIQIIQ Walaupun memiliki alasan yang beragam dalam melarangnya, namun jika dibaca secara keseluruhan, pendapat para ahli tafsir mengarah bahwa homoseksual telahWalaupun memiliki alasan yang beragam dalam melarangnya, namun jika dibaca secara keseluruhan, pendapat para ahli tafsir mengarah bahwa homoseksual telah
UNIAUNIA Pendekatan ini dilakukan secara kolaboratif antara tim pengabdian, pemerintah desa, tokoh agama, dan lembaga pendidikan setempat. Hasil pengabdian menunjukkanPendekatan ini dilakukan secara kolaboratif antara tim pengabdian, pemerintah desa, tokoh agama, dan lembaga pendidikan setempat. Hasil pengabdian menunjukkan
UMAUMA 377 jiwa atau dengan laju pertumbuhan 11%; perkembangan sarana dan prasarana untuk perumahan permanen dan semi permanen bertambah 849 unit, perumahan non377 jiwa atau dengan laju pertumbuhan 11%; perkembangan sarana dan prasarana untuk perumahan permanen dan semi permanen bertambah 849 unit, perumahan non