IIQIIQ

Al-Fanar : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan TafsirAl-Fanar : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Artikel ini berusaha meneliti makna kata dīn yang terdapat pada surat al-Kafirun: 6 sebagai refleksi perdebatan mengenai batasan kriteria agama resmi dalam negara. Penulis menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes dalam menganalisa makna kata din yaitu dengan melihat dari aspek denotasi sebagai sistem linguistik dan aspek konotasi sebagai sistem mitologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian adalah pada sistem lingusitik kata dīn bermakna agama. Kemudian pada sistem mitologi kata din bermakna agama orang kafir Quraisy yang hanya punya konsep ketuhanan yang politeisme dan ritual ibadah. Mereka tidak memiliki konsep nabi dan kitab suci. Temuan ini menunjukan Al-Quran justru lebih inklusif dalam memberikan konstruksi kriteria batas agama. Secara tersirat surat al-Kafirun ayat 6 ini memberi pesan idiologi toleransi dan egaliter.

Menggali makna din pada surat al-Kafirun ayat 6 dengan menggunakan semiotika Roland Barthes membuktikan bahwa konstruksi batasan agama hanya berdasarkan dua aspek yaitu kepercayaan pada Tuhan dan mempunyai ritual ibadah sebagaimana yang dianut oleh masyarakat jahiliyah waktu itu.Meskipun model kepercayaan mereka pada Tuhan adalah politeisme, bahkan mereka melakukan ritual ibadah berdasarkan hawa nafsu serta mereka tidak memiliki konsep nabi dan kitab suci.Berdasarkan hasil temuan ini, jika dihadapkan dengan ketetapan negara mengenai rumusan kriteria agama resmi yang diakui, al-Quran justru lebih longgar dan inklusif.Sedangkan telah jamak diketahui bahwa jumlah agama lokal jauh lebih banyak dari pada agama resmi di Indonesia.Hal ini sekaligus mempertegas bahwa semangat yang dibawa oleh al-Qur›an adalah toleransi dan egaliter.

Penelitian ini dapat dikembangkan dengan menganalisis ayat-ayat lain dalam Al-Quran yang berkaitan dengan konsep din dan millah, serta mengkaji implikasi teologis dan sosial dari pemahaman ini. Selain itu, studi komparatif antara interpretasi Al-Quran dengan pemahaman agama-agama lain tentang konsep agama dapat memberikan perspektif yang lebih luas. Terakhir, penelitian lanjutan dapat fokus pada bagaimana pemahaman ini dapat diterapkan dalam konteks sosial kontemporer, khususnya dalam mempromosikan toleransi dan kesetaraan antar umat beragama.

Read online
File size426.32 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test