UNMER BAYAUNMER BAYA

Agricultural ScienceAgricultural Science

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan spesies jamur mikoriza arbuskular (JMA), menganalisis kepadatan spora, menilai tingkat kolonisasi JMA pada akar Pigafetta elata, serta mengevaluasi sifat fisik dan kimia tanah di habitatnya. Penelitian dilakukan dari Agustus hingga Oktober 2025. Sampel tanah dan akar Pigafetta elata dikumpulkan dari habitatnya di Desa Puroo, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, dan Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso. Analisis morfospesies JMA dan kepadatan spora dilakukan di Laboratorium Bioteknologi, Universitas Pertanian Bogor (IPB), sedangkan analisis sifat fisik dan kimia tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Puroo ditemukan tiga morfospesies JMA dari dua genus (Acaulospora dan Glomus) dengan kepadatan spora 5 spora per 20 gram tanah dan tingkat kolonisasi akar 49,56%. Sebaliknya, di Desa Sedoa ditemukan 17 morfospesies JMA dari tiga genus (Acaulospora, Glomus, dan Gigaspora) dengan kepadatan spora 47 spora per 20 gram tanah dan tingkat kolonisasi akar 45,84%. Perbedaan ini dikaitkan dengan kondisi edafik: Puroo memiliki pH tanah netral (6,30), kandungan karbon organik tinggi (4,15%), dan porositasi baik (55,86%), sedangkan Sedoa memiliki kondisi tanah asam (pH 4,48), kandungan karbon organik sedang (2,16%), dan porositasi lebih rendah (45,84%). Penelitian ini mengungkapkan adanya trade-off ekologis dalam komunitas JMA. Di habitat dengan kondisi tanah yang baik (Puroo), JMA mengalokasikan lebih banyak energi untuk kolonisasi akar. Sebaliknya, di habitat yang mengalami stres lingkungan (Sedoa), JMA memproduksi lebih banyak spora sebagai strategi bertahan hidup. Temuan ini memberikan informasi dasar untuk konservasi Pigafetta elata dan mendukung penggunaan JMA sebagai agen biologis dalam upaya restorasi ekosistem.

Berdasarkan hasil penelitian, keragaman JMA berbeda signifikan antara kedua habitat.Desa Puroo, yang memiliki kondisi tanah lebih subur (pH 6,30.porositasi 55,86%), menghasilkan hanya tiga morfospesies dari dua genus (Acaulospora dan Glomus), sedangkan Desa Sedoa, dengan kondisi tanah yang stres (pH 4,48.porositasi 45,84%), menghasilkan 17 morfospesies dari tiga genus (Acaulospora, Glomus, dan Gigaspora).Kepadatan spora di Sedoa (47 spora/20 gram tanah) hampir 10 kali lebih tinggi daripada di Puroo (5 spora/20 gram tanah) sebagai respons adaptif terhadap stres lingkungan.Tingkat kolonisasi akar berada dalam kategori sedang di kedua lokasi, dengan nilai sedikit lebih tinggi di Puroo (49,56%) dibandingkan Sedoa (45,84%) karena kondisi tanah Puroo lebih mendukung pertumbuhan hifa.Penelitian ini mengungkapkan adanya trade-off ekologis JMA.di bawah kondisi tanah yang baik, JMA menginvestasikan energi lebih pada kolonisasi akar dan pertukaran nutrisi simbiosis.di bawah kondisi stres, JMA meningkatkan produksi spora sebagai strategi bertahan hidup.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: (1) Mengidentifikasi spesies JMA secara molekuler dan faktor lingkungan yang mempengaruhi keseimbangan antara produksi spora dan kolonisasi akar. (2) Mempelajari peran JMA dalam kesuburan tanah dan menyebarkan pendidikan komunitas tentang pentingnya JMA dalam pengelolaan kawasan konservasi berbasis ekosistem. (3) Mengembangkan JMA lokal, khususnya genus Glomus dan Acaulospora, sebagai inokulan alami untuk restorasi lahan terdegradasi, serta genus Gigaspora yang toleran terhadap kondisi asam sebagai kandidat inokulan untuk lahan ekstrem.

  1. ANALISIS TINGKAT KEBERHASILAN TANAMAN REHABILITASI DI IPPKH PT. INDOMINCO MANDIRI BLOK 3 PETAK 7 PADA... ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/JAKT/article/view/8028ANALISIS TINGKAT KEBERHASILAN TANAMAN REHABILITASI DI IPPKH PT INDOMINCO MANDIRI BLOK 3 PETAK 7 PADA ejurnal untag smd ac index php JAKT article view 8028
  2. KOMPOSISI JENIS DAN STRUKTUR KOMUNITAS SERTA KEANEKARAGAMAN JENIS VEGETASI DI AREAL CAGAR ALAM BUKIT... e-journal.upr.ac.id/index.php/JHT/article/view/2170KOMPOSISI JENIS DAN STRUKTUR KOMUNITAS SERTA KEANEKARAGAMAN JENIS VEGETASI DI AREAL CAGAR ALAM BUKIT e journal upr ac index php JHT article view 2170
Read online
File size1.09 MB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test