REWANGRENCANGREWANGRENCANG

Jurnal Hukum Lex GeneralisJurnal Hukum Lex Generalis

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinkronisasi norma penegakan hukum Illegal Logging pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja serta membandingkan sanksi kumulatifnya dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran administratif kini lebih diutamakan bagi pelaku usaha di kawasan hutan melalui mekanisme Pasal 110A dan 110B UU Cipta Kerja. Secara komparatif, UU No. 6 Tahun 2023 menerapkan asas lex posteriori derogat legi priori yang lebih menekankan pada aspek kemanfaatan ekonomi dan kepastian iklim usaha melalui sanksi administratif, berbeda dengan rezim UU No. 32 Tahun 2009 yang menitikberatkan pada efek jera pidana kumulatif.

Penegakan pasal yang tepat dan standar ini penting.Ini memastikan iklim usaha yang pasti dan denda yang bermanfaat bagi negara.Keadilan ekologis dan kelestarian hutan Indonesia tidak boleh dikorbankan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis komprehensif tentang dampak penerapan sanksi administratif terhadap kepastian hukum dan keadilan ekologis. Perlu dieksplorasi bagaimana penerapan sanksi administratif dapat menjamin pemulihan kerusakan lingkungan dan mencegah eksploitasi celah hukum oleh korporasi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas mekanisme penyelesaian administratif dalam UU Cipta Kerja, khususnya dalam kasus-kasus pelanggaran izin usaha di kawasan hutan. Apakah mekanisme ini berhasil mengurangi pelanggaran atau justru menciptakan celah bagi pelaku kejahatan lingkungan. Penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis implikasi penerapan sanksi administratif terhadap kepastian iklim usaha dan investasi. Apakah sanksi administratif yang lebih ringan dapat mendorong kepatuhan korporasi atau justru menciptakan ketidakpastian dan risiko bagi investor. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengkaji peran dan tanggung jawab pemerintah dalam memastikan sinkronisasi norma hukum dan sanksi kumulatif. Bagaimana pemerintah dapat menjamin penerapan hukum yang adil dan efektif dalam kasus-kasus pembalakan hutan, serta bagaimana pemerintah dapat memastikan kepastian hukum dan keadilan ekologis dalam penegakan hukum lingkungan.

Read online
File size437.54 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test