IIQIIQ
Al-Fanar : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan TafsirAl-Fanar : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan TafsirArtikel ini bertujuan untuk menemukan makna kontemporer terhadap kata aṡar al-sujūd yang terdapat dalam QS. Al-Fath [48]: 29 dengan tinjauan hermeneutik mana-cum-maghza. Kajian tersebut dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Pengaplikasian pendekataan ini terhadap penafsiran QS. Al-Fath [48]: 29 dengan memperhatikan pada aspek analisis tekstual yang dipadukan dengan analisis kontekstual. Sehingga berdasakan kedua tinjauan tersebut akan menemukan makna signifikansi fenomenal historis dan dinamis terhadap penafsiran QS. Al-Fath [48]: 29 Adapaun hasil temuan menunjukkan bahwa aṡar al-sujūd pada QS. Al-Fath [48]: 29 menggambarkan tentang pancaran, keagungan, ketenangan yang tampak pada wajah yang direfleksiksn pada ketaatan, kekhusyukan serta tawadhuk para sahabat.
29 mengandung pesan utama untuk menjaga perdamaian dan dalam menyelesaikan masalah harus mengutamakan jalan damai dari pada berperang.Sikap keras para sahabat terhadap orang kafir, disebabkan sikap orang kafir yang melapaui batas.Sikap kasih sayang sesama umat muslim merupakan sikap yang harus dijaga karena dengan saling berkasih sayang, maka akan menguatkan islam.29 menunjukkan bahwa tanda hitam yang terdapat pada wajah tidak ada kaitannya dengan tanda hitam yang terdapat pada kening.Ᾱṡar al-sujūd dipahami sebagaimna pancaran, keagungan, ketenangan yang tampak pada wajah yang direfleksikan pada ketaatan, kekhusyukan serta ketawadhukan.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang signifikansi ayat QS. Al-Fath [48]: 29 dalam konteks kekinian, terutama dalam hal pemahaman masyarakat tentang tanda kesalehan. Kedua, penelitian tentang makna āṡar al-sujūd dalam QS. Al-Fath [48]: 29 dapat dikembangkan dengan menggunakan pendekatan hermeneutik yang lebih luas, seperti pendekatan manā cum maghzā, untuk menemukan makna yang lebih komprehensif. Ketiga, penelitian tentang dinamika penafsiran QS. Al-Fath [48]: 29 dalam kitab tafsir dapat dilakukan dengan menganalisis berbagai tafsir klasik dan kontemporer, serta mengkaji perkembangan pemahaman tentang āṡar al-sujūd sepanjang sejarah.
| File size | 574.76 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
IIQIIQ Penelitian ini menyimpulkan bahwa keistimewaan as-Samu (pendengaran) dalam QS. 78, menurut tafsir al-Jawahir, memiliki kedudukan sebagai hati yang berakalPenelitian ini menyimpulkan bahwa keistimewaan as-Samu (pendengaran) dalam QS. 78, menurut tafsir al-Jawahir, memiliki kedudukan sebagai hati yang berakal
DHARMAWANGSADHARMAWANGSA Sumber Daya Manusia (SDM) makro yaitu jumlah penduduk dalam usia produktif yang ada di sebuah wilayah dan SDM mikro dalam arti sempit yaitu individu yangSumber Daya Manusia (SDM) makro yaitu jumlah penduduk dalam usia produktif yang ada di sebuah wilayah dan SDM mikro dalam arti sempit yaitu individu yang
UnlaUnla Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatifTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif
STIH PMSTIH PM 23/2011 dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan manajemen zakat serta memaksimalkan peran zakat dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan23/2011 dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan manajemen zakat serta memaksimalkan peran zakat dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan
UNIVEDUNIVED Adapun teori yang digunakan yaitu teori coping stress dari Lazarus & Folkman. Hasil penelitian ini, menunjukan bahwa mahasiswa Program Studi InformatikaAdapun teori yang digunakan yaitu teori coping stress dari Lazarus & Folkman. Hasil penelitian ini, menunjukan bahwa mahasiswa Program Studi Informatika
IIQIIQ Penelitian ini berfokus pada telaah kata hāyah dalam kitab Al-Tafsīr Al-Bayāni li Al-Qurān Al-Karīm dengan menggunakan intertektualitas Julia KristevaPenelitian ini berfokus pada telaah kata hāyah dalam kitab Al-Tafsīr Al-Bayāni li Al-Qurān Al-Karīm dengan menggunakan intertektualitas Julia Kristeva
IIQIIQ Penulis juga setuju dengan pendapat Abdullah Saeed bahwa hukum pada dasarnya dapat berubah mengikut situasi dan kondisi umat Islam. Oleh karena itu, menurutPenulis juga setuju dengan pendapat Abdullah Saeed bahwa hukum pada dasarnya dapat berubah mengikut situasi dan kondisi umat Islam. Oleh karena itu, menurut
IIQIIQ Hasil penelitian adalah pada sistem lingusitik kata dīn bermakna agama. Kemudian pada sistem mitologi kata din bermakna agama orang kafir Quraisy yangHasil penelitian adalah pada sistem lingusitik kata dīn bermakna agama. Kemudian pada sistem mitologi kata din bermakna agama orang kafir Quraisy yang
Useful /
UNIVEDUNIVED Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi bisnis yang diterapkan oleh Tribunbengkulu.com yang merupakan salah satu media online lokal yangTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi bisnis yang diterapkan oleh Tribunbengkulu.com yang merupakan salah satu media online lokal yang
UNIKOMUNIKOM Mel-spectrogram digunakan sebagai input fitur. Eksperimen pada dataset IEMOCAP menunjukkan performa terbaik dengan akurasi 68 %. 1) Model 2‑D Attention-BasedMel-spectrogram digunakan sebagai input fitur. Eksperimen pada dataset IEMOCAP menunjukkan performa terbaik dengan akurasi 68 %. 1) Model 2‑D Attention-Based
UNIKOMUNIKOM Setiap partisipan diberikan kuesioner standar kualitas ISO 9126 untuk evaluasi efektivitas sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakanSetiap partisipan diberikan kuesioner standar kualitas ISO 9126 untuk evaluasi efektivitas sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan
IIQIIQ (2) bertujuan untuk membangun (memperbaiki) karya tafsir yang dikritik. dan (3) menjadi bahan acuan untuk meningkatkan kreatifitas penafsir. Secara normatif,(2) bertujuan untuk membangun (memperbaiki) karya tafsir yang dikritik. dan (3) menjadi bahan acuan untuk meningkatkan kreatifitas penafsir. Secara normatif,