IIQIIQ

Al-Fanar : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan TafsirAl-Fanar : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Tulisan ini berusaha mengetengahkan diskursus kritik tafsir; mulai dari definisi, sejarah, landasan hukum hingga prinsip dan parameter kritiknya. Untuk mendapat gambaran yang jelas, digunakan pendekatan historis dengan metode deskriptif-filosofis. Studi ini sampai pada kesimpulan bahwa kritik tafsir merupakan langkah-langkah ilmiah dan sistematis untuk melakukan analisis, evaluasi dan penilaian terhadap tafsir Al-Quran. Secara normatif, landasan hukum kritisisme penafsiran dapat dilacak dalam Al-Quran, Sunnah Nabi, pendapat sahabat dan kaidah-kaidah ilmiah. Adapun prinsip dan parameter kritik tafsir yang perlu dipedomani adalah bersikap adil dan proporsional, bersikap moderat, mengetahui aspek qaṭīyāt, tidak melanggar ijma (konsensus), memperhatikan norma adat (al-urf), memperhatikan konteks (siyāq), mempertimbangkan maslahat, dan menggunakan ilmu logika (manṭiq).

Secara historis, kritisisme sejatinya sudah sangat tua, setua manusia itu sendiri, atau bahkan jauh lebih tua dari manusia.Sebab sebelum Adam diciptakan, malaikat –melalui informasi QS.30— menurut sebagian mufasir, sudah melakukan kerja kritis itu.Kemudian kritisisme berkembang seiring dengan tabiat dasar dan kebutuhan manusia hingga masuk ke dalam disiplin ilmu pengetahuan, seperti ilmu hadis, fikih dan ilmu Al-Quran.Dalam konteks studi Al-Quran, tradisi kritik tafsir dimulai dari kritik sumber penafsiran.seperti kritik terhadap hadis-hadis palsu dan lemah, kritik israiliyat hingga kritik ad-dakhil (tafsir infiltratif)86 dan kritik personalitas mufasir.Secara umum, kritik tafsir didefinisikan sebagai langkah-langkah ilmiah dan sistematis untuk melakukan analisis, evaluasi dan penilaian terhadap tafsir Al-Quran.Maka wilayah kerja kritik tafsir adalah menganalisis, mengavaluasi dan menilai tafsir secara argumentatif dengan parameter ilmiah.Ending dari kerja kritis tersebut adalah pemetaan tipologi tafsir yang sesuai koredor ilmiah dan yang tidak sesuai, tafsir yang kuat dan yang lemah, tafsir yang mustaqīm dan yang munḥarif, tafsir yang terpuji (maḥmūd) dan yang tercela (madhmūm).Dengan demikian, kritik yang dilakukan bersifat konstruktif, bukan dekonstruktif.Untuk memastikan agar kerja kritik tafsir tersebut ke arah yang konstruktif, maka harus diperhatikan hal-hal berikut.(2) bertujuan untuk membangun (memperbaiki) karya tafsir yang dikritik.dan (3) menjadi bahan acuan untuk meningkatkan kreatifitas penafsir.Secara normatif, landasan hukum kritisisme penafsiran dapat dilacak dalam Al-Quran seperti QS.269, Sunnah Nabi, pendapat sahabat seperti pendapat Abu Bakar dan Umar serta kaidah-kaidah ilmiah seperti kaidah.tajwīz al-khaṭa alā al-mujtahidīn (kemungkinan terjadinya kesalahan pada ide para mujtahid).binā al-aḥkām alā al-ẓann aw nisbīyat al-ḥaqīqah (dasar penetapan hukum adalah ẓann atau relativitas kebenaran).al-amr bi al-marūf wa al-nahyu an al-munkar (amar makruf nahi munkar).Dalam proses pelaksanaannya, harus dilandasi dengan prinsip dan parameter yang jelas dan ilmiah, sehingga kritikus tidak jatuh dalam kesalahan dan subjektivitas yang berlebihan.Di antara prinsip dan parameter kritik tafsir tersebut adalah bersikap adil dan proporsional, bersikap moderat, mengetahui aspek qaṭīyāt, tidak melanggar ijma (konsensus), memperhatikan norma adat (al-urf), memperhatikan konteks (siyāq), mempertimbangkan maslahat, menggunakan ilmu logika (manṭiq).Dengan berpegang teguh pada hal-hal tersebut, diharapkan kerja kritik tafsir akan menghasilkan produk penafsiran yang lebih baik, berkualitas dan bermanfaat.

Berdasarkan penelitian ini, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang sejarah dan perkembangan kritisisme penafsiran Al-Quran, termasuk studi tentang tokoh-tokoh yang telah berkontribusi dalam pengembangan metode kritik tafsir. Kedua, penelitian tentang prinsip dan parameter kritik tafsir yang jelas dan ilmiah, termasuk studi tentang bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dalam praktik kritik tafsir. Ketiga, penelitian tentang dampak dan manfaat dari kritik tafsir terhadap pemahaman dan penerapan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, termasuk studi tentang bagaimana kritik tafsir dapat membantu dalam mengatasi perbedaan penafsiran dan meningkatkan kualitas penafsiran Al-Quran.

Read online
File size546.79 KB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test