IIQIIQ

Al-Fanar : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan TafsirAl-Fanar : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Pembahasan mengenai filsafat Kenabian merupakan salah satu tema sentral bagi para filsuf Muslim pada Abad Pertengahan. Hal ini karena salah satu dasar keimanan umat Islam dibangun di atas kepercayaan kepada para utusan Tuhan sebagai penerima sekaligus penyampai pesan-pesan ketuhanan. Sehingga apabila seseorang telah mendaku diri sebagai orang beriman konsekuensi yang harus diterima adalah meyakini eksistensi nubuwwah Muhammad. Namun, sejarah mencatat keberadaan sebagaian kelompok kaum muslim pada abad Pertengahan telah mengesampingkan peran seorang Nabi. Asumsi yang mendasari mereka semata-mata hanya bertumpu pada peran akal manusia yang dinilai cukup menuntunnya kepada kebenaran sehingga peran kenabian tidak lagi dibutuhkan. Tulisan ini menyoroti bagaimana al-Quran menjelaskan konsep Nubuwwah Muhammad Saw dengan segala visi dan misi yang dibawanya. Al-Quran melalui surah al-Ahzab ayat 45-46 telah memotret beberapa karakteristik kenabian yang dimiliki oleh Nabi Muhammad Saw. Pendekatan filosofis di dalam penelitian ini sebagai upaya konkrit untuk memahami dan menjelaskan doktrin agama secara lebih logis dan sistematis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa surah al-Ahzab ayat 45-46 mengandung pesan profetik kenabian Muhammad yakni kesaksiannya sebagai seorang utusan yang membawa berita gembira sekaligus peringatan bagi orang yang mengingkari eksistensi Tuhan. Selain itu, Muhammad juga berperan sebagai penyeru kebenaran dan penuntun bagi umat manusia yang tersesat.

Al-Ahzab ayat 45-46 mengungkapkan pesan profetik Nabi Muhammad SAW, meliputi kesaksiannya sebagai utusan Tuhan yang menyampaikan risalah tauhid dan misi sebagai pembawa kabar gembira serta pemberi peringatan.Misi tersebut mencakup ajakan menyembah Allah SWT dengan ikhlas dan tanpa paksaan, serta peringatan akan balasan bagi yang mendustakan.Kehadiran Nabi Muhammad juga menandai keberhasilan mengubah peradaban Jahiliyah pra-Islam yang Badawah menuju peradaban Hadharah yang lebih maju, sebagaimana dipinjam dari terminologi Ibn Khaldun.

Penelitian ini telah menjelaskan filosofi kenabian Nabi Muhammad SAW berdasarkan penafsiran Al-Quran Surah Al-Ahzab ayat 45-46, menunjukkan peran beliau sebagai saksi, pembawa kabar gembira, pemberi peringatan, penyeru kebenaran, dan cahaya penerang. Namun, masih ada beberapa arah penelitian menarik yang bisa dikembangkan lebih lanjut agar pemahaman kita semakin mendalam dan relevan dengan tantangan zaman. Pertama, bagaimana konsep filosofi kenabian yang dijelaskan dalam ayat tersebut dapat diterapkan secara praktis untuk menyelesaikan isu-isu etika kontemporer, misalnya dalam penggunaan kecerdasan buatan atau krisis lingkungan, bukan sekadar teori namun menjadi panduan konkret bagi masyarakat umum? Kedua, mengingat adanya perdebatan filosofis di masa lalu mengenai kenabian—antara pandangan yang bersumber dari wahyu mutlak dan yang mengintegrasikan peran akal—penelitian selanjutnya dapat menelaah bagaimana penafsiran Al-Quran terhadap QS. Al-Ahzab ayat 45-46 dapat menjembatani atau memperkaya dialek antara kedua kutub pemikiran tersebut, mencari titik temu yang harmonis. Ketiga, studi ini juga dapat diperluas untuk mengidentifikasi bagaimana misi kenabian Muhammad, khususnya perannya dalam mentransformasi peradaban dari Badawah menuju Hadharah seperti yang diutarakan Ibn Khaldun, bisa diimplementasikan atau diadaptasi dalam konteks masyarakat Muslim modern untuk mengatasi tantangan sosial dan intelektual yang dihadapi saat ini. Misalnya, bagaimana pendidikan profetik dapat membentuk generasi yang berakhlak mulia sekaligus inovatif di era digital? Dengan demikian, penelitian mendatang dapat bergerak dari ranah penafsiran tekstual menuju aplikasi konseptual yang lebih luas dan transformatif, memberikan manfaat nyata bagi kemajuan peradaban.

  1. Historiografi Arab Pra Islam | Tsaqofah. arab pra islam tsaqofah authors aris muzhiat universitas negeri... jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/tsaqofah/article/view/3189Historiografi Arab Pra Islam Tsaqofah arab pra islam tsaqofah authors aris muzhiat universitas negeri jurnal uinbanten ac index php tsaqofah article view 3189
  2. Prophetic Philosophy Muhammad Saw dalam Al-Qur’an | Al-Fanar : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir.... doi.org/10.33511/alfanar.v5n1.71-83Prophetic Philosophy Muhammad Saw dalam Al QurAoan Al Fanar Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir doi 10 33511 alfanar v5n1 71 83
  3. DOI Name 10.15408 Values. name values index type timestamp data serv crossref desc syarif hidayatullah... doi.org/10.15408DOI Name 10 15408 Values name values index type timestamp data serv crossref desc syarif hidayatullah doi 10 15408
Read online
File size355.41 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test