AN NADWAHAN NADWAH

Al-Amal : Jurnal Manajemen Bisnis SyariahAl-Amal : Jurnal Manajemen Bisnis Syariah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan konseptual antara manajemen syariah dan manajemen konvensional melalui pendekatan deskriptif analisis berbasis literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbedaan mendasar antara kedua sistem manajemen terletak pada landasan filosofis, nilai etika, tujuan organisasi, serta struktur operasional. Manajemen konvensional menekankan rasionalitas, efisiensi, dan pencapaian keuntungan, sementara manajemen syariah berlandaskan nilai tauhid, keadilan, maslahah, serta etika transedental. Penelitian ini menegaskan bahwa paradigma manajemen syariah menawarkan kerangka pengambilan keputusan yang lebih holistik dan berorientasi keberkahan, sehingga menjadi alternatif penting bagi praktik manajemen modern.

Manajemen konvensional dibangun di atas paradigma rasional, sekuler, dan berorientasi ekonomi.Dalam sistem ini, tujuan organisasi dipusatkan pada pencarian dan pencapaian profit, efisiensi, dan pertumbuhan aset.Etika dalam manajemen konvensional bersifat relatif dan mengikuti norma sosial, sedangkan kepemimpinan lebih berfokus pada efektivitas komunikasi, pencapaian target, serta gaya manajerial yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.Manajemen syariah berlandaskan nilai tauhid, maqashid syariah, serta prinsip etika Islam yang bersifat tetap dan mengikat.Tujuan organisasi tidak hanya berorientasi pada pencapaian hasil duniawi, tetapi juga keberkahan, keadilan, dan kemaslahatan.Etika menjadi inti dari seluruh aktivitas manajerial, sementara kepemimpinan dibangun berdasarkan sifat Nabi Muhammad SAW (Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah).Kajian ini menegaskan bahwa manajemen syariah dan konvensional bukan dua sistem yang bertentangan secara mutlak, namun memiliki keunikan masing-masing yang dapat memberikan kontribusi berbeda terhadap praktik manajemen modern.Di tengah tantangan global saat ini, integrasi antara rasionalitas manajemen konvensional dan nilai-nilai etis spiritual manajemen syariah dapat menjadi basis bagi pengembangan organisasi yang lebih adil, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan umat.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi empiris yang membandingkan praktik manajemen syariah dan konvensional di berbagai sektor industri, seperti perbankan, manufaktur, atau jasa. Studi ini dapat mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi oleh masing-masing sistem manajemen dalam konteks bisnis modern. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana manajemen syariah dapat diimplementasikan dalam organisasi non-keuangan, seperti lembaga sosial atau organisasi nirlaba, dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan kinerja dan keberlanjutan organisasi tersebut. Terakhir, penelitian dapat menganalisis bagaimana manajemen syariah dapat diintegrasikan dengan manajemen konvensional dalam organisasi yang beroperasi di pasar global, dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan organisasi di pasar internasional.

  1. Integrasi Nilai-Nilai Syariah Dalam Manajemen Sumber Daya Manusia Konteks Ekonomi Islam | QOSIM : Jurnal... doi.org/10.61104/jq.v3i3.1973Integrasi Nilai Nilai Syariah Dalam Manajemen Sumber Daya Manusia Konteks Ekonomi Islam QOSIM Jurnal doi 10 61104 jq v3i3 1973
Read online
File size236.61 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test