RCF INDONESIARCF INDONESIA
Journal of Science Education and Management BusinessJournal of Science Education and Management BusinessPenelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana studi tentang etika organisasi, transformasi digital, dan manajemen sumber daya manusia (MSDM) telah berkembang selama bertahun-tahun. Penelitian ini akan melakukannya dengan menggunakan pendekatan Sistematic Literature Review (SLR), yang berbasis pada kerangka kerja PRISMA 2020. Aplikasi Watase UAKE, yang digunakan bersama dengan basis data Scopus kategori jurnal dari Q1 hingga Q4 tahun 2022–2025. Dari 69 publikasi yang ditemukan, tujuh artikel ilmiah dipilih untuk dipelajari secara menyeluruh. Kajian menunjukkan bahwa praktik kecerdasan buatan (AI), kepemimpinan transformasional, dan manajemen sumber daya manusia yang bertanggung jawab secara sosial (SRHRM) adalah faktor penting yang meningkatkan kinerja organisasi, keadilan, dan perilaku moral karyawan. Selain itu, temuan menunjukkan bahwa kemajuan digital harus diimbangi dengan kerangka etika, keadilan, dan inklusi (Equity, Diversity, and Inclusion/EDI) agar algoritma tidak bias dan pengambilan keputusan tetap adil. Sebagian penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, seperti analisis Structural Equation Modeling (SEM), sementara penelitian lain menggunakan metode kualitatif dan konseptual untuk menyelidiki nilai sosial dan keadilan dalam kebijakan publik dan manajemen sumber daya manusia kontemporer. Oleh karena itu, temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi antara inovasi digital, tanggung jawab sosial, dan kepemimpinan etis sangat penting untuk menciptakan fondasi untuk MSDM yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di era transformasi digital.
Berdasarkan hasil kajian literatur penelitian tentang etika organisasi, transformasi digital, dan manajemen sumber daya manusia (MSDM) sedang berkembang menuju pendekatan interdisipliner, bekerja sama, dan berorientasi pada tanggung jawab sosial.Terbukti bahwa kepemimpinan transformasional, kecerdasan buatan (AI), dan praktik manajemen sumber daya manusia yang bertanggung jawab secara sosial (SRHRM) dapat meningkatkan kinerja organisasi, keadilan, dan perilaku moral karyawan.Namun, kerangka etika yang kuat diperlukan untuk melindungi algoritmik dari bias.Selain itu, nilai-nilai equity, diversity, dan inclusion (EDI) sangat penting untuk membangun lingkungan kerja yang adil, fleksibel, dan berkelanjutan.Oleh karena itu, fondasi utama untuk membangun MSDM modern yang berkeadilan, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan organisasi di era digital adalah integrasi antara inovasi digital, tanggung jawab sosial, dan kepemimpinan etis.
Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, perlu dilakukan penelitian empiris yang menyeluruh untuk menguji hubungan antara kepemimpinan transformasional, kecerdasan buatan, dan praktik manajemen sumber daya manusia yang bertanggung jawab secara sosial dengan kinerja organisasi, keadilan, dan perilaku moral karyawan. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan kerangka etika yang kuat dalam pengelolaan algoritma dan teknologi digital di bidang HRM, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti privasi, diskriminasi, dan bias. Ketiga, studi tentang implementasi nilai-nilai equity, diversity, dan inclusion (EDI) dalam kebijakan dan praktik HRM dapat dilakukan untuk memastikan lingkungan kerja yang adil dan inklusif. Penelitian ini dapat dilakukan dengan pendekatan kuantitatif-kualitatif campuran, melibatkan berbagai sektor dan budaya, serta menggunakan data empiris untuk memperkuat temuan dan rekomendasi.
- 0. pdf obj endobj filter flatedecode length e7 gf 4t7 ze 4bo wo xw f1 qlb bo ulb vq yf yx xv yyv yy6... inderscience.com/filter.php?id=100637640 pdf obj endobj filter flatedecode length e7 gf 4t7 ze 4bo wo xw f1 qlb bo ulb vq yf yx xv yyv yy6 inderscience filter php id 10063764
- (PDF) We need to talk about digital HR ethics! A review of the academic literature on ethical aspects... doi.org/10.13140/RG.2.2.26318.38726/1PDF We need to talk about digital HR ethics A review of the academic literature on ethical aspects doi 10 13140 RG 2 2 26318 38726 1
| File size | 484.01 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
RCF INDONESIARCF INDONESIA Namun, terdapat kesenjangan signifikan antara kebijakan yang ada dan implementasinya, seperti ketiadaan definisi formal usaha sosial dan indikator nilaiNamun, terdapat kesenjangan signifikan antara kebijakan yang ada dan implementasinya, seperti ketiadaan definisi formal usaha sosial dan indikator nilai
RCF INDONESIARCF INDONESIA Dalam konteks Indonesia, tantangan utama terletak pada penyesuaian nilai-nilai etika global dengan realitas budaya lokal yang masih hierarkis. Oleh karenaDalam konteks Indonesia, tantangan utama terletak pada penyesuaian nilai-nilai etika global dengan realitas budaya lokal yang masih hierarkis. Oleh karena
RCF INDONESIARCF INDONESIA Integritas MSDM, yang ditunjukkan melalui kebijakan yang adil, transparan, dan konsisten, berkontribusi pada peningkatan kepercayaan, budaya etis, danIntegritas MSDM, yang ditunjukkan melalui kebijakan yang adil, transparan, dan konsisten, berkontribusi pada peningkatan kepercayaan, budaya etis, dan
RCF INDONESIARCF INDONESIA Dari total 735 artikel yang ditemukan, hanya 20 artikel yang memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian memperlihatkan bahwa penerapanDari total 735 artikel yang ditemukan, hanya 20 artikel yang memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian memperlihatkan bahwa penerapan
RCF INDONESIARCF INDONESIA Di sisi lain, kebijakan kompensasi yang berfokus pada kinerja dapat meningkatkan motivasi, meskipun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh keadilan dalamDi sisi lain, kebijakan kompensasi yang berfokus pada kinerja dapat meningkatkan motivasi, meskipun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh keadilan dalam
RCF INDONESIARCF INDONESIA Dari 180 artikel yang ditemukan, hanya enam yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasiDari 180 artikel yang ditemukan, hanya enam yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi
RCF INDONESIARCF INDONESIA Kajian ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas fungsi dan jejaring profesional dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) pada organisasi modern. DinamikaKajian ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas fungsi dan jejaring profesional dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) pada organisasi modern. Dinamika
RCF INDONESIARCF INDONESIA Pendekatan yang digunakan adalah studi sistematis, dengan metode PRISMA, yang melibatkan proses identifikasi, penyaringan, dan analisis terhadap berbagaiPendekatan yang digunakan adalah studi sistematis, dengan metode PRISMA, yang melibatkan proses identifikasi, penyaringan, dan analisis terhadap berbagai
Useful /
RCF INDONESIARCF INDONESIA Prosedur penelitian dilakukan dengan pendekatan PRISMA, meliputi tahap identifikasi, seleksi, evaluasi kualitas, dan sintesis temuan dari literatur yangProsedur penelitian dilakukan dengan pendekatan PRISMA, meliputi tahap identifikasi, seleksi, evaluasi kualitas, dan sintesis temuan dari literatur yang
RCF INDONESIARCF INDONESIA Untuk mencapai efektivitas maksimal, organisasi perlu mengembangkan kapasitas digital pegawai, memperkuat komitmen manajemen terhadap inovasi, serta menciptakanUntuk mencapai efektivitas maksimal, organisasi perlu mengembangkan kapasitas digital pegawai, memperkuat komitmen manajemen terhadap inovasi, serta menciptakan
RCF INDONESIARCF INDONESIA Selain itu, praktik kepemimpinan inklusif dan strategi pengelolaan SDM yang adaptif berkontribusi dalam memperkuat budaya organisasi yang kolaboratif danSelain itu, praktik kepemimpinan inklusif dan strategi pengelolaan SDM yang adaptif berkontribusi dalam memperkuat budaya organisasi yang kolaboratif dan
RCF INDONESIARCF INDONESIA Melalui teknik analisis SEM-PLS 4. 0 hasil penelitian menyimpulkan bahwa empowering leadership tidak dapat secara langsung berpengaruh terhadap task performance.Melalui teknik analisis SEM-PLS 4. 0 hasil penelitian menyimpulkan bahwa empowering leadership tidak dapat secara langsung berpengaruh terhadap task performance.