RCF INDONESIARCF INDONESIA

Journal of Science Education and Management BusinessJournal of Science Education and Management Business

Pengadaan berkelanjutan semakin diakui sebagai instrumen strategis untuk mencapai tujuan sosial dan lingkungan sambil mempertahankan efisiensi ekonomi dalam pengeluaran publik. Di Indonesia, pemerintah melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) memiliki peran penting dalam membangun sistem pengadaan yang mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan bertanggung jawab secara sosial. Penelitian ini mengeksplorasi peran pengadaan berkelanjutan dalam mendorong kewirausahaan sosial dalam konteks Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis tematik, penelitian ini meninjau kerangka regulasi, mengevaluasi integrasi kriteria nilai sosial dalam pengadaan publik, serta menganalisis praktik aktual di tingkat nasional dan daerah. Studi ini mengidentifikasi tantangan seperti kapasitas institusional, kurangnya pengukuran dampak sosial, serta keterbatasan kesiapan pasar dari pelaku usaha sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengadaan berkelanjutan berpotensi besar memperluas akses pasar, memperkuat legitimasi usaha sosial, dan mendorong inovasi. Namun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh kejelasan regulasi, kolaborasi multi-pihak, dan proses pembelajaran institusional yang berkelanjutan. Rekomendasi mencakup penguatan pedoman pengadaan sosial, pengembangan alat ukur dampak, dan program peningkatan kapasitas bagi usaha sosial. Jurnal ini berkontribusi pada literatur tentang pengadaan publik sebagai instrumen inovasi sosial serta memberikan wawasan empiris yang relevan bagi pembuat kebijakan dan praktisi di Indonesia.

Penelitian ini menemukan bahwa pengadaan berkelanjutan memiliki potensi besar sebagai katalisator kewirausahaan sosial di Indonesia, terutama melalui peningkatan akses pasar dan penguatan kapasitas usaha sosial.Namun, terdapat kesenjangan signifikan antara kebijakan yang ada dan implementasinya, seperti ketiadaan definisi formal usaha sosial dan indikator nilai sosial dalam evaluasi tender, serta kesiapan pelaku usaha sosial yang masih terbatas.Oleh karena itu, Indonesia sangat memerlukan kerangka pengadaan sosial yang komprehensif untuk mengintegrasikan nilai sosial secara eksplisit dalam proses pengadaan dan memperkuat ekosistem kewirausahaan sosial nasional.

Penelitian ini memberikan dasar yang kuat tentang potensi dan tantangan pengadaan berkelanjutan dalam mendukung kewirausahaan sosial di Indonesia. Namun, ada beberapa area menarik yang bisa ditelusuri lebih lanjut untuk memperkaya pemahaman kita. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan penelitian kuantitatif yang mampu mengukur secara jelas dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan dari praktik pengadaan berkelanjutan. Misalnya, kita bisa meneliti bagaimana kontrak-kontrak pengadaan yang melibatkan usaha sosial secara langsung berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, atau perbaikan lingkungan, serta mengukur seberapa efektif program pengadaan tersebut mencapai tujuan keberlanjutannya dalam jangka panjang. Kedua, mengingat fokus penelitian ini hanya pada pengadaan pemerintah, akan menarik untuk mengeksplorasi peran sektor lain. Penelitian selanjutnya dapat meninjau bagaimana pengadaan berkelanjutan di sektor swasta atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat diterapkan dan disesuaikan untuk mendukung usaha sosial. Ini bisa mencakup perbandingan model, hambatan, dan keberhasilan mereka dibandingkan dengan skema pemerintah. Terakhir, karena studi ini tidak membahas kinerja finansial usaha sosial, studi masa depan bisa menganalisis secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi profitabilitas dan keberlanjutan finansial usaha sosial yang berpartisipasi dalam pengadaan berkelanjutan, serta mengidentifikasi strategi terbaik bagi mereka untuk tetap tangguh secara ekonomi sambil menjalankan misi sosial mereka. Dengan meneliti aspek-aspek ini, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dan praktis tentang cara mengoptimalkan pengadaan berkelanjutan untuk ekosistem kewirausahaan sosial yang lebih kuat di Indonesia.

Read online
File size308.71 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test