IIQIIQ

Al-Fanar : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan TafsirAl-Fanar : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Kata Mukjizat dalam kamus bahasa Indonesia diartikan sebagai “kejadian ajaib yang sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia penegrtian ini tidak sama dengan pengertian kata tersebut dalm istilah agama Islam. Secara bahasa, asal kata mukjizat atau ةزجعم adalah زجع yang terdiri dari tiga huruf yaitu Ain, Jiem dan Zay. Menurut Ibn faris kata tersebut memiliki dua makna. Pertama pertama dari kata Ajaza atau زجع engan wazan faala yang berarti al-Dlofu atau lemah makna yang kedua yaitu dari sesuatu1. Lawan kata ajaza yang berarti lemah adalah alhazm atau مزحلا yang memilki makna kekuatan hati. Oleh karena itu makna ajaza dapat diartikan sebagai kelemahan yang berupa ketidak mampuan yang bersifat abstrak atau non fisik meskipun tidak menghalangi akan pemaknaan lemah yang bararti ketidak mampuan secara fisik. Sedangkan pemaknaan yang kedua adalah Ajuza dengan timbangan (baca:wazan) Faula yang berarti akhir dari suatu perkara.

Alam dan se-isinya dari segala makhluk dan aktifitas yang ada merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah.Mukjizat yang allah berikan kepada utusanya sebagai bentuk kebenaran misi ketuhanan yang meraka bawa.Alam merupakan instrumen di mana mukjizat itu dibuktikan baik secara ghaib dalam artian di luar batas logika manuisa maupun secara penemuan ilmiyah.Angka-angka meruapakan simbol kehebatan kekuasaan Allah di muka bumi darinya kita dapat memabaca dan meraba di balik simbol-simbol yang ada tanpa terkecuali simbol-simbol angka yang terdapat dalam kitab suci al-Quarn yang Allah turunkan sebagai bukti atas kebenaran risalah atau misi ketuahanan yang dibwa oleh Muhammad Shallahu Alaihi wa sallam.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan fokus pada analisis linguistik al-Quran, khususnya dalam hal kehebatan bahasa dan struktur kalimatnya. Selain itu, studi tentang hubungan antara al-Quran dan sains dapat dikembangkan lebih lanjut, dengan mengeksplorasi lebih dalam tentang bagaimana al-Quran memberikan isyarat tentang fenomena alam dan penemuan ilmiah. Terakhir, penelitian tentang kemukjizatan angka dalam al-Quran dapat diperluas dengan menganalisis angka-angka lain selain 11 dan 19, serta mengidentifikasi pola-pola numerik yang mungkin ada dalam al-Quran.

Read online
File size455.88 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test