IAIHPANCORIAIHPANCOR

AFADA: Jurnal Pengabdian Pada MasyarakatAFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat

Penelitian ini mengkaji tentang klasifikasi jenis moko yang terdapat di Museum 1000 Moko, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, merupakan situs budaya yang memiliki nilai sejarah, sosial, budaya dan ekonomi bagi masyarakat Alor. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan jenis-jenis Moko yang terdapat di Museum 1000 Moko dan sejarah serta fungsi sosial, budaya dan ekonomi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan kajian literatur. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan jenis moko yang terdapat di Museum 1000 Moko yaitu Moko dari etnis Pantar disebut Moko Pung, Moko dari etnis Kabola dan etnis Abui memiliki nama dan nilai yang berbeda karena dipengaruhi oleh penggunaan bahasa yang digunakan setiap kecamatan di kabupaten Alor berbeda. Koleksi Moko yang terdapat di museum ini berasal dari bangsa Dongson yang didatangkan melalui jalur perdagangan oleh bangsa tersebut. Kemudian diadopsi oleh masyarakat Alor sebagai benda pusaka yang memiliki fungsi sosial, budaya dan ekonomi yang tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jumlah koleksi Moko yang ada di Museum 1000 Moko saat ini berjumlah 47 Moko dengan jenis dan nilai yang berbeda-beda.Secara umum, terdapat beragam jenis Moko yang tersimpan di Museum 1000 yang diklasifikasikan menjadi moko dari etnis Pantar disebut Moko Pung, Moko dari etnis Kabola dan etnis Abui memiliki nama dan nilai yang berbeda karena dipengaruhi oleh penggunaan bahasa yang digunakan setiap kecamatan di kabupaten Alor berbeda.Koleksi Moko yang terdapat di Museum 1000 Moko berasal dari bangsa Dongson yang didatangkan melalui jalur perdagangan.Kemudian diadopsi oleh masyarakat Alor sebagai benda pusaka yang memiliki fungsi sosial, budaya dan ekonomi yang tinggi.Oleh karena itu pelestarian Moko oleh pihak museum menjadi sangat penting agar tetap menjaga nilai-nilai sejarah serta fungsi yang dimiliki Moko baik secara sosial, budaya dan ekonomi sehingga dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang.

Berdasarkan latar belakang penelitian yang menyoroti pentingnya pelestarian budaya Moko di Kabupaten Alor, serta keterbatasan data yang ada, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai teknik pembuatan Moko pada masa lampau, termasuk identifikasi bahan baku dan teknologi yang digunakan, untuk merekonstruksi proses produksi dan memahami nilai ekonominya. Kedua, penelitian lintas disiplin ilmu yang menggabungkan arkeologi, antropologi, dan sejarah dapat dilakukan untuk melacak jalur perdagangan Moko dari Dongson ke Alor, serta menganalisis pengaruh budaya asing terhadap perkembangan seni dan simbolisme Moko. Ketiga, penelitian komparatif antara jenis-jenis Moko dari berbagai etnis di Alor dapat dilakukan untuk mengidentifikasi perbedaan dan persamaan dalam motif, fungsi, dan nilai budaya, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang keberagaman budaya Alor. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah, budaya, dan nilai ekonomi Moko, serta berkontribusi pada upaya pelestarian dan pengembangan potensi wisata budaya di Kabupaten Alor.

Read online
File size545.7 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test