UNISKA BJMUNISKA BJM

Jurnal Manajemen Pendidikan Al HadiJurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel. Muhammad Al-Fatih merupakan tokoh yang sangat berpengaruh pada masa kejayaan Islam, termasuk jatuhnya Konstantinopel ke dalam Islam. Penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al-Fatih merupakan kisah penting peradaban Islam. Penaklukan ini menjadi bukti bahwa janji Nabi Muhammad kepada umat Islam benar adanya, “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah pemimpin terbaik, dan tentara di bawah komandonya adalah tentara terbaik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu pendekatan berupa pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data. Kepemimpinan Muhammad Al-Fatih untuk menaklukkan Konstantinopel antara lain: membangun benteng bernama Runli Hisar di seberang Bosphorus, membangun meriam besar oleh seorang ahli kelahiran Hongaria bernama Orbán, dan pasukan Muhammad Al-Fatih berjumlah kurang lebih 250.000 orang yang menguasai kota Konstantinopel selama 53 hari atas perintah Sultan Muhammad II. Akhirnya Konstantinopel menyerah pada tanggal 28 Mei 1453. Keberhasilan Islam dalam Penaklukan Konstantinopel membawa Turki Usmani semakin maju dalam menguasai wilayah strategis yang dibatasi oleh Bosphorus, Laut Marmara, dan Laut Hitam.

Kepemimpinan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel terbukti melalui strategi perang, seperti pembangunan benteng Runli Hisar di seberang Bosphorus, pembuatan meriam besar oleh Orbán, dan pengepungan kota Konstantinopel selama 53 hari oleh pasukan sekitar 250.Konstantinopel menyerah pada 28 Mei 1453 setelah kaisar terbunuh dan kota jatuh ke tangan Kesultanan Utsmaniyah.Keberhasilan Islam meraih wilayah strategis tersebut memperkuat pengaruh Turki Usmani secara politik dan ekonomi dalam wilayah yang dibatasi Bosphorus, Laut Marmara, dan Laut Hitam.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak penaklukan Konstantinopel terhadap perkembangan jalur perdagangan antara Eropa dan Asia, evaluasi efektivitas penggunaan teknologi militer (seperti meriam Orbán) dalam operasi militer kuno, serta studi komparatif antara strategi kepemimpinan Muhammad Al-Fatih dengan tokoh sejarah lainnya. Selain itu, perlu dielaborasi lebih lanjut bagaimana kebijakan pasca-penaklukan (seperti perubahan nama dan fungsi Hagia Sophia) memengaruhi integrasi budaya di bawah Kesultanan Utsmaniyah. Studi juga dapat membandingkan peran ulama dan tokoh spiritual dalam membentuk visi kepemimpinan para sultan Turki Utsmaniyah.

  1. KEPEMIMPINAN MUHAMMAD AL-FATIH DALAM PENAKLUKAN KOSNTANTINOPEL TAHUN 1453 MASEHI | Dalillah | Jurnal... doi.org/10.31602/jmpd.v5i2.19175KEPEMIMPINAN MUHAMMAD AL FATIH DALAM PENAKLUKAN KOSNTANTINOPEL TAHUN 1453 MASEHI Dalillah Jurnal doi 10 31602 jmpd v5i2 19175
  1. #instrumen hots ranah#instrumen hots ranah
  2. #analisis instrumen hots#analisis instrumen hots
Read online
File size502.25 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-3os
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test