MADANIPUBLISHERINDONESIAMADANIPUBLISHERINDONESIA

Journal of Advances in Linguistics and English Teaching (JALET)Journal of Advances in Linguistics and English Teaching (JALET)

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki struktur dan akses mental lexicon dalam memori manusia melalui pendekatan psikolinguistik. Studi saat ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melakukan tinjauan literatur secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses pengetahuan leksikal tidak konstan, mempertimbangkan frekuensi kata, petunjuk kontekstual, dan hubungan makna, karena hal ini mempengaruhi pemahaman dan produksi bahasa. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mental lexicon terorganisir secara hierarkis untuk pengambilan leksikal yang efektif saat orang menggunakan bahasa. Artikel ini menyimpulkan bahwa pengetahuan tentang struktur dan akses mental lexicon sangat signifikan untuk proses akuisisi bahasa dan analisis gangguan bahasa, termasuk afasia dan disleksia.

Mental lexicon merupakan fondasi bagi semua kemampuan bahasa manusia, seperti yang ditekankan dalam penelitian psikolinguistik.Kosakata terorganisir berdasarkan kriteria semantik, fonologis, dan morfologis, berfungsi sebagai gudang mental yang kompleks dan sangat terstruktur, bukan sekadar daftar kata.Mekanisme akses memori memungkinkan pengguna bahasa untuk mengaktifkan item leksikal yang tepat dengan cepat dan efisien selama pemahaman dan produksi bahasa, termasuk berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis.Faktor-faktor seperti frekuensi kata, informasi kontekstual, dan hubungan semantik memainkan peran penting dalam menentukan kemudahan akses leksikal.Memahami mekanisme ini sangat penting tidak hanya untuk penelitian psikolinguistik dan neurolinguistik, khususnya dalam menjelaskan pemrosesan bahasa di otak, tetapi juga untuk aplikasi praktis dalam pembelajaran bahasa dan rehabilitasi gangguan terkait bahasa.Wawasan tentang bagaimana kata-kata disimpan dan diakses di pikiran dapat membantu pendidik dan peneliti dalam mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan retensi kosakata dan memperkuat kemampuan komunikatif pembelajar.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk menyelidiki lebih lanjut bagaimana mental lexicon terorganisir dan diakses dalam otak manusia, khususnya dalam konteks bahasa Indonesia. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana frekuensi kata, konteks, dan hubungan semantik mempengaruhi kecepatan dan akurasi akses memori. Selain itu, studi komparatif antara bahasa Indonesia dan bahasa lain dapat dilakukan untuk memahami perbedaan dan kesamaan dalam organisasi dan akses mental lexicon. Akhirnya, penelitian dapat mengeksplorasi strategi pembelajaran bahasa yang efektif untuk memperkuat koneksi semantik dan memfasilitasi pengambilan leksikal, dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip pembelajaran bahasa berbasis tugas.

  1. #proses akuisisi bahasa#proses akuisisi bahasa
  2. #mental lexicon#mental lexicon
Read online
File size320.47 KB
Pages4
Short Linkhttps://juris.id/p-1y1
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test