KWIKKIANGIEKWIKKIANGIE

Jurnal ManajemenJurnal Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna pengukuran kinerja komprehensif dari perspektif manajer individu Organisasi Jasa Kesehatan X di Jakarta. Metode penelitian menggunakan fenomenologi transendental. Peneliti mengunjungi lapangan, memahami situs penelitian, berdiskusi, dan melakukan wawancara. Hasil diskusi dan wawancara dianalisis sesuai prosedur penelitian fenomenologi transendental, yaitu noema, menemukan makna paling permukaan, kemudian noesis, bagian makna yang lebih dalam, kemudian melakukan epoche (bracketing), analisis intencional, dan reduksi eidetik untuk mencapai penemuan esensi. Temuan penelitian menghasilkan esensi pengukuran kinerja komprehensif yang melampaui sistem balanced scorecard, yang dimetaforakan dengan dua hierarki piramida segitiga, segitiga kecil dalam segitiga yang lebih besar. Segitiga kecil memiliki puncak laba humanis, yang terbentuk dari tiga fondasi yang saling terhubung: komitmen organisasi, pelayanan sepenuh hati, dan harga kekeluargaan. Lapisan kedua adalah segitiga besar yang menampung segitiga kecil dengan puncak kinerja religiusitas, yang menjadi pusat semua pencapaian, di mana setiap gerakan dan aktivitas organisasi berada dalam konteks melayani Sang Pencipta.

Makna pengukuran kinerja komprehensif di Organisasi Jasa Kesehatan X Jakarta digambarkan dalam metafora limas kecil dalam sebuah limas yang lebih besar.Kedua limas ini (kecil dan besar) beralaskan unsur kinerja yang sama.komitmen organisasi, pelayanan sepenuh hati, dan harga kekeluargaan, limas kecil memiliki puncak laba humanis yang berarti secara hirarkis laba humanis merupakan pencapaian kinerja yang penting karena letaknya di puncak limas.Namun, pencapaian kinerja ekonomi tersebut bukanlah pencapaian atau kinerja puncak dari sebuah organisasi, tetapi sebagai kinerja antara karena laba humanis ada di puncak limas kecil, bukan di puncak limas besar.Maka, laba humanis juga bagian dari unsur kinerja yang lebih besar yang berada di puncak piramida besar yakni kinerja religiusitas.Makna yang digambarkan dalam limas yang lebih besar menegaskan pengukuran kinerja komprehensif di Organisasi Jasa Kesehatan X terdiri dari lima unsur, yaitu komitmen organisasi, pelayanan sepenuh hati, harga kekeluargaan, laba humanis, dan kinerja religiusitas.Kelima unsur kinerja tersebut penting dan saling berhubungan sebagai sebuah sistem pengukuran kinerja.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk menguji validitas dan reliabilitas konsep pengukuran kinerja komprehensif bernuansa religiusitas ini dalam konteks organisasi yang berbeda. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja organisasi, seperti budaya organisasi, kepemimpinan, dan inovasi. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan pengukuran kinerja komprehensif bernuansa religiusitas dengan sistem balanced scorecard dalam berbagai konteks organisasi.

  1. BEYOND BALANCED SCORECARD | Jurnal Manajemen. beyond balanced scorecard jurnal manajemen main navigation... jurnal.kwikkiangie.ac.id/index.php/JM/article/view/806BEYOND BALANCED SCORECARD Jurnal Manajemen beyond balanced scorecard jurnal manajemen main navigation jurnal kwikkiangie ac index php JM article view 806
Read online
File size1001.57 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test