UIGMUIGM
Global Expert: Jurnal Bahasa dan SastraGlobal Expert: Jurnal Bahasa dan SastraPerkembangan media visual yang semakin menonjol dalam pendidikan telah menuntut guru bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) untuk mengembangkan literasi visual. Namun, dalam banyak konteks pendidikan guru EFL, literasi visual masih belum terintegrasi secara memadai dalam pelatihan pedagogis, yang mengakibatkan kesenjangan antara tuntutan multimodal dan kesiapan instruksional guru. Perhatian terbatas telah diberikan pada bagaimana guru EFL calon memahami dan menerapkan literasi visual dalam praktik pengajaran mereka, khususnya dalam konteks yang kurang diteliti seperti Indonesia. Untuk mengisi kesenjangan ini, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki persepsi guru calon dan kemampuan mereka untuk memasukkan literasi visual dalam pengajaran. Desain campuran eksploratif digunakan, melibatkan 100 guru calon EFL dari sebuah universitas di Sumatera Selatan, Indonesia. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, sedangkan data kuantitatif diperoleh menggunakan kuesioner skala Likert 4 poin. Peserta dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan mereka dengan media visual dalam konteks pembelajaran. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dan statistik deskriptif. Hasil kualitatif penelitian menunjukkan bahwa peserta mengakui literasi visual sebagai aktivitas berpikir kritis untuk memahami makna mendalam dari media visual. Selain itu, berbagai aspek pengalaman telah mempengaruhi kemampuan peserta. Faktor utama yang diidentifikasi adalah tingkat pengalaman dalam menafsirkan gambar, praktik, budaya universitas, dan sumber daya. Aspek persiapan universitas, termasuk tugas, mata kuliah pedagogi, dan model pengajaran, adalah faktor dalam mengembangkan kemampuan literasi visual guru calon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan literasi visual tidak hanya merupakan keterampilan kognitif individu, tetapi juga dibentuk oleh pengalaman pedagogis terstruktur dalam pendidikan guru. Penelitian ini berkontribusi pada bidang ini dengan menekankan kebutuhan untuk bergerak melampaui kesadaran konseptual menuju integrasi sistematis literasi visual dalam pendidikan guru EFL, khususnya melalui desain kurikulum dan pemodelan pedagogis yang mendukung penerapannya secara praktis.
Penelitian ini mengeksplorasi persepsi guru calon EFL tentang literasi visual dan kesiapan mereka untuk mengintegrasikannya dalam praktik pengajaran.Temuan menunjukkan bahwa meskipun peserta memiliki pemahaman yang kuat tentang pentingnya literasi visual dan percaya diri dalam menggunakan media visual, pengembangan mereka terutama berdasarkan pengalaman dan tidak konsisten, terutama dalam hal keterampilan interpretasi yang lebih besar.Penelitian ini menyoroti kesenjangan antara familiaritas dengan materi visual dan kemampuan untuk menafsirkan dan menerapkan secara kritis.Hal ini menunjukkan bahwa literasi visual tidak boleh dianggap sebagai hasil implisit dari paparan, tetapi sebagai keterampilan yang membutuhkan integrasi eksplisit dan terstruktur dalam program pendidikan guru.Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menekankan kebutuhan untuk merekonseptualisasikan literasi visual sebagai komponen inti persiapan guru, khususnya dalam mempersiapkan guru masa depan untuk berinteraksi dan mengajar dalam lingkungan belajar multimodal yang semakin meningkat.
Saran penelitian lanjutan yang baru berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini adalah: Pertama, perlu ada fokus pada pengembangan kurikulum yang secara khusus mengintegrasikan literasi visual dalam pendidikan guru EFL. Kurikulum ini harus dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang terstruktur dan bermakna, memungkinkan guru calon untuk mengembangkan keterampilan interpretasi visual yang kuat. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi peran model pedagogis dalam mendukung pengembangan literasi visual. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana model pengajaran yang efektif dapat membantu guru calon dalam menerapkan literasi visual dalam praktik pengajaran mereka. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki bagaimana pengalaman belajar yang berbeda, seperti penggunaan teknologi digital, dapat mempengaruhi pengembangan literasi visual guru calon. Studi ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana pengalaman belajar yang beragam dapat meningkatkan atau menghambat kemampuan guru calon dalam memahami dan menerapkan literasi visual.
- Re-visualising innovative online learning spaces in an early childhood teacher education programme |... jofdl.nz/index.php/JOFDL/article/view/97Re visualising innovative online learning spaces in an early childhood teacher education programme jofdl nz index php JOFDL article view 97
- Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/BF02766777Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 BF02766777
- Using an Audiovisual Materials-Based Teaching Strategy to Improve EFL Young Learners’ Understanding... howjournalcolombia.org/index.php/how/article/view/419Using an Audiovisual Materials Based Teaching Strategy to Improve EFL Young LearnersAo Understanding howjournalcolombia index php how article view 419
| File size | 518.76 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
BUSTANULULUMBUSTANULULUM These findings are crucial for Malaysian institutions preparing graduates, including many Muslim students, to navigate increasingly varied professionalThese findings are crucial for Malaysian institutions preparing graduates, including many Muslim students, to navigate increasingly varied professional
MCMC Kemudian media pembelajaran tersebut diujicobakan secara luas (lapangan) kepada 28 mahasiswa dengan mendapatkan persentase sebesar 82,12% dalam kategoriKemudian media pembelajaran tersebut diujicobakan secara luas (lapangan) kepada 28 mahasiswa dengan mendapatkan persentase sebesar 82,12% dalam kategori
UIGMUIGM Temuan ini menyiratkan bahwa institusi media massa memerlukan pengawasan editorial yang lebih sistematis dan pelatihan linguistik untuk meningkatkan akurasiTemuan ini menyiratkan bahwa institusi media massa memerlukan pengawasan editorial yang lebih sistematis dan pelatihan linguistik untuk meningkatkan akurasi
UIGMUIGM Ditemukan tiga kategori utama bahasa kiasan, yaitu perbandingan, oposisi, dan penekanan. Kategori perbandingan mencakup personifikasi, perumpamaan, metafora,Ditemukan tiga kategori utama bahasa kiasan, yaitu perbandingan, oposisi, dan penekanan. Kategori perbandingan mencakup personifikasi, perumpamaan, metafora,
JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA Pengujian pengguna dengan mahasiswa dan dosen juga menunjukkan penerimaan yang kuat dan relevansi praktis. Instrumen hasil memberikan kerangka kerja terstrukturPengujian pengguna dengan mahasiswa dan dosen juga menunjukkan penerimaan yang kuat dan relevansi praktis. Instrumen hasil memberikan kerangka kerja terstruktur
UMMUMM Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah yang terinternalisasi melalui pembiasaan kegiatan keagamaan, keteladanan guru, interaksi sosial yangHasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah yang terinternalisasi melalui pembiasaan kegiatan keagamaan, keteladanan guru, interaksi sosial yang
UMMUMM Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa PjBL dapat menjadi metode pengajaran yang bermanfaat yang membantu siswa berkembang secara pribadi dan akademik.Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa PjBL dapat menjadi metode pengajaran yang bermanfaat yang membantu siswa berkembang secara pribadi dan akademik.
DESAIN INDONESIADESAIN INDONESIA Hasil yang diperoleh adalah terpenuhinya aspek kepuasan baik dari mahasiswa maupun staf pengajar dalam menggunakan media Instagram terhadap proses danHasil yang diperoleh adalah terpenuhinya aspek kepuasan baik dari mahasiswa maupun staf pengajar dalam menggunakan media Instagram terhadap proses dan
Useful /
UIGMUIGM Namun, banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan komunikasi yang efektif, khususnya berbicara, karena terbatasnya kesempatanNamun, banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan komunikasi yang efektif, khususnya berbicara, karena terbatasnya kesempatan
JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA The development of e-colands (Electronic Comic of Peatlands) was declared valid and practical for improving junior high school students mathematical literacy.The development of e-colands (Electronic Comic of Peatlands) was declared valid and practical for improving junior high school students mathematical literacy.
JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA Dengan memanfaatkan alat ini, guru dapat memantau kesejahteraan emosional siswa secara sistematis, mengurangi ketergantungan pada pengumpulan data manualDengan memanfaatkan alat ini, guru dapat memantau kesejahteraan emosional siswa secara sistematis, mengurangi ketergantungan pada pengumpulan data manual
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Pendekatan ini tidak hanya mengelola gejala psikologis secara langsung, tetapi juga memperkuat makna hidup, resiliensi, dan kesejahteraan psikologis melaluiPendekatan ini tidak hanya mengelola gejala psikologis secara langsung, tetapi juga memperkuat makna hidup, resiliensi, dan kesejahteraan psikologis melalui